
"Apa kau menyukainya drakor juga?." Tanya Marvin langsung menatapnya.
"Aku sangat menyukai drakor. Selain suka musik, aku juga kadang sering nonton drakor, kalau lagi kosong jadwal." Jawab Callista.
Tiba tiba ponsel Callista berdering dari kamarnya." Eh, itu ponsel siapa berdering?." Tanya Marvin langsung mengemil cemilan yang ada di mangkuk Callista.
"Tunggu sebentar, aku akan mengambilnya dulu." Ucap Callista langsung berlari ke atas, untuk mengambil ponselnya yang ada di kamarnya.
Sesampai kamarnya. Ia langsung turun kembali, dan langsung mengangkat telepon tersebut, dengan kembali duduk di samping Marvin, setelah berlari lari." Halo." Panggilnya dengan nafas yang ngos ngosan juga.
"Halo Callista. Kalian dimana sih, kenapa kalian susah banget di hubungi?." Tanya yang tidak lain lagi ialah bu Keyna.
"Eh, bu Keyna. Ada apa emangnya bu?." Tanya balik Callista lupa.
"Apa kau lupa. Kau kan ada pekerjaan, untuk hadir di acara besar bersama Marvin. Semuanya jadi hancur, karena kalian tidak datang. Kalian kemana saja sih, sampai tidak bisa di hubungi." Jawab bu Keyna dengan nada tegas, sekaligus bertanya.
__ADS_1
"Astaga bu Keyna, aku lupa bu. Sebenarnya, aku tadi diculik oleh seorang penjahat bu. Dan ini aku baru kembali ke rumah." Jawab Callista menjelaskannya.
"Apa!. Kau diculik. Bagaimana dengan keadaan mu sekarang?." Tanya bu Keyna langsung cemas dengan Callista.
"Aku sudah baik kok bu, karena bantuan dari Marvin. Dia yang luka luka malahan bu. Tapi aku sudah mengobatinya kok bu. Jadi semua aman." Jawab Callista menjelaskannya secara detail.
"Maafkan saya ya, karena ibu jadi memarahi kamu Callista. Kalau begitu, kamu istirahatlah, dan akan ibu katakan kepada pemilik yang sudah membooking diri mu. Kalau ada kendala besar yang menimpa kamu."
"Sudahlah, kamu tidurlah dengan baik, dan jaga pola makan mu, bersama Marvin. Kalau kamu masih sakit, besok tidak usah datang ke kelas musik. Gapapa kok, dan katakan kepada Marvin juga. Dah." Langsung mematikan ponselnya.
"Ini, bu Keyna menanyakan kepada kita kenapa tidak hadir di acara yang sudah di booking oleh mereka. Aku beritahukan saja deh, kalau aku di culik, dan bu Keyna langsung mengerti."
"Untung saja bu Keyna mengerti dengan yang aku katakan. Kalau begitu, mari kita lanjutkan menonton drakor nya." Jawab Callista menjelaskannya secara detail.
"Mari." Bahagia Marvin, dan mereka langsung menonton drakor berdua, sambil mengemil makanan ringan yang sudah di bawa Callista dari kulkasnya.
__ADS_1
Setelah beberapa menit, di tengah tengah drakor." Argh, soswet banget woy." Bahagia Callista, plus salting sendiri.
Pipi Callista langsung memerah, karena melihat drakor tersebut. Sampai sampai ia menutupi wajahnya dengan bantal yang ada di sofa tersebut." Argh, gila banget woy. Soswet." Ucap Callista kembali salting.
Callista pun langsung menyender di bahu Marvin." Kenapa kau sampai salting begitu sih?." Tanya Marvin sambil meminum susu hangat tersebut.
"Habisnya romantis banget woy. Hahahahah, memang dunia milik si cantik ya." Jawab Callista langsung menatap wajah Marvin.
"Itu tidak benar. Dunia bukan milik si cantik, tapi itu semua tergantung seseorang nya. Mampukah dia mencintai jiwa seseorang tersebut. Bukan parasnya yang harus kita pandang."
"Cinta itu dalam hati, bukan wajahnya. Karena kalau sudah mencintai dalam hati, tentu akan mencintai jiwanya juga. Soal paras itu tidak penting, karena yang terpenting itu, adalah dari hati sini." Jawab Marvin sambil memegang dadanya.
"Sejak kapan kau pandai berkata kata begitu?." Tanya Callista kagum, dengan perkataan Marvin.
"Sejak,
__ADS_1