Dibarter Ayah Tiriku

Dibarter Ayah Tiriku
Par 72


__ADS_3

''Tolong belikan sarapan untuk istri saya''.membuka dompetnya dan meraih beberapa lembar uang."Sekalian untuk kalian,ingat kalau mau mandi gantian,jangan sampai tempat ini ditingal tanpa menjagaan''.


''Baik Tuan''?.jawab Alex sedikit menunduk hormat, jemari tangannya meraih uang yang diberikan Langit.


Tampa menjawab,Langit langsung melangkah pergi diikuti Hazel dari belakang.


"Apa kau sudah menemukan siapa pelaku penusukan Ibunya Dara"?.Langit bertanya setelah dirinya duduk didalam mobil.


Hazel gelagapan, matanya melirik Langit sekilas


"Kenapa"?.menatap Hazel curiga.


"Maaf Tuan, sampai saat ini pelakunya belum ditemukan. tapi dari sidik jari yang ditemukan, pelakunya Nona Mauren tuan"?.


"Brak"?.Langit menendang kursi yang diduduki Hazel keras.


"Apa maksudmu"?.bukankah wanita sialan itu masih dalam tahanan"?.


"Maaf Tuan"?.Nona Mauren kabur sehari sebelum kita berangkat kejawa kemaren".lirih Hazel takut-takut.bahkan laki-laki itu langsung memajukan duduknya karna takut Langit menendang kursinya lagi.


Dan benar saja, baru saja Hazel memajukan tubuhnya goncangan dikursinya langsung terasa.


"Hifh"?.aku bisa jantungan kalau begini terus"?.gerutunya pelan,sangat pelan.


"Kau bicara apa"?.


Langit pasti bisa mendengar apa yang asistennya katakan.meskipun Hazel mengumpat dalam hati.


Hazel melupakan sesuatu,bahwa bosnya itu adalah seorang cenayang.


"Tidak ada Tuan"?.saya hanya mengatakan kita sudah sampai"?.


Langit menoleh keluar jendela mobil,dan benar saja,kini mobil yang dirinya naiki sudah terparkir didepan perusahaan miliknya.


"Silahkan Tuan"?.Hazel dengan cepat membukakan pintu mobil.kepalanya sedikit membungkuk tanda hormat.


"Jangan kau pikir pembahasan kita tadi sudah selesai Hazel"?.kecamnya dengan tatapan tajam"Temukan wanita sialan itu secepatnya,aku kasi kau waktu satu minggu. jika tidak kau temukan juga''?. siap kau"?.tudingnya dengan wajah penuh ancaman.


"Glek".


Hazel meneguk ludahnya kasar,detik berikutnya laki-laki itu langsung mengikuti langkah sang Bos yang sudah melangkah duluan.

__ADS_1


"Meeting pukul berapa"?.


"Pukul sembilan Tuan"?.


"Hem"?.hanya bergumam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ditempat lain


"Hey''.bukannya kalian anak buah Langit"?.Ana melangkah mendekati Alex yang sejak tadi masih setia menjaga kamar rawat Inap Tini.


"Iya Nyonya"?.laki-laki itu sedikit membungkuk tanda hormat.


''Ngapain kalian ada disini''?.siapa yang sakit''?.mata wanita itu menatap anak buah putranya curiga.detik berikutnya wanita itu langsung melangkah memasuki ruangan perawatan Tini.


''Nyonya tunggu''?.Ana sama sekali tidak mengindahkan pangilan Alex. wanita gempal itu langsung melangkah memasuki ruangan yang ditempati Tini.


''Siapa kamu''?.tanya wanita gempal itu dengan nada ketus.dirinya memutari seseorang yang kini duduk membelakangngi dirinya''Kamu''?.tunjuknya dengan wajah tidak percaya.''Ngapain kamu ada disini''?.bukankah kamu kemaren sudah pergi jauh dari purta saya''?.


Tini yang memang sudah siuman beberapa saat yang lalu langsung membuka matanya.''Kamu siapa''?.lirihnya pelan,mata wanita paruh baya itu memercing menahan sakit diperutnya yang kemaren ditusuk.


''Ini siapa lagi''?.bukannya menjawab Ana malah balik bertanya.


''Hah''?.terkejut saat melihat perut buncit istri putranya itu''Kamu hamil anak siapa''?.ketusnya,benar-benar terkejut.


''Nyonya sudah,jangan rubut lagi,ini rumah sakit''.Alex mencoba melerai,berharap wanita subur itu mau mengerti.namun bukannya diam Ana malah semakin menjadi-jadi.


"Ouww''.anak kamu ya''?.menunjuk Alex dengan tatapan tajam.


''Astaufirullah,tidak nyonya,itu anak Tuan,Cucu Nyonya''.bantah Alex memang benar adanya.


Ana tertawa lepas.''Kau pikir aku anak kemaren sore yang bisa kau bohongi''?.menatap semua yang ada disana sinis.


''Tapi itu kenyataannya Nyonya''?.Alex melirik Dara yang sejak tadi hanya diam saja,laki-laki itu berharap Dara mau bersuara untuk membela dirinya.


Namun nyatanya wanita itu hanya diam membisu,membuat Alex gusar sendiri.


Kembali terdengar suara tawa Ana yang mengelegar membuat Alex bergidik sendiri''Ternyata kalian memang benar-benar parasit ya''?.menatap Tini dan Dara bergantian.''Pertama anaknya menyusahkan anak saya, sekarang ditambah ibunya.ck..ck..ck..memang benar-benar kompak untuk memoroti putra saya"?.


"Stop Nyonya''!. saya memang orang miskin, tapi jangan pernah menilai saya serendah itu''.Dara yang sudah tidak tahan mendengar ibunya dihina langsung bersuara.''Sudah berapa banyak harta Nyonya yang sudah saya ambil''?.kesalnya dengan dada naik turun.

__ADS_1


Kelakuan Langit saja sudah membuat hidupnya tertekan,ditambah lagi ibu mertuanya,ya tuhan hidupnya bisa hancur, bisa-bisa dirinya gila jika diam terus dengan kesakitan ini.


''Waw''?.bertepuk tangan.''Brani sekali kamu sama saya''?.menatap menantunya penuh ancaman.


''Untuk apa saya takut dengan Nyonya, karna Nyonya juga manusia,sama seperti saya,kita hanya beda status nyonya,Nyonya kaya raya, sementara saya miskin.bukan begitu Nyonya''?.Dara balas menatap wanita gempal itu dengan tak kalah tajam.


''Oh ok,saya akan buktikan kau akan menyesal sudah berbuat seperti ini pada saya''.setelah mengatakan itu semua Ana dengan cepat melangkah meningalkan ruangan perawatan Tini.


''Ya tuhan"!.Dara terduduk dikursinya,tatapan matanya sayu.


''Dia siapa Ra''?.tanya Tini yang sejak tadi hanya bisa menyimak,karna wanita itu binggung,siapa sebenarnya wanita gendut yang mengamuk diruangan rawatnya''?.


''Mamanya Mas Langit bu''.balas Dara lirih.matanya memercing menahan keram diperutnya,sejak tadi dirinya sudah merasa tidak nyaman. namun wanita hamil itu masih mencoba menahannya dan sekarang rasanya semakin sakit.


''Kok marah-marah sama kamu''?.Tini menatap putrinya iba,semua ini membuat wanita itu dejavu,Tini masih ingat saat ibu mertuanya marah besar dan meminta suaminya untuk mentalaknya saat itu juga,suaminya yang takut durhaka jika melawan ibunya langsung melakukan apa yang ibunya minta.


"Ya tuhan, jangan sampai putriku merasakan apa yang aku rasakan"?.batinya kawatir apa lagi saat ini putrinya juga dalam keadaan mengandung.


"Ngak marah kok bu, itu hanya ucapan sayang"!.celetuk Dara membuat Alex yang sejak tadi masih berdiri disitu tersedak ludahnya sendiri.


"Ya sudah ibu istirahat dulu, Dara mau keluar sebentar cari angin"?.


"Tapi kau belum bercerita dengan ibu kemana kau pergi selama ini"?.Tini masih merengek, agar anaknya mau menceritakan kemana putrinya itu beberapa bulan ini,karna setiap kali dirinya bertanya dengan anak buah langit bahkan dengan menantunya sekalipun, laki-laki itu tetap diam tidak mau menjelaskan apa pun.


"Lain kali Dara cerita, sekarang Ibu istirahat dulu"?.Dara mengusap pungung tangan ibunya dan mengecupnnya berkali-kali, terakhir dirinya mengecup kening Tini cukup lama.


"Maafkan aku Bu''!. aku tidak bisa menceritakan semuanya,biarlah ini menjadi kenangan untukku,aku janji setelah ibu sembuh,aku akan membawa ibu tinggal bersama,Dara janji Bu"?.


"Janji"?.menatap putrinya penuh harap.


"Janji".ya sudah ibu istirahat dulu,biar cepat sembuh"?.


"Kalau ibu sembuh kita bisa tinggal sama-sama kan"?.pertanyaan Tini membuat mata wanita hamil itu terpejam sejenak.


"Itu juga yang kuinginkan Bu"?.batinya.


"Iya bu"?.jawabnya singkat,detik berikutnya Dara langsung melangkah keluar dari ruang rawat Ibunya.


🍓🍓🍓🍓🍓


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.

__ADS_1


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏


Tbc.


__ADS_2