Dibarter Ayah Tiriku

Dibarter Ayah Tiriku
Par 92


__ADS_3

''Sini Mas bantu''. Langit membantu istrinya mengenakan ********** kembali,setelah keduanya selesai bermadu kasih.


Dara hanya bisa diam saja,sejak tadi wanita itu kesal dengan tingkah suaminya yang tidak tau tempat.jika sudah mengiginkan dirinya.


Suguh wanita hamil itu benar-benar malu dengan Hazel,Dara yakin Hazel mendengar dan tau apa yang baru saja mereka lakukan.


''Sini Mas bantu''.Langit dengan cepet meraih kepala istrinya dan membantu wanita itu memperbaiki Hijap istrinya yang berantakan akibat ulah dirinya.''Sudah cantik ayo turun, jangan cemberut terus.nanti cantiknya hilang''.


Dara hanya tersenyum masam,detik berikutnya wanita hamil itu langsung turun Dari mobil,setelah Langit membukakan pintu dan membantunya keluar.


''Dara malu Mas''.lirihnya.


''Malu kenapa''?.


Haduh,Dara menarik nafasnya panjang.apa Langit tidak melihat pakaian yang dirinya kenakan sudah berantakan,yang lebih memalukan saat mengingat Hazel yang tadi menjadi saksi apa yang telah mereka lakukan.


''Ya,malu Mas''.gumamnya dengan pipi merona merah.


''Mau Mas gendong atau jalan sendiri''?.ancamnya,karna istrinya itu masih berdiri ditempatnya semula


''Jalan sendiri''.mendengar ancaman Langit membuat Dara melangkah cepat.hingga meningalkan Langit yang melongok melihat dirinya yang sudah menjauh.


''Ra pelan-pelan Ra,anak Mas jangan dibawa lari-lari''?.Langit langsung kelimpungan saat melihat istrinya melangkah semakin cepat.


''Pelan-pelan sayang''?.Langit langsung menyergap istrinya dari depan.membuat karyawan yang ada disana menatap mereka terkejut.


''Adiknya hamil ya Pak''?.celetuk karyawan yang selalu tebar pesona pada Langit.


''Siapa bilang dia adik saya''.ketusnya dengan mata melirik tajam karyawan yang bertanya tadi.''Dia istri saya''.


Sontak jawaban Langit membuat para karyawan terkejut.bahkan ada yang bersik-bisik mengatakan Istri bosnya sangat beruntung.ada pulang yang kecewa dan mengatakan patah hati.alhasil hari ini hari patah hati wanita satu kantor.


''Ayo sayang, jangan lari-lari lagi''.pintanya lagi. detik berikutnya Langit langsung mengengam jemari istrinya lembut dan membawa wanitanya itu menuju life khusus presdir.


🔥🔥🔥🔥🔥


Dipantry


''Bapak mau apa''?.Mega menatap Hazel yang ada didepannya heran.


''Nikah yuk''?.


''Hah''?.wanita itu sampai mengaga mendengar apa yang baru saja Hazel katakan.detik berikutnya terdengar tawa lepas dari bibirnya,bahkan matanya sampai mengeluarkan air.


''Diamlah''.Hazel langsung mengecup bibir yang sejak tadi mentertawakan dirinya,Nafsu yang sudah sejak tadi memuncak membuat laki-laki itu kehilangan akal.jemari tangannya mangkap pergelangan tangan Mega yang sejak tadi pemukul-mukul dadanya.

__ADS_1


''Ayo ikut aku''.tampa menunggu jawab Dari Mega,Hazel langsung menarik wanita yang bekerja sebagai Ob itu menuju life dan turun kelantai dasar.


''Pak,saya mau kerja''.jerit Mega hingga mengundang para karyawan menoleh dan menatap keduanya heran.


''Lah,ngapin tu Ob ditarik Pas Hazel''?.celetuk karyawan satu.


''Tau ah,palingan diminta bersihin apartemannya''.celetuk karyawan yang satunya santai.


''Iya kali buat bersihin aparteman,gue ngak yakin tu''.


''Trus,maksud lu keduanya ada hubungan''?.


''Hubungan ranjang kali,lagian Pak Hazel mana level sih sama Ob''.


''Iya ya''.


🔥🔥🔥🔥


Dimobil Hazel.


''Buka pintunya Woy...''???.menjerit kejar. bahkan Mega sampai menendang-nendang pintu mobil untuk membukanya namun gagal. karna pintu mobil sudah terkunci Hazel terlebih dahulu.


"Diamlah,kau hanya akan membuang tenagamu"?.Hazel menatap wanita disampingnya dingin.


Entah apa yang laki-laki itu pikirkan"?.yang jelas, tekatnya sudah bulat untuk menikahi Mega.


"Dimana alamat kamu"?.tanya Hazel tampe melirik wajah kesal Mega.


Mega mendengus kesal.wanita itu sama sekali tidak ingin menjawab.


"Kau mau aku menikahimu atau aku memperkosamu sekarang juga"?.bentak Hazel membuat Mega bergidik.hingga spontan memberitahukan alamat rumah miliknya.


"Perumahan elit"?.gumam Hazel."Apa orang tuamu bekerja disana"?.


Mega bergeming.wanita itu hanya diam saja memasang wajah datar.


"Rumah yang mana tempat orang tuamu bekerja"?.tanya Hazel setelah mobil sampai didepan gang perumahan elit.


"Rumah nomor 102". jawab Mega malas.


Hazel kembali melajukan mobilnya dengan pelan,sengaja laki-laki itu membuka kaca mobil dan menoleh keluar,untuk mencari rumah yang dimaksud wanita disampingnya.


"Itu dia"?.gumamnya menunjuk rumah yang terdapat angka 102 ditemboknya."Ayo turun"?.pintanya,kepala laki-laki itu menoleh pada Mega yang hanya diam saja tatapan matanya menatap lurus kedepan entah apa yang wanita itu pikirkan"?.


"Ayo turun"!.pintanya lagi.

__ADS_1


Mega masih diam tarapan matanya terlihat datar.


"Kau membohongiku"?.bentak Hazel membuat Mega tersentak.


Hazel berinsut mengikis jarak diantara mereka."Katakan atau kau ku perawani sekarang"?.bisiknya tepat ditelinga Mega. membuat wanita itu spontan mendorong dadan Hazel kuat hingga laki-laki itu terhuyung kesamping.


"Kau"?.kesalnya dengan cepat menarik lengan Mega saat wanita itu berniat ingin keluar dari mobil.


"Lepas,dasar laki-laki gila ngak ada otak. tolong"?.belum sempat suara Mega keluar. bibirnya kembali dibungkam Hazel.tangan kanan laki-laki itu dengan cepat menaikan kaca jendela mobil.setelah berhasil menaikan kaca jendela mobil.kedua tangan laki-laki itu membuka sabuk pengaman yang dikenakan Mega,tangan kekernya nengangkat tubuh ramping wanita itu diatas pangkuannya.


Setelah berhasil membawa Mega kepangkuannya,kedua tangan Hazel dengan cepat merayap masuk kedalam setelah Ob yang Mega kenakan.


"uuffhhh" entah sadar atau tidak"!. namun perlakuan Hazel yang begitu lembut,mampu membuat Mega ikut terhanyut dan langsung membalas cuman penuh nafsu dari Hazel.


Melihat Mega yang sudah mulai dikuasai Nafsu.jemari tangan Hazel perlahan turun kebawah,sepertinya kedua manusia itu lupa dimana mereka sekarang"?.


Merasakan Ada yang meraba-raba pusarnya Mega dengan cepat menangkap lengan Hazel.


Hazel yang sudah diliputi nafsu langsung mencari cela lain,tangannya dengan cepat berpindah kembali pada Dada Mega.


"Aku mengiginkan-mu"?.bisiknya lirih.setelah ciuman keduanya terlepas.


Mega gelagapan,wajahnya terlihat memerah. bahkan spontan wanita itu ingin turun dari pangkuan Hazel,namun lengan kokoh Hazel dengan cepat menahannya."Tetaplah disini"?.pinta Hazel yang tidak mau Mega melihat adik kecil yang sudah berdiri tegak.


"Tapi"!.


Belum sempat Mega bersuara Hazel kembali mendaratkan kecupan dibibir wanita itu,kecupan yang begitu dalam dan menuntut,bahkan berkali-kali Mega memberontak.namun laki-laki itu sama sekali tidak perduli.


"Tok..tok..tok".


Suara ketukan dijendela mobil membuat ciuman keduanya terlepas.


"Buka pintunya"?.teriak beberapa orang yang ada diluar mobil,membuat Mega mau pun Hazel terlihat panik.


"Mampus aku"?.gumam Hazel,sepertinya laki-laki itu baru menyadari dimana dirinya sekarang.


"Bagai mana ini Pak"?.panik Mega saat melihat orang yang berkerumun diluar mobil semakin ramai.


"Keluar cepat"?.


🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2