
"Ternyata London begitu indah. Eh, sepertinya aku mengenal wanita itu." Sontak ia kaget karena melihat wanita yang sangat mirip dengan Callista dari belakang.
Sontak Marvin memerintahkan kepada supirnya untuk berhenti. Dan mobil mereka langsung berhenti." Ada apa tuan Marvin, apa ada yang bermasalah, atau ketinggalan?." Tanya supir pribadi mereka.
"Iya nih sih Marvin. Ada apa sih, sampai menyuruh berhenti mendadak. Kau melihat apa?." Tanya Frank sedikit kesal.
Marvin langsung turun." Kalian tunggulah sebentar disini. Aku seperti melihat seseorang yang aku kenal." Jawabnya langsung turun dari mobil, dan mengejar wanita tersebut dan pergi.
"Anak itu memang aneh ya." Ucap Jack kembali memainkan gamenya.
Disisi lain. Marvin mengejar wanita tersebut, dan wanita tersebut semakin jauh." Tunggu, kamu berhenti." Perintah Marvin dari kejauhan, dan terus mengejar wanita tersebut.
__ADS_1
Wanita tersebut langsung menghilang, saat melewati pohon besar. Marvin langsung berhenti dengan nafas yang tidak beraturan." Astaga, apa dia benar benar Callista. Dimana dia sekarang, kenapa dia langsung menghilang." Mencari di bagian pohon besar tersebut.
"Apa dia benar benar Callista. Kalau memang dia Callista, kenapa dia tidak berhenti dan membalikkan badannya ke hadapanku. Atau justru sebaliknya, dia bukan Callista dan hanya mirip saja, dari pakaiannya."
"Argh, dasar Marvin, kau benar benar sudah gila kalau seperti ini. Aku harus kembali ke mobil lagi." Ucap batinnya langsung kembali ke mobil pribadinya, dan teman temannya sudah menunggunya disana.
Sesampai mobil. Ia pun masuk kedalam, dan menghela nafas panjang. Sontak Frank dan Jack langsung menatapnya." Kau kenapa sih Vin. Kenapa tiba tiba minta turun dan seperti mengejar seseorang?." Tanya Frank langsung membuka earphone nya.
"Entahlah, nanti saat di penginapan, akan aku ceritakan semuanya. Aku sangat lelah, dan jalan sekarang pak." Jawabnya langsung menutup kedua matanya dengan lengan tangan kirinya yang diletakkan diwajahnya.
Sesampai penginapan. Mereka bertiga langsung turun dari mobil pribadi mereka." Ini adalah penginapan yang sudah dipilihkan oleh pak Dixon tuan. Kalian bisa tinggal disini untuk beberapa hari," Ucap supir tersebut menjelaskannya.
__ADS_1
"Terima kasih banyak pak, atas penjelasan dan petunjuknya. Kalau begitu, kami masuk dulu, dan jaga penginapan hotel ini." Ucap Marvin dengan nada sedang badmood dan langsung masuk ke dalam penginapan tersebut.
Frank dan Jack hanya bisa saling memandang, dan ikut dibelakang Marvin.
Didalam, Marvin langsung duduk di sofa, dan meletakkan koper dan tas disamping dirinya. Frank dan Jack pun ikutan duduk dan sama sama memandang dirinya.
Marvin merasa kalau dirinya sedang ditatap. Ia pun langsung membuka matanya dan menatap Frank dan Jack, yang masih memandangnya." Kalian kenapa memandangku seperti itu sih. Sudah seperti menangkap buronan?." Tanya Marvin sedikit tegas.
"Kau kenapa sih. Dari pesawat tadi, kau kelihatannya sangat tidak semangat. Ada apa dengan diri mu, kita ini sudah di London, kota yang kita tunggu tunggu sejak lama?." Tanya Frank dengan detail.
"Tadi, saat kita mau kemari. Sepertinya aku melihat Callista, pas aku kejar, ternyata dia sudah menghilang. Aku masih bingung, apa dia Callista atau sekedar mirip saja dari belakang." Jawab Marvin dengan serius.
__ADS_1
"Sudahlah Marvin. Kau harus mencoba