Dia Datang Dan Merubah Hidupku

Dia Datang Dan Merubah Hidupku
Episode 50: Mimpi


__ADS_3

Tiba tiba ponsel Frank berdering, dan itu adalah panggilan dari Dixon. Marvin pun langsung mengangkatnya.


"Iya Dixon. Ada apa?." Tanya Marvin.


"Tadi aku lihat penampilan kalian. Kalian begitu hebat, sungguh fantastis." Jawab Dixon.


Marvin yang sudah membuat volume keras, agar Frank dan Jack mendengarnya." Tentu dong Dixon. Kami kan memang hebat. Hahahah." Ucap Jack menyombongkan dirinya kembali.


"Baguslah. Oh ya Vin, ini ada Luna yang mau berbicara denganmu. Katanya dia rindu denganmu, dan mau ngomong sesuatu denganmu." Langsung memberikan ponselnya, kepada Luna.


"Halo sayang. Bagaimana kabar kamu disana?." Tanya Luna dengan bahagia.


"Aku baik disini kok sayang. Kamu bagaimana disana." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Kalau kamu baik disana, tentu aku akan baik disini sayang. Oh ya, penampilan kalian benar benar keren deh, sampai ditampilkan disiaran televisi. Kalian memang keren deh." Jawab Luna, sambil memuji semuanya.


"Tentu dong, kami kan memang keren tadi. kan sudah aku katakan tadi, kalau kami memang keren. Terutama aku." Ucap Jack kembali menyombongkan dirinya kembali.

__ADS_1


"Kalau begitu, kalian istirahatlah dengan baik. Agar kalian tidak lelah, untuk konser terbesar kalian besok. Dan terutama kamu sayangku Marvin. Kamu harus kuat, demi masa depan kamu seterusnya." Ucap Luna sangat sayang kepada Marvin.


"Baik sayang. Aku akan mengikuti kemauan kamu, kalau begitu, sudah dulu ya sayang. Soalnya aku ngantuk banget. Dah sayang." Ucap Marvin langsung mematikan ponselnya.


"Kau jangan begitu Vin. Luna begitu baik, dan jangan kau mengingat Callista kembali. Karena sudah ada wanita yang mencintaimu dengan tulus. Kau ingat itu Vin." Ucap Frank sedikit tegas kepadanya.


"Sudahlah. Aku ngantuk, dan jangan mengangguku." Ucap Marvin yang tidak mau mendengarkan perkataan sahabatnya.


Sesampai penginapan. Mereka langsung masuk kedalam, dan Marvin langsung masuk ke kamarnya.


"Seharusnya sejak pertama, aku tidak pernah bertemu dengan Callista. Dengan begitu, aku tidak memikirkannya seperti ini. Argh." Ucap Marvin memukul kepalanya sendiri.


"Lebih baik aku tidur saja deh. Biar tidak memikirkannya lagi." Ucapnya langsung menutup kedua matanya, dan tertidur.


Tengah malam pun tiba. Dimana Marvin bermimpi. Ia bermimpi tentang Callista.


Dimimpi tersebut." Pergi kamu. Kamu sudah berbohong kepadaku. Kamu jahat, aku benci kamu. Aku benci kamu." Ucap Callista menangis dengan deras, sambil memukuli badan Marvin.

__ADS_1


"Apa yang kamu maksud itu Callista. Coba jelaskan." Tanya Marvin, didalam mimpi tersebut.


"Pokoknya aku benci kamu. Aku berharap kita tidak bertemu lagi, aku benci kamu." Jawab Callista langsung berlari, ke arah yang gelap.


"Callista, Callista. Tunggu, tunggu." Teriaknya.


Dan Marvin langsung terbangun." Argh, astaga." Mengusap wajahnya dengan nafas yang berantakan, dan kaget.


"Aku bermimpi. Astaga, kenapa aku sampai memimpikan Callista. Dan apa maksud dari mimpi itu. Kenapa menangis, dan mengatakan kalau dia membenciku. Aku benar benar bingung dengannya." Ucap batin Marvin, langsung mengusap wajahnya.


Marvin kembali berbaring." Dimana kamu sekarang Callista. Kamu sedang apa malam ini?." Bertanya tanya.


"Semoga aku bertemu dengannya lagi. Walaupun di waktu yang tidak tepat." Ucapnya berdoa, dan kembali menutup kedua matanya.


Keesokan paginya. Dimana Marvin tidak bisa tidur, akibat mimpi tersebut." Kau kenapa Vin. Matamu sudah seperti panda?." Tanya Frank yang bingung.


"Aku

__ADS_1


__ADS_2