Dia Datang Dan Merubah Hidupku

Dia Datang Dan Merubah Hidupku
Episode 36: Gemetaran


__ADS_3

"Siapa takut, mari kita bertempur sampai mati." Ucap Marvin memanggil temannya.


"Apa benar Marvin seorang pembunuh. Aku tidak menyangka." Ucap batin Callista kembali, sangat tidak menyangka dengan Marvin.


Geng motor Marvin dan Drake langsung berkelahi. Drake memukul bagian perut Marvin, dan ia langsung terjatuh." Bagaimana rasanya. Apa enak?." Tanya Drake tersenyum tipis.


Callista yang melihatnya langsung ketakutan." Astaga, aku jadi bingung dengan mereka, kenapa mereka begini sih." Kebingungan Callista dan hanya bisa bersembunyi dibalik pohon besar.


Tiba tiba Drake melihat ada sesosok wanita yang sedang mengintipnya, dan ia adalah Callista. Sontak Callista langsung bersembunyi kembali, agar ia tidak ketahuan.


"Hampir saja aku ketahuan. Jangan sampai aku ketahuan." Ucap batin Callista langsung gemetaran dan menutup mulutnya, agar tidak berbicara.


Drake tahu kalau ada seorang wanita dibalik pohon besar itu." Aku melihat, ada seorang wanita dibalik pohon itu. Dia pasti Callista. Aku harus memulai rencanaku." Ucap batin Drake.


Drake langsung akting ketakutan." Aku menyerah deh Marvin. Kamu yang menang." Ucap Drake memainkan dramanya.


"Kamu tahu kan kalau aku yang akan menang. Dengan begitu, jangan coba coba memukuliku." Ucap Marvin langsung menampar wajah Drake.

__ADS_1


"Kau pikir aku akan kalah. Tidak semudah itu." Ucap Drake langsung berdiri dan menyondongkan pistolnya ke kepala Marvin, dan Marvin ikut menyondongkan pistolnya ke kepala Drake juga.


"Astaga, kenapa mereka malah bermain tembak tembakan begitu. Padahal itu pistol beneran. Aku tidak sanggup melihatnya." Ucap batin Callista kembali, dan mengintip kembali.


Callista pun langsung menutup wajahnya, dan berbalik di pohon besar kembali." Aku tidak sanggup melihatnya." Ucapnya menahan air matanya.


Drake yang melirik pohon besar tersebut, dan tidak melihat Callista mengintip. Ia langsung menembak teman temannya sendiri.


Bunyi pistol tersebut, langsung terdengar ditelinga Callista." Argh, suara pistol." Ucap batin Callista langsung gemetaran dan ketakutan.


"Argh, suara apa lagi itu." Ucap Callista langsung mengintip kembali, dan betapa terkejutnya ia, karena melihat Marvin menyondongkan pistolnya, dan ada yang mati di hadapannya.


"Marvin membunuh orang, Marvin membunuh orang. Berarti yang dikatakan pria itu tadi benar. Astaga." Ucap Callista langsung ketakutan dan menangis.


"Selama ini, pria yang aku sukai, adalah seorang pembunuh. Dia seorang pembunuh, dan dia sudah membohongiku selama ini. Dugaanku benar selama ini, aku ditipu olehnya." Ucap Callista langsung keluar dari hutan, dalam keadaan menangis kecewa.


Disisi lain." Kenapa dia menembak dirinya sendiri. Aneh." Ucap Marvin bingung dan bertanya kepada teman temannya.

__ADS_1


"Entahlah Vin. Mungkin saja dia sudah menyerah, dan mau bunuh diri saja. Dan teman temannya sudah menghabisi teman teman kita. Dan hanya tinggal kita bertiga." Ucap Frank.


"Kalau begitu, kalian kubur saja mayat mereka dengan baik. Aku mau menemui Callista dulu." Ucap Marvin langsung memberikan pistolnya kepada Frank.


Disisi lain. Callista sudah berhasil keluar dari hutan, dan ia langsung menuju rumah, dengan taxi.


Sesampai rumah. Ia langsung masuk kedalam, dengan wajah masih ketakutan." Nek, nek." Panggil Callista dengan ketakutan.


"Apa sayang. Kamu kenapa, kelihatannya kamu seperti ketakutan. Kamu kenapa?." Tanya neneknya menenangkannya.


"Kita harus pergi dari kota ini nek. Kita tidak akan bisa hidup tenang disini nek, karena ada pembunuh di sekitarku. Kita harus pergi nek." Jawab Callista langsung mengemasi pakaian neneknya, dan pakaiannya juga.


"Pembunuh bagaimana?." Bingung neneknya.


"Sebenarnya,


__ADS_1


__ADS_2