
"Tapi, semua itu tidak semudah yang kami pikirkan. Entah kenapa, pada suatu hari, tiba tiba saja Callista pergi dari kota Inggris. Dan setelah itu, kami terus mencari keberadaan Callista, namun tetap tidak ada. Dan sampai di mana Marvin menemukannya juga di kota London ini."
"Sejak saat itu dia terus memikirkan Callista, dan dikepalanya hanya ada Callista, dan Callista. Karena Callista lah, yang membuatnya jadi orang yang baik, dan penuh kasih sayang sampai sekarang." Jawab Frank menjelaskannya secara detail.
"Fyuh, lega juga aku mendengarkan jawaban dari kalian semua. Aku juga sudah tahu, kalau Marvin tidak pernah mencintaiku, dan dimatanya hanya ada wanita lain." Ucap Luna tidak marah, dan hanya tersenyum.
"Apa kau tidak marah Luna, kalau Marvin tidak mencintaimu?." Tanya Jack.
"Kenapa aku harus marah, lagian Marvin sudah sangat baik kepadaku selama ini, dan dia rela berada disisiku, untuk menemaniku. Walaupun dia melakukannya tanpa cinta. Tapi aku sangat bahagia, karena dipertemukan oleh pria sebaik Marvin." Jawab Luna kembali tersenyum.
"Untunglah kalau kau tidak marah." Ucap Frank menghela nafas panjang.
"Baik semua penonton dan peserta, mohon naik ke atas panggung semuanya, karena juri sudah menentukan siapakah yang layak untuk menjadi pemenang di ajang perlombaan terbesar di kota London ini." Ucap mc tersebut memanggil para peserta, yang ada di ruang istirahat masing masing.
"Eh, itu mc nya sudah memanggil kita. Mari kita langsung kesana." Ucap Luna langsung ke ruang istirahat, untuk memanggil Marvin.
Setelah memanggil Marvin, mereka langsung naik ke atas panggung, bersama peserta lainnya.
Band marcall adalah peserta terakhir dan berada di ujung panggung. Dan Marvin melihat Callista yang sedang duduk bersama pacarnya.
Marvin langsung menundukkan kepalanya, dan seperti tidak ada kehidupan baginya. Luna pun melihat pria yang ada samping Callista.
"Dia siapa?." Tanya Luna kepada Frank dan Jack.
"Dia adalah pacar Callista, dan katanya pacarnya itu adalah ceo perusahaan." Jawab Frank berbisik.
"Tapi kelihatannya Callista tidak mencintainya deh. Apa pria itu senasib denganku juga?." Tanyanya.
"Benar itu, apa mereka pasangan yang tidak saling mencintai. Kita harus menyatukan cinta Marvin dan Callista." Ucap Jack.
"Benar yang kau katakan itu Jack. Besok kita harus mengikuti pria itu, kelihatannya pria itu playboy deh. Kita harus mencari tahu soal pria itu." Ucap Luna kembali berbisik dan Frank, Jack langsung memberikan jempol.
"Kalau begitu, disini saya akan memberitahukan soal siapakah pemenang yang layak untuk mendapatkan piala dan uang senilai 100M. Sebelum itu, beri tepuk tangan yang meriah, untuk masing masing band yang kalian sukai." Ucap mc tersebut ikut bertepuk tangan.
__ADS_1
"Marcall, marcall, marcall." Sorak fans band marcall bahagia.
"Kalau begitu, langsung saja saya bacakan untuk juara ketiga, yang akan mendapatkan piala dan uang senilai 40M, dia adalah grup Strawberry Cute. Beri tepuk tangan yang meriah," ucap mc tersebut.
"Untuk grup Strawberry Cute, untuk ke tengah panggung." Perintahnya.
"Dan juara kedua, akan mendapatkan uang senilai 50M dimenangkan oleh grup Cupid Love, silahkan ke tengah panggung juga." Ucap kembali mc tersebut dengan bahagia.
"Kenapa nama kita tidak ada, apa kita tidak menang?." Tanya Frank.
"Kita hanya perlu berdoa saja, dan jangan jadikan kegagalan sebagai akhir kehidupan." Ucap Marvin.
"Dan yang paling disukai oleh juri dan semua penonton yang ada, dikarenakan tarian dan nyanyian yang sangat damai, dengan alunan lagu yang begitu indah. Dia adalah band Marcall!!." Teriak mc tersebut dengan bahagia.
Sontak band marcall langsung kaget, dan mereka langsung berpelukan bersama. Dan balon balon langsung turun dari atas panggung.
"Wow, sungguh suatu kebanggaan bagi band marcall, karena berhasil membawa 100M pulang. Wow." Ikut bahagia mc tersebut.
"Marcall, marcall, marcall, marcall." Sorak dengan kuat semua fans band marcall.
"Untuk band marcall, apa yang ingin kalian sampaikan, kepada fans fans kalian, yang sudah hadir di ajang perlombaan ini?." Tanya mc tersebut, langsung memberikan mic nya kepada Frank.
"Terutamanya saya sangat bahagia, karena semua fans band marcall ada disini. Itu sungguh suatu kehormatan bagi kami, karena kalian datang jauh jauh hanya untuk melihat kami. I love you buat kalian semua." Jawab Frank kembali menundukkan kepalanya.
"Wow, marcall, marcall marcall." Sontak penonton kembali.
"Mohon diterima piala dan uangnya, dari juri." Ucap mc kembali, dan juri langsung menghampiri mereka, sambil memeluk mereka.
"Selamat, selamat, selamat." Ucap juri juri tersebut.
"Terima kasih banyak, terima kasih banyak." Ucap band marcall sangat bahagia.
Setelah ajang perlombaan, mereka langsung merapikan barang barang mereka untuk pulang.
__ADS_1
"Siapkan barang barang kalian. Get up." Ucap Dixon ikut bahagia, karena berhasil memenangkan perlombaan yang begitu besar di London.
Setelah mereka merapikan dan membereskan alat alat mereka, merekapun langsung keluar dari panggung, dan disambut dengan fans fansnya, dan reporter yang ada.
"Permisi tuan Marvin, siapakah wanita yang hadir dan membantu anda saat salah satu anggota wanita anda terkilir?." Tanya reporter kepada Marvin.
"Dia hanya teman saya saja." Jawab Marvin dengan datar.
"Kelihatannya kalian sangat dekat, dan apa kalian tidak memiliki hubungan yang spesial?." Tanya reporter kembali.
Marvin tidak menjawabnya, dan mereka langsung masuk kedalam mobil dengan tenang. "Astaga, di luar sangat pengap." Ucap Luna langsung menghela nafas panjang, ditengah kesempitan tadi.
"Namanya juga artis terkenal. Mau gimana dong." Ucap Frank sambil menaikkan alisnya.
Marvin melihat dikaca mobil, dan tiba tiba saja ia melihat Callista dan pacarnya sedang keluar dari panggung, sambil berpegangan tangan.
Sontak Marvin tambah bete, dan melihat mereka saling tersenyum. Dan Callista bersama pacarnya, langsung masuk kedalam mobil pribadi mereka.
"Apa aku benar benar tidak ada dihati Callista." Ucap batin Marvin sangat sakit hati.
Luna, Frank dan Jack saling bertatapan dan saling menaikkan alisnya sama sama.
Sesampai penginapan, mereka langsung turun dari mobil. Dan mereka langsung masuk ke dalam ruang penginapan.
"Aku masuk ke kamar dulu, karena aku sangat mengantuk." Ucap Marvin langsung masuk ke kamarnya.
Luna, Frank, dan Jack langsung duduk di ruang tamu, bersama Dixon.
"Kenapa si Marvin itu, kelihatannya dia sedang tidak baik baik saja?." Tanya Dixon.
"Dia lagi kelelahan saja itu Dixon, jadinya bawaannya mau marah mulu tuh anak." Jawab Frank sambil menaikkan alisnya.
"Kalau begitu, besok kalian bisa liburan di kota London, karena tidak ada lagi penampilan, tapi hanya 1 hari saja, dan besoknya lagi, kita sudah harus pulang, karena banyak pekerjaan disana. Dan kalau begitu, aku mau tidur juga, karena lelah." Ucap Dixon langsung masuk ke kamarnya.
__ADS_1
Setelah Dixon masuk ke kamarnya. "Nah, kebetulan banget kan besok kita bisa liburan, dan itu adalah hal bagus, untuk kita