Dia Datang Dan Merubah Hidupku

Dia Datang Dan Merubah Hidupku
Episode 8: Masak Bareng


__ADS_3

Didalam kamar ayahnya." Ini kamar siapa Callista?." Tanyanya.


"Ini adalah kamar ayahku. Kamar ini tidak pernah dirubah dari dulu. Dan pakaiannya masih sama dan tidak pernah berubah sedikitpun." Jawab Callista langsung membuka lemari pakaian dan mencari pakaian tidur, yang cocok untuk Marvin.


"Mungkin ini akan cocok dengan mu. Karena badan ayahku, sangat mirip dengan mu." Tersenyum Callista dan mengambil pakaian tidur, untuk Marvin.


"Nah, ini cocok untuk mu Marvin." Ucap Callista langsung menunjukkan pakaian tidur kepada Marvin.


"Pakailah dulu dulu. Selagi pakaian mu, aku cuci dulu." Ucap Callista langsung memberikannya kepada Marvin.


"Terima kasih banyak Callista. Aku jadi ngerepotin kamu." Jadi tidak enakan Marvin dan mengambil pakaian yang sudah di pilihkan oleh Callista.


"Ga ngerepotin kok. Pakailah langsung, dan semoga nyenyak tidur ya. Aku mau ke kamarku dulu. Dan jangan lupa untuk makan malam nanti." Ucap Callista langsung keluar dari kamar Marvin dan tersenyum bahagia.


Marvin pun langsung mengganti pakaiannya. Dan Callista juga sudah mengganti pakaiannya. Marvin pun langsung keluar dari kamarnya dan dibawah ia bertemu Callista, yang juga mau menuju meja makan.


"Malam Marvin." Sapa Callista tersenyum.


"Malam juga Callista. Kau sangat cantik dengan pakaian tidur mu itu." Puji Marvin sambil memberikan jempol kepadanya.


"Terima kasih, kamu juga sangat tampan, memakai pakaian ayahku. Ternyata sangat pas, dengan mu. Cucok." Jawabnya sambil memberikan pujian kepada Marvin.


"Terima kasih banyak." Jawabnya ikut tersenyum.


Mereka berdua langsung menuju meja makan. Dan di meja makan, sudah ada Greisy dan neneknya, yang menunggu mereka.


"Kalian sudah datang, duduklah." Ucap neneknya.


Callista dan Marvin langsung duduk bersampingan." Wah, ini adalah ayam panggang kesukaanku nek. Apa nenek yang memasaknya langsung?." Tanya Callista bahagia, karena ada makanan yang di sukainya.


"Tentu saja nenek dan Greisy yang memanggangnya. Makanlah nak Marvin. Jangan segan segan." Jawab neneknya tersenyum dan menatap wajah Marvin.


"Iya nek, terima kasih banyak atas semuanya." Jawab Marvin langsung mengambil makan malamnya.


"Sudah, makanlah. Jangan banyak bicara." Ucap Greisy makan duluan dan fokus menyantap makanannya.


"Iya, iya." Jawabnya.


"Oh ya, Greisy. Tadi aku sudah meminta izin mu kepada Bu Keyna. Dan Bu Keyna menerimanya. Dan aku sekalian mengatakan, kalau kau akan kerja dan keluar dari kelas musisi." Ucap Callista.

__ADS_1


"Baguslah, jika kamu sudah mengatakannya. Terima kasih banyak sayang." Bahagia Greisy.


"Omong omong nek, apa nenek sudah sembuh?." Tanya Callista menatap wajah neneknya.


"Nenek tidak apa apa kok sayang. Nenek sudah sembuh." Jawab neneknya tersenyum.


"Baguslah, jika nenek baik baik saja. Aku sampai khawatir dengan nenek." Ucap Callista mengelus tangan neneknya.


Marvin meliriknya." Sudah cantik, baik, dan perhatian lagi, dengan orang lain. Aku benar benar mencintainya." Ucap batin Marvin senyum senyum sendiri dan melamun.


Callista langsung menatap wajah Marvin dan ia melihat Marvin yang melamun." Hei Marvin, kamu kenapa?." Tanya Callista menyadarkannya.


"Eh, gapapa kok. Aku hanya kagum melihat mu." Jawab Marvin tersenyum.


"Apaan sih kamu." Malu Callista.


"Sepertinya Marvin menyukai mu deh." Tersenyum Greisy kepada Callista.


"Sudahlah, aneh banget sih kalian. Lanjut makan deh, lanjut makan." Salting Callista kembali memakan makanannya.


Selesai makan. Greisy dan neneknya langsung masuk ke kamarnya dan Callista juga mau masuk ke kamarnya. Tapi di panggil oleh Marvin.


"Eh, ada apa Vin?." Tanya Callista berbalik badan.


"Selamat malam." Jawab Marvin sambil mengelus lehernya.


"Hanya mengatakan itu saja. Aku kira apaan. Btw selamat malam juga Vin." Jawab Callista tersenyum dan langsung naik ke kamarnya.


"Heheheh." Jawabnya bahagia.


Saat Marvin mau masuk ke kamarnya. Tiba tiba ponselnya berdering, dan itu adalah panggilan dari teman satu geng motornya.


Marvin langsung mengangkatnya." Ada apa Frank?." Tanya Marvin.


"Kau dimana Vin. Kami menunggu mu tau?." Tanya balik Frank.


"Aku menginap di rumah Callista. Karena di luar juga sudah hujan. Aku aman kok, kalian tidak usah menungguku." Jawab Marvin tersenyum.


"Ehem, kau menginap di rumah wanita yang kamu sukai. Semoga berhasil ya kawan. Dah bestie. Hahay." Ucap Frank mengejeknya dan langsung mematikan ponselnya.

__ADS_1


"Mereka selalu saja begitu kepadaku. Padahal aku mau mengejar cintaku. Sudahlah, aku mau tidur dulu." Ucap Marvin langsung masuk ke kamarnya.


Keesokan paginya. Dimana masih jam 05.00 pagi dan Callista sudah bangun. Callista langsung turun kebawah." Masih pagi juga. Mending aku main piano sebentar deh." Ucap Callista langsung menghampiri pianonya dan langsung duduk.


"Ini adalah piano peninggalan ibu dan ayahku. Hanya inilah, satu satunya peninggalan dari mereka. Aku sangat menyayangi piano ini dan akan selalu menjadi kenangan yang paling indah bagiku." Ucap batin Callista sambil mengelus piano tersebut.


Callista pun langsung memainkan pianonya dengan lagu Gerua.


Dikamar Marvin. Marvin langsung bangun, karena mendengar suara piano." Siapa yang main piano sepagi ini ya." Langsung mengusap matanya yang masih lengket.


Marvin pun langsung keluar dari kamarnya dan langsung turun ke bawah. Saat dibawah, Marvin melihat Callista yang sedang memainkan piano tersebut.


"Wah, ternyata Callista memainkan pianonya. Pantas saja, suaranya begitu cantik. Baru kali ini, aku mendengar dia memainkan piano yang begitu tenang dan indah ini." Ucap batin Marvin kagum dan melihatnya dari kejauhan.


Marvin pun langsung menghampirinya, sambil bertepuk tangan." Prok, prok. Sungguh nyanyian yang indah." Puji Marvin kepada Callista.


"Eh, kamu sudah bangun. Pagi Marvin." Jawab Callista sekaligus menyapanya.


"Pagi juga cantik. Baru kali ini, melihat mu memainkan piano sebagus ini. Apa kau bisa mengajariku memainkan piano?." Tanyanya.


"Boleh saja. Datang saja ke kelas musik nanti, bersamaku. Aku akan memperkenalkan mu, dengan guru musikku. Dia sangat pandai bermain piano." Jawab Callista tersenyum.


"Baiklah, kau sangat cantik, ketika memainkan piano mu itu." Memberikan jempol kepadanya.


"Dasar buaya. Goda saja terus, sampai mulut kamu lemes gitu. Yuk, bantu aku menyiapkan sarapan." Jawab Callista langsung berdiri dan menuju dapur, bersama Marvin.


"Hahahah, aku kan memang raja buaya." Ucapnya sambil merapikan rambutnya.


Sesampai dapur. Callista langsung mengikat rambutnya dengan body yang begitu indah.


Marvin memberikan siulan." Kau sangat cantik, ketika sedang mengikat rambut mu.Seksi." Puji Marvin kepadanya.


"Sudahlah, bantu aku ambilkan bahan bahan yang akan aku masak." Jawab Callista mengalihkan pembicaraan, karena ia salting.


"Siap ratu piano." Langsung mengambil bahan bahan, yang sudah di katakan oleh Callista.


Setelah memasak. Sarapan pun siap, dan dimasak oleh mereka berdua." Sarapan selesai. Kerja bagus kita." Bahagia Callista, langsung tosan dengan Marvin.


Callista dan Marvin, langsung meletakkan sarapan diatas meja dan merapikannya." Siap juga." Bahagia Callista.

__ADS_1


Selesai merapikan meja makan. Tiba tiba ada yang datang ke meja makan, dan ia adalah,


__ADS_2