Dia Datang Dan Merubah Hidupku

Dia Datang Dan Merubah Hidupku
Episode 57: Kelas Tari


__ADS_3

Disisi lain. "Callista, apa kau tidak menari di kelas juga. Kan kau mengikuti tarian juga, dan dance tentunya. Karena aku juga suka dance?." Tanya Greisy sambil tersenyum.


"Nanti deh, soalnya mager banget aku. Lagi pengen istirahat terus. Kalau begitu, aku duluan." Ucap Callista langsung ke ruang tamu, dan duduk di sofa, sambil menyalakan televisinya.


"Berita terkini, band Marcall telah mengumumkan bahwa malam ini akan diadakan kontes ajang terbesar, dan semua akan menampilkan tarian dan nyanyian mereka yang sangat indah, serta alunan musik yang akan dibawakan masing masing peserta. Jangan lupa untuk datang, nanti malam." Ucap reporter yang berada di tempat lokasi langsung.


"Wah, band Marcall juga akan hadir disana, dan apa aku harus kesana untuk melihatnya?." Tanya Callista kepada dirinya sendiri.


Tiba tiba ponselnya berdering, dan Callista langsung mengangkatnya. "Halo Callista, apa kamu sudah ingat untuk ke kelas sekarang?." Tanya guru tari dirinya yang bernama bu Sofia.


"Iya bu sayang, aku ingat kok. Jadi gak perlu mengingatkannya, aman kok." Jawab Callista langsung tersenyum.


"Baiklah, dan jangan lupa untuk datang nanti malam di ajang perlombaan. Dan kita semua harus datang, karena kita kan juga termasuk penari dan dance juga. Jadi jangan lupa ya." Ucap bu Sofia.


"Harus datang ya bu. Apa bisa kalau tidak boleh datang?." Tanya Callista kembali.

__ADS_1


"Harus datang, dan tidak ada alasan apapun. Titik." Sedikit tegas bu Sofia langsung mematikan ponselnya.


"Bagaimana ini, jika aku bertemu dengan Marvin gimana. Aku tidak mau melihat wajahnya, karena kejadian itu akan terus muncul di pikiranku." Jadi kebingungan Callista.


"Yaudah deh, datang saja, tapi harus mengubah sedikit penampilanku. Asiap." Ucapnya langsung bersiap siap untuk ke kelas tari.


Callista pun langsung mengganti pakaiannya, dan langsung pergi ke kelas tari bersama Greisy.


Di perjalanan, Greisy yang mengendarai mobil, karena Greisy sudah bisa membeli mobil sendiri, hasil kerja kerasnya sendiri.


"Ih, apaan sih Callista. Jangan menjelekkan pacarku tahu." Jadi kesal Greisy.


"Kan memang begitu sih. Kan kamu sudah diajak pacaran oleh bos mu itu, dan kalian sangat romantis. Bikin kesel aku yang jomblo ini saja." Ikut kesal Callista, langsung melipat kedua tangannya.


"Hhahahah, makanya punya pacar dek. Hahaha." Mengejek Greisy kepada Callista.

__ADS_1


Sesampai kelas tari, Callista langsung turun dari mobil Greisy. "Cepat pergi sana, dan jangan kembali lagi." Ucap Callista ngambek, tapi masih melambaikan tangannya.


"Dah sayang, aku mau romantisan dulu dengan pacarku." Memberikan kis tangan, dan langsung meninggalkan Callista dengan mobilnya.


Saat Callista mau berbalik badan, dan mau masuk. Tiba tiba sudah ada Marvin yang berdiri di depan pintu kelas tari tersebut.


Sontak Callista kaget, dan langsung menatapnya. "Ada apa kamu kemari?." Tanyanya dengan datar.


"Aku disini mau belajar dance, apa tidak boleh. Lagian kelas ini kan untuk semua orang, tentunya aku juga boleh dong." Jawab Marvin terus tersenyum kepadanya.


"Kamu disini pasti ada alasannya kan, tidak hanya untuk belajar dance?." Tanya Callista kembali.


"Tentu saja, yaitu untuk bertemu denganmu juga." Jawabnya kembali, terus tersenyum.


Callista memasang wajah datar dan langsung

__ADS_1


__ADS_2