
''Kenapa Bayu jelek itu ada disini''?.Langit langsung mengomel saat matanya menangkap,kehadiran Bayu yang melangkah dengan cepat memesuki pukesmas,bukan melangkah dengen cepat sebenarnya, tapi laki-laki itu berlari memasuki rumah sakit dengan wajah kawatir.
''Mana kabar bersalin''?tanya laki-laki itu dengan nafas memburu.
''Ayo Tuan''?.Hazel dengan cepat membawa Bayu menuju ruangan bersalin Dara,laki-laki itu bahkan tidak mengindahkan tatapan Langit yang menatapnya penuh kesal.
Persetan dengan Langit,untuk saat ini keselamatan Dara jauh lebih penting.
"Dimana"?.Bayu bertanya dengan wajah tak sabaran.
"Ini,ayo"?.Hazel membuka pintu kamar bersalin.
"Dek"?.Bayu berlari dengan cepat saat melihat adiknya mengelinjang kesakitan,bahkan seluruh tubuh adiknya itu dipenuhi keringat dingin.
"Sabar Ra,Kakak akan membawamu kejakarta"?.dengan satu kali hentakan Bayu langsung mengangkat tubuh Dara yang lemah.
"Sakit Kak"?.pekik Dara lirih,kedua tangannya mencengkram pundak Bayu kuat.
Bayu yang benar-benar kawatir dengan Adiknya itu,sama sekali tidak mengindahkan rasa sakit ditubuhnya,untuk saat ini keselamatan Dara jauh lebih penting dari pada apa pun,dirinya bisa saja membatu persalinan Dara dipukesmas ini,namun mengingat pukesmas ini alat medis dan obat-obatannya terbatas.hingga akhirnya Bayu memilih membawa Dara kerumah sakit milik keluarganya yang ada dijakarta.
"Mau dibawa kemana istri ku"?.bentaknya kuat,kakinya dengan cepat melangkah mengikuti Bayu.
Bayu bergeming,kakinya tetap melangkah membawa Dara menuju helikopter yang membawanya tadi.
Ya,Bayu kekampung itu mengunakan Helikopter yang iya sewa.rasa kawatirnya terhadap sang Adik membuat laki-laki itu rela merogoh koceknya.
''Bayu tante ikut kamu''.Ana berlari menyusul Bayu saat laki-laki itu sudah mendekati Helikopter.
__ADS_1
''Baik Tente,ayo''.jawab Bayu siangkat.
''Langit ikut''.dengan tidak tau malunya Langit langsung melangkah memasuki Helikopter tampa menunggu persetujuan siapa pun.
''Kak sakit''?.Dara yang kini dibaringkan diatas matras kecil kembali mengelinjang,saat lagi-lagi merasakan kontraksi yang datang semakin cepat.
''Iya sabar Ra''?.pinta Bayu lambut,jemari tangannya menari-nari diatas perut buncit sang adik,Bayu melakukan itu agar Dara bisa lebih rilek dan tidak terlalu merasakan sakit lagi.
''Sakit Kak''.melihat Dara yang semakin kesakitan membuat Bayu bingung harus melakukan apa''?.namun saat ini keselamatan adiknya jauh lebih penting.''Biar Kakak periksa sebentar''?.
''Hey apa yang kau lakukan sialan''?.Langit langsung mengamuk saat melihat Bayu menyingkap selimut yang istrinya kenakan.
''Diam Langit''.suara bentakan Ana mampu membuat laki-laki arogan itu bungkam.
Hingga akhirnya Bayu berhasil melihat pembukaan istrinya.
''Tujuh Tante''.jawab Bayu bisa bernafas sedikit lega,Mengingat tadi pada saat dirinya membawa Dara kedalam halikopter,adiknya itu masih pembukaan lima.hingga akhirnya Bayu menyuntikkan induksi agar proses melahirkan adiknya bisa lebih cepat.
Bayu benar-benar tidak tega melihat adiknya menderita seperti ini,Seharusnya adiknya itu sekarang masih kuliah,dan mengahabiskan masa remajanya dengan para sahabat.namun lihatlah,karna keegoisan kedua orang tuanya hingga anak yang menjadi korban.itu juga lah alasan Bayu untuk tidak membenci adiknya itu,lagi pula Dara tidak salah apa-apa disini.
Ana mengusap wajahnya yang sejak tadi sudah sembab,karna terlalu banyak menangis,wanita yang sebenarnya mabuk Darah itu hanya bisa diam didalam pelukan suaminya.
''Sabar Ma,semuanya akan baik-baik saja''.Dika mengusap pungung istrinya lembut.
Sememtara Langit jangan ditanya,laki-laki itu sejak tadi terus saja ingin mendekati istrinya, namum berkali-kali juga Ana melarangnya. wanita paruh baya itu berkali-kali membentak putranya agar jangan bertingkah,apa lagi membuat masalah.
Ana hanya cukup mengatakan.''Jangan kemana-mana Langit atau Mama melempar kamu kebawah sekarang''?.dan benar saja, kata itu benar-benar ampuh,membuat seorang Langit diam tampa perlawanan.
__ADS_1
''Mama tega sekali denganku''.gumamnya pelan,namun masih bisa Ana dengar dengan jelas.
Hampir satu jam perjalanan hingga kini Helikopter yang membawa mereka telah sampai diatas rumah sakit,karna memang disana disediakan lapangan khusus untuk helikopter mendarat,mengingat kadang-kadang pasien dari kalangan atas juga sering melakukan hal ini,maka dari itu pihak rumah sakit menyediakan lapangan khusus diatas gedung.
''Ayo Tante''.kembali Bayu membawa tubuh adiknya yang sudah mulai kehilangan kesadaran menuju ruangan Bersalin.
''Tolong siapkan pendonor siapa tau pasien kekurangan Darah''.setelah mengatakan itu semua Bayu dengan cepat memasuki ruangan bersalin sambil membawa tubuh adiknya.
Kali ini bukan dirinya yang akan membantu Dara bersalin,tapi sebagai kakak dirinya sendiri ingin menyaksikan pekerjaan rekannya,Bayu ingin memastikan apa yang dilakukan rekannya harus mengunakan pasilitas terbaik,obat terbaik dan juga penanganan terbaik.
Dirinya tidak mungkin membantu persalinan Dara,karna Dara adalah adiknya.namun Bayu pikir tak ada salahnya juga dirinya ada disini sebagai penyemangat untuk adiknya,Bayu tau jika sekarang adiknya itu dalam masalah.
''Dok,sudah bukaan berapa''?.tanya Bayu saat seorang dokter wanita baru saja memeriksa bukaan sang adik.
''Sembilan Dok''.
Bayu menarik nafasnya lega,akhirnya apa yang dirinya takutkan tidak akan terjadi,dirinya tak habis pikir kenapa adiknya sampai seperti ini''?.bukankah kehamilan Dara baru tujuh bulan''?.lalu apa ini''?.
Ah,untuk itu nanti saja dirinya pikirkan,yang terpenting sekarang keselamatan adiknya dulu.
''Ra jangan pingsan Dek''?.
🍓🍓🍓🍓
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏
__ADS_1
Tbc.