Dia Datang Dan Merubah Hidupku

Dia Datang Dan Merubah Hidupku
Episode 60: Tidak Bisa Mengungkapkan


__ADS_3

Tiba tiba ada yang datang ke kelas tari Callista, dan ia adalah Luna.


Sontak Callista dan Marvin langsung menatapnya. "Luna, kenapa kamu ada disini?." Tanya Marvin langsung menghampirinya.


"Sayang, aku sangat merindukan kamu. Bagaimana pekerjaan kamu?." Tanya Luna langsung memeluk Marvin.


"Aku baik baik saja kok, dan kenapa kamu bisa ada disini?." Tanyanya.


"Aku rindu denganmu, dan aku bosan di rumah sendirian tanpa kamu sayang. Jadi aku kemari deh, tapi aku gak sendirian kok, aku bersama Dixon. Dan dia ada di penginapan kamu, bersama Jack dan Frank." Jawabnya kembali memeluk Marvin.


"Baik, baik. Tapi kamu lepaskan dulu pelukan kamu." Ucap Marvin.


Luna pun langsung melepaskan pelukannya, dan langsung melihat Callista. "Halo, maafkan saya karena menerobos masuk. Padahal kamu lagi belajar tari." Ucap Luna menundukkan badannya.


"Tidak apa apa, dan lagian kelas tari ini juga semua boleh datang kok. Jadi jangan minta maaf." Jawab Callista langsung duduk, dan kembali meminum air putihnya.


"Perkenalkan, nama saya Luna, pacar Marvin." Ucap Luna memperkenalkannya dirinya kepada Callista.

__ADS_1


Callista pun meletakkan botol air mineralnya, dan langsung menatapnya. "Nama saya Callista, yang mengelola kelas tari ini." Ucap Callista juga memperkenalkan dirinya juga.


"Oh ya, kebetulan banget kamu ada disini. Katanya Marvin sedang mencari wanita, yang mau diajak untuk ajang perlombaan besok. Sepertinya kamu cocok untuk itu. Bagaimana kalau kamu saja." Ucap Callista, sambil menaikkan alisnya.


"Wah, itu hal yang sangat bagus. Kenapa kamu tidak mengabariku saja sayang, kan kamu tahu kalau aku ini bisa dance?." Tanya Luna kepada Marvin, langsung memegang tangannya.


"Kan aku kira disana, dan mana mungkin aku menyuruh kamu untuk datang kemari, hanya untuk itu saja. Aku hanya tidak mau merepotkanmu." Jawab Marvin tanpa ekspresi ketika dengan Luna.


"Karena aku sudah disini, lebih baik denganku saja sayang. Daripada kamu capeh capeh mencari yang lain. Benarkan Callista." Ucapnya kepada Callista.


"Tentu saja, kamu juga sangat cantik dan body kamu cukup bagus. Itu sudah sangat cocok untuk ajang perlombaan besok, bersama Marvin." Jawab Callista yang mengiyakan saja, agar cepat selesai.


"Bu Sofia, aku pulang dulu, ada hal yang mau aku lakukan di rumah." Teriak Callista langsung mau keluar dari kelas tari tersebut.


"Callista." Panggil Marvin, dan Callista langsung berbalik badan.


"Ehm." Ucapnya.

__ADS_1


"Hati-hati." Jawab Marvin tersenyum kepadanya.


Callista pun langsung pergi meninggalkan mereka berdua, dan langsung kembali ke rumahnya.


"Padahal aku mau mengajakmu untuk ikut perlombaan ini, tapi aku tetap saja tidak bisa mengajak dirimu, dan memelukmu dengan erat." Ucap batin Marvin langsung menundukkan kepalanya.


"Sepertinya ada rasa diantara Marvin dan Callista. Siapa sebenarnya wanita itu." Ucap batin Luna.


"Oh ya sayang, kalau begitu mari kita latihan untuk perlombaan nanti malam. Nanti keburu malam, dan tidak jadi deh." Ucap Luna kembali tersenyum kepada Marvin.


"Baiklah," merekapun langsung belajar dance dan tari bersama.


Malam pun tiba, dimana tiba ajang perlombaan itu berlangsung. Dan di penginapan Marvin.


"Apa kalian sudah siap, ayo, ayo. Kalian harus memenangkan kontes ini." Ucap Dixon yang berada di ruang tamu, dan yang lainnya sedang bersiap siap dengan alat musik mereka masing masing.


"Untuk lagu yang kedua bagaimana Dixon, kan Marvin mau menari bersama Luna. Bagaimana dengan pianonya?." Tanya Frank yang sedang mengatur not not gitarnya.

__ADS_1


"Soal itu


__ADS_2