
Setelah Dixon masuk ke kamarnya. "Nah, kebetulan banget kan besok kita bisa liburan, dan itu adalah hal bagus, untuk kita mencari tahu soal pacarnya Callista itu. Bagaimana menurut kalian." Ucap Luna sambil menaikkan alisnya.
"Benar, benar, benar itu." Setuju Frank dan Jack.
"Kalau begitu, misi kita mulai besok. Mari bertosan."Ucap Luna bahagia.
Keesokan paginya, dimana Luna, Frank dan Jack sudah bersiap siap untuk menjalankan misi mereka. "Bagaimana, apa kalian sudah siap?." Tanya Luna sambil menaikkan alisnya.
"Semua sudah siap dan aman, bagaimana denganmu juga." Jawabnya sekaligus bertanya.
"Tentunya aku sudah siap dong. Oh ya, sayang, apa kamu mau ikut dengan kami?." Tanya Luna dari luar.
"Tidak, kalian duluan saja deh. Aku lagi tidak mau keluar, nanti saja baru aku keluar." Jawab Marvin yang masih berada diatas kasurnya.
"Baiklah, kalau begitu mari kita pergi sekarang." Ucap Luna bersemangat dan langsung berangkat dengan Frank dan Jack.
Di perjalanan. "Kita harus mencari pacarnya Callista itu dulu, agar kita bisa tahu, apa benar tidak selingkuh dan setia kepada Callista." Ucap Luna langsung mengenakan kacamata hitamnya, bersama Frank dan Jack.
Tiba tiba saja Luna melihat ada pacar Callista dan yang sedang berjalan kaki, menuju suatu tempat. Sontak Luna langsung melepaskan kacamatanya. "Kalian lihat itu, pacar Callista pergi kemana ya. Kita harus mengikutinya, cepat Frank ikuti dia." Ucap Luna kepada Frank yang menyetir mobil tersebut.
"Aman bestie." Ucap Frank mengikuti pacar Callista yang menuju ke suatu tempat.
"Eh, kenapa tempat ini semakin sempit. Dia mau kemana sih?." Bertanya tanya Luna.
Tiba tiba saja pacar Callista masuk ke sebuah gang kecil, dan mobil mereka tidak bisa masuk ke dalam. "Mobilnya tidak bisa masuk ke dalam Luna. Bagaimana ini?." Tanya Frank.
"Kalau tidak bisa, ya kita harus berjalan kaki untuk mengikutinya. Kau berjaga disini saja Frank, biar aku dan Jack yang mengikutinya. Mari Jack." Jawab Luna langsung keluar dari mobil, dan kembali mengenakan kacamata hitamnya.
Luna dan Jack pun mengikuti pacar Callista dari belakang, dan sampai dimana pacar Callista berhenti di depan rumah seseorang. Sontak Luna dan Jack berhenti, dan bersembunyi di dinding lainnya.
Luna mengintip. "Kenapa dia berhenti di depan rumah itu. Siapa yang ada di rumah itu." Ucap Luna dengan pelan.
"Mungkin saja itu adalah selingkuhan dia, makanya itu rumahnya sangat jauh dan sempit begini." Jawab Jack.
__ADS_1
"Kita harus menyiapkan kamera, untuk mengambil foto dan video. Untuk dijadikan bukti kepada Callista, bahwa pacarnya adalah tukang selingkuh." Ucap Luna langsung mengeluarkan ponselnya, dan merekam video.
Tiba tiba saja ada yang keluar dari rumah tersebut, dan ia adalah seorang wanita. "Eh, sayang. Kenapa kamu lama banget datang?." Tanya wanita tersebut kepada pacar Callista.
"Tadi aku harus menemani pacarku yang pertama sayang." Jawab pacar Callista.
"Secepatnya kamu harus memutuskannya, karena kamu hanya milikku sayang." Ucap selingkuhan tersebut, langsung mencium pacar Callista, dan mereka adu lidah.
"Okey, video dan foto sudah aku dapatkan. Ternyata benar, kalau pacar Callista menyelingkuhinya. Mana mungkin pria itu tidak selingkuh, orang Callista saja tidak pernah mencintainya." Ucap Luna tersenyum kepada Jack, dan mereka langsung kembali ke mobil.
Didalam mobil. "Bagaimana, apa kalian menemukan sesuatu yang mencurigakan?." Tanya Frank.
"Benar dugaanku kemarin kan, kalau ternyata, pacar Callista berselingkuh. Dan baru saja mereka beradu ciuman. Dengan begini, Callista dan Marvin bisa disatukan kembali. Mari kita temukan Callista." Jawab Luna bahagia.
"Mari." Sorak Frank dan Jack ikut bahagia.
Mereka bertiga pun langsung mencari keberadaan Callista, karena mereka tidak tahu dimana rumah Callista, dan kelas belajarnya.
"Dimana dia ya, daritadi kita tidak menemukannya?." Bertanya tanya Frank.
Sore pun tiba, dimana mereka benar benar tidak menemukan Callista. "Ini sudah sore Luna, dan kita belum menemukan Callista juga. Dimana dia." Ucap Frank yang sudah kelelahan menyetir mobil.
Tiba tiba saja Luna melihat Callista yang sedang mengobrol bareng pacar Callista. "Itu Callista, berhentikan mobilnya." Teriak Luna yang membuat Frank dan Jack kaget.
"Astaga, kau membuatku hampir terkena penyakit jantung. Dimana dia?." Tanya Frank.
"Itu disana, di luar restoran itu. Cepat kesana." Jawab Luna bersemangat.
"Baru saja tadi pagi dia bersama selingkuhannya, ini sudah sama Callista lagi. Benar benar pria berengsek." Kesal Jack, dan Frank langsung berhenti, dan mereka langsung keluar dari mobil bersama.
Mereka bertiga pun menghampiri Callista, sedang bersama pacarnya. "Hei pria busuk." Ucap Luna langsung memukul meja mereka.
Sontak Callista dan pacarnya kaget, dan langsung berdiri. "Kamu, bukannya kamu Luna kan. Kenapa kamu ada disini, dan kamu Jack, dan Frank. Kenapa kalian ada disini?." Tanya Callista.
__ADS_1
"Kami disini untuk membongkar kebusukan pacar kamu ini Callista." Jawab Luna dengan tegas.
"Maksud kalian apa sih, aku bingung?." Tanya Callista yang bingung.
"Apa maksud kalian disini, mengatai aku pria busuk. Emang kalian tahu apa dariku, hah." Ucap pacar Callista yang bernama James.
"Sebelum itu perkenalkan nama saya adalah Luna"
"Nama saya Frank"
"Dan nama saya Jack, dan siapa namamu?." Tanya Jack.
"Namaku James." Ucap pacar Callista yang bernama James.
"Nah itu lah, kedatangan kami disini, untuk membongkar kebusukan pacar kamu ini Callista. Selama ini dia sudah berselingkuh dibelakangmu, dan dia lebih mesra terhadap selingkuhannya itu." Ucap Luna terus terang.
"Jangan beraninya kau menipu Callista, itu semua tidak benar sayang. Jangan percaya kepada mereka." Ucap James langsung memegang tangan Callista.
"Aku punya buktinya." Ucap Luna langsung mengeluarkan ponselnya, dan menunjukkan video dan foto yang ia ambil tadi.
Sontak Callista melihatnya, dan sangat sakit hati. "Kurang ajar kau." Ucap Callista langsung menampar James.
"Kenapa kamu menyelingkuhiku, padahal selama ini aku sudah baik sama kamu. Kenapa." Ucap Callista tegas.
"Karena kamu sibuk dengan pekerjaan kamu, dan tidak pernah punya waktu untukku. Itu sebabnya aku bosan denganmu, dan mencari wanita lain yang lebih sayang dan punya banyak waktu kepadaku." Jawab James tegas.
"Mulai detik ini kita putus!." Ucap Callista.
"Baik, aku juga tidak akan menyesal putus dari mu, karena selingkuhanku lebih baik darimu. Semoga kau baik baik saja kedepannya. Bay." Ucap James langsung pergi dari tempat tersebut.
Callista pun kembali duduk, sambil menangis. "Sudahlah Callista, pria seperti itu tidak pantas kamu tangisi." Ucap Luna menenangkannya.
"Terima kasih banyak, karena kalian sudah membongkar kebusukan James. Kalau tidak ada kalian, mungkin aku akan menikah dengan pria yang suka berselingkuh. Terima kasih banyak kalian semua." Ucap Callista mengusap air matanya dan kembali tersenyum.
__ADS_1
"Omong omong, kenapa kalian bisa bersama. Apa kalian tidak bekerja, atau kembali pulang?." Tanya Callista langsung menatap mereka bertiga.
"Sebenarnya