
Callista pun langsung keluar dari kelas musik, dan menutup kembali pintu tersebut. Saat Callista di luar. Tiba tiba saja ada yang menutup mulutnya dengan kain yang sudah di berikan obat bius, dan ia adalah Fank, geng motor Drake.
Sontak Callista mau melawan, tapi ia tidak bisa melawannya, karena obat bius tersebut. Callista pun langsung pingsan, akibat obat tidur tersebut.
Drake pun langsung menyuruh Fank cepat naik ke motor, dan merekapun langsung meninggalkan kelas musik tersebut, dan jauh meninggalkan mereka.
Beberapa menit pun berlalu. Di dalam kelas tersebut." Eh, kenapa Callista gak masuk masuk ya. Padahal hanya mau mengecek orang saja. Tapi kenapa tidak masuk masuk juga. Aku harus mengeceknya." Kebingungan Marvin langsung mengecek keluar.
Saat di luar kelas. Marvin langsung melihat di sekitar." Eh, kenapa Callista tidak ada di luar, dan kenapa tidak ada tanda tanda suaranya." Ucap Marvin langsung cemas dan menghubungi geng motornya.
Tersambung." Halo Marvin, ada apa. Apa kalian sedang berduaan?." Tanya Frank mengejeknya dan tertawa tipis.
"Hei bodoh. Justru aku sedang mencarinya, karena ia tidak ada di kelas." Jawab Marvin dengan tegas.
"Kenapa tidak ada di kelas. Bukannya kalian tadi sedang berduaan?." Tanya kebingungan Frank dan teman temannya, ikut mendengarkan.
"Entahlah, aku juga bingung. Tadi ada yang mengetuk pintu di kelas musik, dan Callista mengeceknya. Sampai sekarang tidak ada jawaban apapun, dan dia tidak masuk sama sekali. Aku bingung." Jawab Marvin menjelaskannya.
"Apa jangan jangan. Callista di culik oleh orang, dan ia di bawa ke tempat yang gelap." Ucap Jack di telepon tersebut.
"Bisa jadi itu."Ucap teman temannya langsung mendukung.
"Kalau begitu, kalian harus membantuku, untuk mencari Callista. Kalian cek semua sisi. Dan bisa jadi, ini semua perlakuan geng motor Drake. Kalian juga harus mengeceknya." Perintah Marvin.
__ADS_1
"Aman Marvin. Kami akan langsung berangkat sekarang. Kalau begitu, kamu tutup telponnya dulu, karena kami akan langsung mencari Callista." Ucap Frank langsung mematikan ponselnya.
"Dimana kamu Callista. Aku sangat khawatir kepada mu." Ucap Marvin cemas kepada Callista.
Marvin pun langsung menutup kembali pintu kelas musiknya, dan mencari Callista dengan motornya. Di perjalanan." Dimana kamu Callista. Kenapa kamu menghilang tiba tiba?." Tanyanya sendiri.
Disisi lain. Di markas Drake, mereka langsung menaruh Callista di dekat drum drum besar dan mengikatnya di tiang." Beres juga wanita ini, dan kita mau apain dia bos?." Tanya teman temannya.
"Kita biarkan saja dulu, sampai di sadar. Saat dia sadar, kita harus mengenakan topeng, agar dia tidak mengenali kita. Kalian paham kan." Ucap Drake tersenyum tipis.
"Baik bos. Kami akan berjaga disini, dan akan langsung kami hubungi, jika dia sadar." Ucap Fank.
"Kalau begitu, aku ada urusan sebentar. Aku duluan." Langsung pergi dari markasnya.
Disisi lain. Marvin terus mencari keberadaan Callista dengan teliti. Bahkan ia bertanya kepada seluruh pedagang yang ada di pasar." Hei, apa kau melihat gadis ini?." Tanya Marvin sambil menunjukkan foto Callista, yang ada di Youtube.
"Tidak, saya tidak pernah melihat gadis ini." Jawab pedagang lainnya.
Marvin pun langsung pergi dan bertanya ke lain orang. Dan jawabannya tetap sama, tidak ada." Bagaimana ini. Kemana sih kamu Callista. Kenapa tiba tiba menghilang." Ucap Marvin, sambil menggigit bibir bawahnya.
"Kenapa kamu tiba tiba hilang sih Callista." Ucap Marvin cemas, dan ia pun melanjutkan perjalanan, mencari Callista.
Disisi lain. Tiba tiba ponselnya berdering, saat ia sedang mengendarai motornya. Ia pun berhenti sejenak, dan langsung mengangkat teleponnya." Halo, ada apa?."Tanyanya.
__ADS_1
"Halo Vin. Kami belum ada menemukan tanda tanda Callista. Tapi kami akan berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkannya." Jawab yang tidak lain lagi ialah Frank.
"Cari sampai dapat. Dan jangan melewatkan tempat yang belum kalian lewatkan, kalian paham."Ucap Marvin.
"Baiklah, kalau begitu kami tutup telponnya dulu." Langsung mematikan ponselnya.
"Aku harus mendapatkan Callista, bagaimanapun caranya." Ucap Marvin kembali mencari keberadaan Callista.
Malam pun tiba. Dimana Marvin, belum menemukan keberadaan Callista.
Di markas Drake." Argh, kenapa kepalaku sakit sekali nya." Ucap batin Callista mengerutkan keningnya.
"Eh, kenapa tangan dan kakiku di ikat begini. Dan kenapa mataku ditutup begini." Ucap panik Callista.
"Ehm, Ehm." Tidak bisa teriak, karena mulutnya juga di tutup." Ucap Callista langsung menggerakkan badannya.
"Eh, dia sudah sadar. Aku harus mengenakan topengku." Ucap Fank langsung mengenakan topengnya, dan menghubungi Drake.
Tersambung." Halo Drake, ada hal yang mau aku sampaikan." Ucap Fank.
"Ada apa?." Tanya Drake.
"Ini,
__ADS_1