
Tiba tiba ada pesan masuk, dan itu adalah pesan dari Marvin. Callista pun langsung mengambil ponselnya, dan melihat pesan tersebut.
Isi pesan tersebut.
" Halo Callista, selamat malam, dan semoga tidur dengan nyenyak." Isi pesan tersebut.
"Astaga, kenapa dia begitu romantis, dan pakai segala mengirim pesan seperti ini. Sungguh menggemaskan." Ucap batin Callista bahagia, sampai lompat lompat di atas kasurnya.
"Sudahlah Callista, besok kau harus bernyanyi dengan Marvin bersama. Dan kau harus menyiapkan diri mu, dengan sebaik mungkin." Ucap Callista langsung meminum semua susu hangatnya, dan langsung berbaring di tempat tidurnya.
"Kau harus tidur, dan jangan sampai terlambat besok." Ucapnya langsung menutup kedua matanya.
Keesokan paginya. Dimana Callista sudah bangun, dan sudah mandi juga. Ia pun langsung mengenakan pakaian dengan sebaik mungkin, dan memainkan pianonya sebentar.
Callista pun langsung memainkan piano tersebut, dengan lagu Ki Kasam Ki.
"Pagi sayang." Sapa neneknya yang sudah memasak sarapan untuk mereka berdua.
Sontak Callista langsung berhenti dan berbalik badan." Pagi juga nenekku sayang. Apa nenek sudah membuat sarapan?." Tanyanya.
"Sudah dong. Kalau begitu, mari kita sarapan dulu." Jawab neneknya kembali ke meja makan, setelah memberitahukannya kepada Callista.
Callista pun langsung menuju meja makan, dan duduk di samping neneknya." Nek, hari ini, aku dan Marvin akan duet bersama nek. Ini adalah hari yang paling bahagia untukku." Bahagia Callista sambil mengunyah makanannya.
"Memang kamu dan Marvin sangat cocok sayang. Semoga kamu dan Marvin, menjadi pasangan yang saling mencintai." Ucap neneknya mendoakan mereka.
__ADS_1
"Terima kasih banyak nenekku sayang. Nenek memang yang paling mengerti." Bahagia Callista sambil mengelus tangan neneknya.
"Pantas saja, tadi nenek lihat kamu sangat cantik. Ternyata kamu mau duet dengan Marvin. Semoga acara kalian sukses ya." Mendoakannya.
"Baik nek. Terima kasih banyak." Sangat bahagia, karena neneknya mendukungnya.
Selesai makan. Callista pun langsung berangkat menuju kelas musiknya, dan tidak lupa, untuk mengecup pipi neneknya, sebelum pergi.
Saat sudah di depan rumah. Ternyata sudah ada geng motor Callista yang menunggu di depan rumahnya." Anyeong Callista." Sapa Marvin sambil melambaikan tangannya.
"Anyeong Callista." Sapa teman teman Marvin.
"Hahahah, sejak kapan kalian pandai berbahasa Korea?." Tanya Callista langsung naik ke motor Marvin.
Disisi lain. Fank, geng motor Drake, sedang mengawasi gerak gerik Callista. Fank pun langsung menghubungi Drake.
Tersambung." Halo Drake. Ada informasi lagi nih." Ucap Fank sambil tersenyum.
"Katakan." Ucap Drake langsung serius.
"Seluruh geng motor Marvin, sedang mengantarkan Callista ke kelas musiknya, dan mereka akan melakukan konser hari ini juga Drake." Jawab Fank menjelaskannya.
"Kita harus menyingkirkan mereka, agar mereka tidak bisa melakukan konser itu juga." Ucap Drake tersenyum tipis.
"Baguslah kalau begitu. Akan saya hubungi lagi Drake." Langsung mematikan ponselnya.
__ADS_1
Disisi lain. Sesampai kelas musik Callista. Merekapun langsung turun dari motornya." Kalau begitu, kami duluan ya Marvin, dan Callista. Ada pekerjaan yang harus kami selesaikan. Dah." Ucap teman teman Marvin, langsung meninggalkan Callista dan Marvin berdua.
"Kalau begitu, mari kita masuk dulu yuk." Ucap Callista tersenyum dan langsung masuk kedalam, bersama Marvin.
Disisi lain. Drake sudah membuat rencana yang akan membuat Marvin dan Callista tidak akan menjalankan pekerjaannya.
Masuk kedalam ruang musik." Pagi bu Keyna." Sapa Callista langsung masuk kedalam, dengan Marvin.
"Eh, kenapa tidak ada orang ya. Apa bu Keyna keluar?." Tanyanya kepada Marvin.
"Entahlah, mungkin saja bu Keyna sedang membeli sarapan." Jawab Callista langsung meletakkan tasnya di atas piano.
Disisi lain. Drake dan teman temannya langsung naik ke motor, dan berangkat ke lokasi kelas musik Callista. Sesampainya." Kalian harus berpura pura, seolah olah memanggil Callista itu. Dan saat dia keluar, langsung tutup mulutnya dari belakang, dan tutup matanya."
"Kain ini sudah aku beri obat bius." Ucap Drake langsung memberikannya kepada temannya, dan pintu kelas musik tersebut ditutup oleh Callista tadi.
Drake dan geng motornya pun langsung turun, dan Drake langsung mengetuk pintu tersebut." Callista, apa anda bisa keluar." Panggil Drake langsung bersembunyi disisi pintu.
Didalam kelas tersebut." Eh, kamu tunggu sebentar ya. Sepertinya ada yang memanggilku. Kamu tunggu disini, dan pelajari musik kamu." Ucap Callista langsung berdiri dan tersenyum kepada Marvin.
"Aman ratu piano. Aku akan duduk dengan tenang disini." Jawab Marvin langsung duduk dan memainkan pianonya.
Callista pun langsung keluar dari kelas musik, dan menutup kembali pintu tersebut. Saat Callista di luar. Tiba tiba saja ada yang menutup mulutnya dengan kain yang sudah di berikan obat bius, dan ia adalah,
__ADS_1