Dia Datang Dan Merubah Hidupku

Dia Datang Dan Merubah Hidupku
Episode 14: Tersandung


__ADS_3

Saat sedang menunggu, tiba tiba ponsel seseorang berdering, dan itu adalah ponsel dari Callista.


"Eh, tunggu sebentar ya. Ada yang menghubungi Callista." Langsung mengangkatnya.


"Halo." Panggilnya.


"Halo Callista. Ini bu Keyna, kamu dimana?." Tanya bu Keyna.


"Saya lagi di restoran bareng nenek dan Greisy bu. Ada apa emangnya?." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Ini, bu Keyna mau kasih tahu kamu. Kalau besok ada kerjaan untuk menghadiri di sebuah panggung malam, di Universitas Flower. Mereka ada wisuda, jadi kamu harus hadir disana, untuk membawakan lagu dan musik kamu. Apa kamu bisa besok." Jawab bu Keyna menjelaskannya.


"Bisa banget bu. Besok kirimkan aja lokasinya, dan malamnya itu, jam berapa bu Keyna?." Tanyanya kembali.


"Jam 20-22.00 malam. Bisa kan kamu ya." Jawab bu Keyna.


"Bisa banget bu Keyna. Aman itu bu Keyna. Apa ada yang lain lagi." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Tidak ada, kalau begitu kirimkan salam saya kepada nenek mu. Dan sampai jumpa besok." Jawab bu Keyna langsung mematikan ponselnya.


Callista pun kembali duduk." Siapa yang menghubungi kamu nak?." Tanya neneknya langsung menatapnya.


"Biasa nek, bu Keyna, mau memberitahukan soal pekerjaan besok. Dan bu Keyna kirim salam kepada nenek." Jawabnya sambil tersenyum.


"Ouh, baiklah." Ucap neneknya ikut tersenyum.


Makanan pun tiba, dan mereka langsung memulai makanan mereka. Selesai makan. Merekapun langsung pulang bersama, karena sudah kenyang.


Sesampai rumah, merekapun langsung masuk kedalam." Kenyangnya. Terima kasih banyak atas makan malamnya Callista sayang. Aku jadi mengantuk, kalau begitu aku tidur dulu ya. Dan selamat malam nek, Callista." Ucapnya langsung masuk kedalam kamarnya.


"Dia selalu saja begitu kalau sudah kekenyangan." Ucap neneknya ngomel.


"Sudahlah nek, nenek juga pasti sudah mengantuk kan. Kalau begitu, mari Callista antar ke kamar nenek." Langsung menuntun neneknya menuju kamarnya.


Sesampai di depan kamar neneknya." Terima kasih banyak sayang. Kamu sudah banyak repot karena nenek. Maafkan nenek ya." Ucap neneknya tersenyum kepadanya.


"Bukan apa apa nek. Ini semua sudah menjadi tanggung jawabku, untuk selalu menjaga nenek. Kalau begitu, nenek langsung tidur dan jangan bangun tengah malam. Nenek selalu saja seperti ini." Jawabnya langsung memeluk neneknya.


"Iya sayang, kamu sama saja seperti ibu mu. Suka mengomel." Ucapnya mengelus rambut Callista dengan lembut.

__ADS_1


"Kalau begitu, Callista masuk ke kamar dulu ya nek, dan selamat malam nenek sayang." Melambaikan tangannya dan langsung naik ke lantai atas untuk ke kamarnya.


Callista pun langsung masuk ke kamarnya dan berbaring. Ia pun langsung melamun dan memeluk bantal gulingnya." Kau tahu guling. Aku sangat menyukai seorang pria, yang sangat pekerja keras, dan menghormati yang lebih tua. Tapi kadang kadang, sopan santunnya hilang juga. Tapi entah kenapa, setiap di dekatnya, jantungku selalu berdebar debar secara tidak teratur. Apa aku menyukainya.


"Kenapa kau tidak mau memberikan saran kepadaku bantal guling. Tahu ah, ngambek sama bantal guling." Langsung melemparkan bantal gulingnya kebawah.


"Ya tuhan, apa aku benar benar jatuh cinta dengan pria yang bernama Marvin itu ya. Aku benar benar mencintainya." Ucapnya senyum senyum sendiri.


Tiba tiba ponselnya berdering." Eh, siapa yang menghubungiku lagi sih. Menganggu kebahagiaanku saja." Langsung mengangkatnya.


"Halo." Panggilnya.


"Halo ratu piano. Ini aku Marvin. Apa kau tidak merindukanku." Jawab yang tidak lain lagi ialah Marvin.


"Eh, Marvin. Jangan mengatakan hal aneh itu lagi kepadaku. Ada apa menghubungiku malam malam begini?." Tanyanya.


"Aku hanya merindukan mu ratu piano. Kau sedang apa?." Jawabnya sekaligus bertanya.


"Aku sedang berbaring di tempat tidur. Kau sedang apa." Jawabnya dan bertanya balik.


"Aku sedang menghubungi mu tapi ini. Masa tidak tahu sih." Jawabnya.


"Ouh, bilang dong dari abad kemarin. Aku lagi santai bareng teman nih, soalnya habis lelah bekerja di pasar." Jawabnya.


"Wah, sepertinya kau pria yang sangat pekerja keras. Aku jadi ingin ikut dengan mu bekerja. Apa boleh ikut dengan mu bekerja?." Tanyanya bahagia.


"Eh, jangan dong." Jawabnya langsung menolaknya.


"Kenapa jangan?." Tanyanya bingung.


"Karena pekerjaan di pasar sayang menyusahkan. Bisa bisa kulit mu, akan hangus terbakar lagi. Mending kamu fokus, ke pekerjaan kamu sekarang." Jawabnya.


"Oh, baikah. Aku tidak akan ikut bekerja dengan mu." Pasrah Callista.


"Apa kamu sudah makan?." Tanya Marvin kepadanya.


"Kalau aku belum makan, emangnya kamu mau kirimin aku makanan." Ucapnya.


"Hahahahh, ya setidaknya kan bertanya ratu piano. Kenapa emosian begitu sih." Ucap Marvin.

__ADS_1


"Kalau begitu, besok aku akan menjemput mu. Dan selamat malam ratu piano cantik." Ucapnya langsung mematikan ponselnya.


"Kenapa dia hanya mengatakan hal itu sih. Hahahaha bikin gemesin. Astaga Callista, kamu harus sadar woy. Belum tentu dia menyukai mu, dasar bodoh." Ucapnya memukul kepalanya sendiri.


"Besok aku harus bangun cepat, karena besok ada pekerjaan." Ucapnya langsung menutup matanya.


Keesokan paginya. Dimana Callista sudah bangun dan sudah bersiap siap untuk sarapan. Saat Callista turun kebawah, ternyata sudah ada Marvin.


"Astaga Marvin. Kenapa kamu ada disini." Ucapnya sedikit kaget.


"Selamat pagi ratu piano. Aku sangat lama menunggu mu diluar, jadi aku memencet bel saja, dan nenek mu langsung membukanya, dan menyuruh ku masuk. Yakan nek." Ucap Marvin sambil mengedipkan matanya kepada nenek Brianna yang sedang ada di dapur.


"Hahahahahah, dasar aneh." Ucapnya tertawa dengan kebohongan Marvin.


"Sarapan sudah siap. Mari maka bersama." Panggil neneknya dari dapur.


"Baik nenek cantik. Kami akan datang kesana." Jawab Marvin dari kejauhan.


Merekapun langsung datang ke dapur." Wow, nenek masak apa. Sepertinya ini enak ya nek." Ucap Marvin.


"Nenek masak ikan goreng, dan sambal cumi cumi." Jawab neneknya.


"Callista, kamu panggil Greisy sana. Sepertinya dia masih tidur itu. Cepat panggil, dan ajak sarapan." Ucap neneknya.


"Baik nek, ini aku langsung kesana." Jawabnya langsung naik ke kamar Greisy dan memanggilnya untuk sarapan.


Setelah Greisy dan Callista turun ke meja makan. Merekapun langsung sarapan bersama." Oh ya Marvin. Kenapa kamu jadi sering kemari ya. Apa kamu menyukai sahabatku ini?." Tanya Greisy sambil menaikkan alisnya.


"Greisy, apaan sih kamu ini. Jangan ngaco deh." Ucap Callista malu.


"Hahahahah, sepertinya begitu sih Greisy. Hahahah, sudahlah, makan sarapan kamu." Jawab Marvin tertawa dengan pertanyaan Greisy.


"Sudahlah, kalian jangan banyak bicara. Cepat habiskan makanan kalian, agar kalian bisa pergi secepatnya." Ucap neneknya.


Setelah sarapan selesai. Callista dan Marvin pun langsung bergegas pergi ke kelas musik.


"Nek, kami pergi dulu ya nek." Ucap Marvin kepada neneknya.


Sat Marvin dan Callista diluar. Tiba tiba saja Callista tersandung batu dan ia langsung di tolong oleh,

__ADS_1


__ADS_2