
Saat Callista sedang melihat pakaiannya. Tiba tiba ponselnya berdering, dan itu adalah panggilan dari Marvin.
"Halo Callista. Kamu ada dimana?." Tanya Marvin.
"Eh, Marvin. Aku lagi ada di rumah nih. Kenapa emangnya?." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Apa nanti malam kita bisa bertemu?." Tanya balik.
"Maaf banget Marvin. Nanti malam aku ada pekerjaan, dan harus malam ini juga. Lain kali saja deh." Jawabnya.
"Bagaimana kalau aku antar saja ke tempat kerja mu." Tanya Marvin.
"Kalau hanya mengantar saja, boleh aja kok. Yaudah, nanti malam datang ke rumahku ya, dan jangan telat." Jawabnya tersenyum.
"Terima kasih banyak ratu piano. Apa aku boleh memanggil mu ratu piano?." Tanyanya bahagia.
"Terserah mu saja deh. Udah dulu ya, soalnya masih sibuk." Langsung mematikan ponselnya.
"Arghh, dia menghubungiku. Aku benar benar menyukainya. Kyahh." Bahagia Callista sampai lompat lompat di tempat tidurnya.
Disisi lain juga." Yeah, aku di perbolehkan untuk menjemputnya. Hahahahah." Bahagia Marvin sambil menganyunkan botol birnya.
"Yeah." Ikut bahagia teman temannya.
Malam pun tiba. Dimana Callista sudah bersiap siap dan sudah merias wajahnya dengan sebagus mungkin. Ia pun langsung turun ke bawah. Saat dibawah, ternyata sudah ada Marvin yang menunggunya di ruang tamu.
"Marvin." Panggilnya langsung menghampirinya.
"Wow, kamu sangat cantik dengan pakaian itu. Cucok." Memuji Callista.
"Terima kasih banyak atas pujiannya. Kalau begitu, mari kita pergi sekarang." Jawab Callista dan Marvin langsung keluar dari rumah tersebut.
Mereka berdua pun langsung menuju lokasi yang akan di datangi oleh Callista. Sesampainya, Callista langsung turun dan mengembalikan helm kepada Marvin.
"Terima kasih banyak Marvin. Omong omong, habis ini kamu mau kemana?." Tanyanya.
"Biasa, ada urusan bareng teman satu geng motor. Kalau begitu, aku duluan ya. Dah." Jawabnya langsung pergi meninggalkan Callista.
"Dah juga." Melambaikan tangannya dan tersenyum bahagia.
Callista pun langsung masuk kedalam aula hotel. Didalam." Halo, nona Callista kah?." Tanya tuan rumah yang bernama Bert.
__ADS_1
"Iya tuan. Tuan Bert kan?." Jawabnya kembali memastikannya.
"Benar nona. Kalau begitu, langsung ke kursi pianonya saja nona." Menunjukkan piano tersebut.
Sesampai piano tersebut." Wah, ini adalah piano yang sangat terkenal di kota ini ya tuan. Ini sangat mahal bukan." Kagum Callista dengan piano yang sangat ia kagumi selama ini.
"Benar nona. Ini adalah piano yang sangat disukai oleh almarhum ibu saya. Anda bisa memainkan lagu ini." Memberikan sebuah kertas yang berisikan lagu lagu.
"Baik tuan. Akan saya bawakan lagu ini semua. Saya boleh duduk kan tuan?." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Boleh, boleh. Silahkan. Anda bisa memainkannya sekarang juga 1 lagu, demi 1 lagu." Jawab tuan Bert.
"Baik tuan. Terima kasih banyak." Jawabnya langsung duduk.
Callista pun langsung membawakan sebuah lagu yang berjudul Kal Ho Na Ho. Callista memainkannya dengan sangat tenang dan justru ia yang meneteskan air matanya.
"Suara wanita itu sangat cantik ya. Aku sangat kagum melihatnya.
Callista pun langsung menyanyikannya. Sontak semua ikut menangis dengan lagunya yang dibawakan oleh Callista
Disisi lain. Geng motor Marvin langsung datang ke markas Drake dan merusak markas Drake.
"Hancurkan sampai hancur." Ucapnya kepada teman temannya.
Didalam markas Drake." Suara apa itu. Apa yang terjadi diluar?." Tanyanya kepada teman temannya.
"Entahlah, mari kita chek dulu." Ucap mereka langsung keluar dari markas mereka.
Saat mereka keluar. Sontak Drake langsung terlempar, karena tonjokan dari Marvin.
"Bagaimana, enak bukan?." Tanyanya sambil mengelus tangannya sendiri.
"Hah." Kaget teman teman Drake.
Drake langsung menatapnya." Habisi dia." Tegas Drake kepada teman temannya.
"Hyah." Teriak teman teman Drake dan langsung memukuli geng motor Marvin.
Marvin pun langsung menangkisnya dan berhasil mengalahkan mereka semua. Semuanya pun langsung tergeletak di tanah. Marvin pun langsung menghampiri Drake dan menepuk pipi Drake.
"Jangan coba coba untuk menyakiti temanku. Atau kau akan mati di tanganku." Ucap Marvin tersenyum.
__ADS_1
"Yuk gays, kita cabut." Ucapnya langsung pergi bersama teman temannya dengan motor mereka masing masing.
Setelah geng motor Marvin pergi." Sial, dia berani denganku. Awas saja kau, kau akan hancur ditangan ku." Ucapnya sambil mengepalkan tangannya.
Disisi lain. Jam 22.00 pun selesai juga. Acara pun selesai diselenggarakan." Terima kasih nona Callista, itu adalah pertunjukan yang sangat indah. Saya sampai kagum melihatnya." Kagum tuan Bert.
"Sama sama tuan. Ini juga berkat tuan juga, karena sudah mau mengundang saya. Kalau begitu, saya duluan ya tuan." Memberi salam dan langsung pulang.
Callista pun langsung menaiki Taxi untuk pulang ke rumahnya. Seasampai rumahnya." Fyuh, ini pak uangnya, dan terima kasih banyak." Langsung memberikan uang tersebut dan langsung masuk kedalam rumahnya.
Didalam rumahnya. Ia langsung masuk ke kamarnya, dan langsung berbaring di tempat tidur." Fyuh, siap juga pekerjaan hari ini. Lelah banget yatuhan. Lelah, tapi menyenangkan." Ucapnya langsung tersenyum kembali.
"Kenapa saat aku membawakan lagu pertama, aku menangis ya. Apa karena aku sangat merindukan ibu dan ayah ya. Mereka berdua pasti sudah bahagia disana. Aku akan sangat merindukan kalian bu, ayah." Ucapnya kembali tersenyum.
Tanpa disengaja, Callista pun tertidur, karena kelelahan.
Keesokan paginya. Dimana Callista belum bangun dan Greisy langsung mengetuk pintunya." Woy, bangun woy. Udah pagi, kenapa belum bangun." Panggilnya dengan kuat.
"Ehm, kenapa ribut banget sih." Langsung berdiri dan mengusap matanya yang masih lengket.
Ia pun langsung membuka pintu kamarnya." Apaan sih, ribut banget?." Tanyanya masih dalam keadaan mengantuk.
"Bangun, nenek memanggil mu untuk sarapan tuh." Jawabnya.
"Baiklah, aku akan kesana nanti. Kau pergilah." Ucapnya langsung menutup kembali pintu kamarnya.
"Dia pasti kelelahan, karena bekerja kemarin malam." Ucap batin Greisy langsung turun kebawah dan menuju meja makan.
Sesampai meja makan." Dimana Callista sayang?." Tanya neneknya kepada Greisy.
"Katanya bentar lagi akan datang nek. Dia kelihatannya sangat lelah, karena bekerja kemarin malam. Biarkan dulu deh nek, kalau apa, biar aku saja yang mengantarkan sarapannya nanti." Jawab Greisy tersenyum dan langsung duduk di sampingnya.
Disisi lain. Di kamar Callista." Hua, ngantuk banget tuhan. Tapi ga bisa tidur lagi. Mandi dulu deh, biar gak ngantuk." Ucapnya langsung masuk ke kamar mandi.
Setelah beberapa menit. Callista pun selesai mandi dan sudah berpakaian rapi untuk ke kelasnya nanti. Ia pun langsung turun kebawah dan menuju meja makan.
"Pagi." Sapa Callista langsung duduk di sampingnya.
"Pagi juga sayang. Apa kamu lelah karena bekerja kemarin malam." Jawab neneknya sekaligus bertanya.
"Seperti itulah nek. Tapi aku bahagia kok nek, dengan pekerjaanku ini." Jawab Callista tersenyum.
__ADS_1
Tiba tiba ponsel seseorang berdering, dan itu adalah ponsel dari,