Dia Datang Dan Merubah Hidupku

Dia Datang Dan Merubah Hidupku
Episode 29: Tatap-Tatapan


__ADS_3

Marvin pun langsung menuju ruang tamu, untuk menghampiri Callista.


Sesampainya, ia pun langsung menyender ke dinding, sambil melipat kedua tangannya. Ia fokus melihat Callista yang memainkan piano tersebut dengan alunan yang indah.


"Dia begitu cantik ketika memainkan piano itu. Aku jadi tahu apa itu cinta dan kasih sayang. Bagaimana ini tuhan, anak mu sudah mulai mengerti arti cinta." Ucap batin Marvin senyum senyum sendiri.


Selsai Callista memainkan pianonya. Ia pun langsung berdiri, untuk ke kamarnya. Ia belum melihat Marvin. Saat ia mau masuk ke kamarnya, tiba tiba Marvin bertepuk tangan." Prok, prok, prok."


Sontak Callista langsung berbalik badan dan menatap wajah Marvin." Eh, Marvin. Sejak kapan kau disitu?." Tanya Callista langsung menghampirinya.


"Sejak tadi, dan aku menatap mu memainkan piano yang begitu indah. Sungguh indah." Jawab Marvin sambil memberikan jempol kepadanya.


"Terima kasih banyak. Kalau begitu, aku masuk dulu ya, untuk mandi dulu. Dah." Salting Callista langsung masuk ke kamarnya.


Setelah Callista masuk ke kamarnya." Sungguh menggemaskan. Lebih baik aku ke dapur, untuk menghampiri nenek deh. Daripada aku gila disini." Ucap batin Marvin langsung ke dapur.

__ADS_1


Setelah beberapa menit. Callista pun selesai mandi, dan sudah berpakaian rapi, untuk ke kelas musik. Ia pun langsung keluar kamar, dan ke dapur untuk sarapan.


Di dapur." Halo nek. Eh, Marvin. Dimana nenek?." Tanya Callista langsung melihat Marvin, dan tidak ada neneknya. Ia pun langsung duduk di kursinya.


"Nenek sedang istirahat di kamarnya. Jadi, aku yang membersihkan piring piring kotor kami tadi. Kau mau apa." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Ya mau sarapan lah. Mau apa lagi." Jawab Callista langsung mengambil sarapannya, dan mulai melahapnya.


Marvin yang sedang membilas dan membelakangi Callista. Callista pun sedang sarapan, dan melirik Marvin yang sedang membilas piring.


"Dia ganteng banget sih, ketika membilas piring seperti itu. Dan dia mengenakan celemek lagi. Sungguh menggemaskan." Ucap batin Callista tersenyum tipis, sambil mengunyah sarapannya.


"Eh, aku tidak apa apa kok. Kamu nya saja yang salah lihat." Jawab Callista langsung buang muka, dan kembali mengunyah sarapannya.


Setelah Marvin membilas piring piring kotor. Ia pun langsung merapikan celemek dan duduk di hadapan Callista yang sedang makan.

__ADS_1


Callista pun langsung menatap Marvin kembali." Ada apa. Kenapa menatapku seperti itu?." Tanyanya.


"Tidak apa apa. Aku hanya sedang melihat bidadari surga yang ada di depanku." Jawab Marvin langsung bicara kepada Callista.


"Apaan sih. Gak lucu ya." Ucap Callista menahan salting dan langsung buang muka, tidak mau menatap wajah Marvin.


"Dia begitu lucu ketika salting. Aku jadi semakin mencintainya." Ucap Marvin terus menatapnya.


Callista kembali meliriknya, dan Marvin langsung menaikkan alisnya." Apaan sih anak ini. Malah terus menatapku. Bikin orang salting aja." Ucap batin Callista langsung melahap sarapannya kembali, dan buang muka kembali.


"Omong omong, kenapa sudah rapi begini. Mau ke kelas musik?." Tanya Marvin memulai pembelajaran.


"Iya. Kenapa emangnya?." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Kan kamu baru di culik kemarin. Kenapa malah ke kelas musik. Seharusnya kamu istirahat dulu. Kan kamu masih lelah." Jawab Marvin khawatir kepadanya.

__ADS_1


"Aku,



__ADS_2