Dibarter Ayah Tiriku

Dibarter Ayah Tiriku
Par 105


__ADS_3

''Mama,mana selimut kesayangan Langit''?.


''Ck''.Ana berdecak.melihat kelakuan putranya itu,selimut kesayangan kalian mau tau''?.selimut kesayangan yang Langit maksud selimut yang pernah dirinya bawa dari rumah miliknya,selimut kotor yang pernah putranya itu pakai bedua dengan Dara.


''Dicuci bibik''?.pekik Ana dari bawah.


''Kenapa dicuci Ma''?.Langit dengan cepat melangkah menuruni tangga,wajahnya memerah dan ingin menangis.


''Selimut busuk,kenapa ngak boleh dicuci, kamar kamu itu bau tau ngak''?.Ana kesal sekali melihat kelakuan putranya.Langit sudah bukan anak-anak lagi tapi kelakuannya tak lebih daru anak empat tahun cengeng,manja dan keras kepala.


''Mama kenapa tega sama Langit''?.sudah mulai meneteskan air mata,membuat Ana menatapnya tak percaya.sementara Dika sudah tergelak duluan melihat tingkah putranya.


''Ya Allah''?.Ana mengusap wajahnya frustasi, wanita paruh baya itu benar-benar kehabisan kata-kata untuk menghadapi putranya.


''Langit ngak bisa tidur kalau ngak ada selimut itu ma''?.tangisannya semakin pecah, membuat Ana melangkah mendekati putranya dan menempeleng Langit dengan gemes.


''Ambil sana didapur,pinta sama Bik Ijah''?.setelah berkata seperti itu Ana langsung memijat kepalanya yang pening, sementara Langit sudah berlari memasuki dapur.


Tawa Dika semakin pecah saat melihat Langit berlari kedapur,bahkan putranya itu menjerit histris saat Bik Ijah bilang selimut busuknya itu sudah dicuci.


🔥🔥🔥🔥


Sudah empat tahun Langit dan Dara terpisah dengan jarak yang begitu jauh,Langit sendiri tidak tau dimana keberadaan istrinya itu sekarang,namun meskipun begitu dirinya masih mengirimkan uang setip bulannya pada rekning Dara yang dirinya buat,itu pun Dara mau menerimanya atas peksaan dari Tini Ibunya.


"Papa"?.seorang bocah laki-laki berusia empat tahun kini berlari menghampiri Papanya.


"Waaah.. jagoan Papa,sudah mandi rupanya"?.setiap pagi sebelum berangkat kekantor Langit pasti menyempatkan diri untuk mampir dulu kerumah mertuanya.bahkan kadang-kadang laki-laki dewasa itu menginap dirumah Anggra.


"Papa,Bumi kangen".


Langit menarik tubuh putranya dan membawanya kedalam dekapan."Papa juga kangen sayang".mengecup seluruh wajah tampan putranya membuat Bumi tergelak karna geli.


"Sudah Papa geli"?.pintanya sambil tertawa.


"Ok,hari ini akan Papa ampuni,tapi lain kali tidak akakn Papa beri ampun"?.ucapnya sambil mencubit gemes pupi caby putranya.


"Opa sama Oma mana"?.menoleh kekiri dan kekanan.


"Ngak tau,tadi pagi-pagi Opa sama Oma sudah pergi".


Langit menarik putranya diatas pangkuan,kini kedua laki-laki itu duduk disofa ruang tamu."Opa sama Oma kemana"?.mengusap lembut kepala putranya.


"Ngak tau"?.balas Bumi lagi."Pa Bumi boleh ikut Papa ngak"?.mata Hazel Bumi berkedip-kedip berharap apa yang dirinya inginkan dikabulkan sang Papa.


"Boleh,ayo"?.Bocah mengemaskan dan tampan itu sangat cerewet dan juga keras kepala seperti dirinya,membuat Langit kadang-kadang kewalahan menghadapi tingkah polah Bumi yang tidak pernah mau mengalah jika sudah mengiginkan sesuatu.


''Hore''?.Bumi bersorak senang kedua tangannya terangkat keatas.


''Ayo berangkat jagoan Papa''?.mengusap kepala putranya lembut.detik berikutnya langsung mengendong tubuh gempal sang purta.


Langit hanya berharap satu,jangan sampai putranya mengikuti bobot tubuh sang Mama yang gemuk dan pendek,kan ngak lucu kalau putra Langit Mahardika pewaris perusahaan miliknya memiliki bobot tubuh seperti lembu.

__ADS_1


''Hazel bantu ambilkan perlengkapan putraku dikamar''?.


''Baik tuan''?.Hazel dengan cepat berlari memasuki kamar Bumi dan mengambil semua kebutuhan yang mungkin akan diperlukan bocah menyebalkan itu.


Iya benar,Bumi memang semenyebalkan itu. dirinya bahkan sering dikerjai putra bosnya itu setiap datang kesini atau mungkin saat Langit membawanya jalan-jalan.


Kampret.


''Sudah Tuan''?.Hazel langsung memasuki mobil karna kedua laki-laki peling menyebalkan didalam dunia itu sudah masuk dalam mobil,bibir keduanya mengoceh panjang lebar. membuat kuping seorang Hazel budek.


Serius,benar-benar budek.bagai mana tidak''?. Langit tak segan-segan mengeluarkan sifat abstrutnya didepan Bumi,membuat kedua manusia itu terlihat sangat serasi.


Hufh,sepertinya Hazel harus mempunyai stok sabar yang banyak,dirumah dirinya harus menghadapi kelakuan istrinya yang tak kalah menyebalkan dan membuat kepalanya pusing.


"Lama-lama seperti ini aku bisa mati muda"?.batinya.


"Hazel apa sekretaris penganti Jessi sudah kau dapatkan"?.


"Sudah tuan,mungkin hari ini dia akan masuk"?.


Langit mnegangukkan kepalanya."Baguslah kalau begitu,aku sangat kesusahan kalau tampa sekretaris.kau sama sekali tidak bisa kuandalkan.


"Ck".Hazel bersecak selalu saja menyalahkan dirinya jika ada yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan bosnya itu.padahal dirinya sudah berusaha memberikan yang terbaik untuk bosnya itu,namun Langit masih tetap tidak bersukur,apa lagi berterimakasih.


Kata terimakasih itu sangat jauh sekali bahkan tidak akan pernah Langit ucapkan.


Sontoloyo.


Tendangan dibelakang kursi membuat Hazel terkesiap.


"Ada apa Tuan"?.keluhnya,jemari tangannya mengusap dadanya yang berdebar.pulang dari kantor sepertinya dirinya harus periksa jantung.


"Kantornya kelewatan bodoh"?.


"Oh,maaf tuan"?.kebanyakan melamun otaknya jadi beleng dan bodoh.


Sialan.


"Ck".pikiranmu melayang entah kemana, kenapa kau"?.meledek."Apa tadi malam tidak dapat jatah"?.celetuknya lagi membuat Hazel mendelik.


"Jaga bicaranya tuanyada anak kecil disini"?.


"Ck".Om ini,Bumi sudah dewasa Om"?.celetuk Bumi dengan bibir mengerucut kesal,karna disebut anak kecil.padahal dirinya merasa sudah dewasa.


Mendengar apa yang putranya katakan membuat Langit terkekeh,apa lagi melihat wajah kesal Hazel membuat laki-laki itu akhirnya tergelak.


"Terserah tuan muda saja"?balas Hazel malas, percuma saja berdebat dengan Langit dan Bumi.toh pemenangnya tetap mereka.


Buang energi.


"Ayo sayang"?.Langit meraih tubuh mungil putranya dan membawanya kedalam gendongan.

__ADS_1


"Kau kalah sekarang"?.bisik nya pada Hazel membuat laki-laki itu bersungut-sungut tak jelas.


"Tuhan kapan aku mardekanya"?.jerit Hazel frustasi.


"Bumi main disini ya".mendudukkan putranya disofa panjang yang ada didalam ruangan miliknya."Papa mau kerja dulu"?.mengusap kepala putranya dengan lembut.


"Ok Pa"?.


"Hazel pangil sekretaris barunya suruh menghadapku"?.pintanya.


"Baik Tuan"?.


Hazel langsung melangkah pergi keluar dari ruangan sang Bos dan melangkah menuju meja sekretaris.


Detik berikutnya kembali masuk keruangan Langit.


"Tuan ini"?.Hazel menunjuk wanita yang sejak tadi mengunakan masker tampa mau membukanya sedikitpun.


Mata Langit menyipit."Apa kau punya penyakit menular"?.celetuknya.


Membuat Hazel terkekeh.


"Diam Zel,aku lagi serius".wajahnya sudah mulai kesal.


"Mungkin dia takut tuan melihat wajahnya"?.


"Kenapa"?.kakinya melangkah memutari meja dan mengelilimgi wanita yang sejak tadi hanya menunduk tampa suara.


"Karna dia takut tuan menyukainya"?.celetuk Hazel membuat Langit menghentikan tingkah konyolnya.


"Cih,mana ada begitu.cintaku hanya untuk Dara seorang,tidak ada Dara yang lain lagi"?.kakinya kembali melangkah mendekati kursi kebesarannya dan kembali duduk disana."Buka maskermu,aku tidak ingin bekerja dengan manusia bertopeng sepertimu".


"Mama"?.Bumi malah berlari mendekati wanita yang sejak tadi berdiri disana dengan wakah menunduk.


"Dia bukan Mama kamu Bumi"?.kakinya dengan cepat melangkah mendekati putranya dan meraih tubuh mungil itu kemudian mengendongnya.


"Dia Mama Papa"?.masih menunjuk sekretaris Aneh Papanya,membuat Langit kesal sediri.


"Kepalamu"?.ketsunya."Dia bukan Mamamu".Mamamu entah kemana''?. hilang kali"?.celetuknya kesal,Dara memang kelewatan,sudah bertahun-tahun meningalkan dirinya tanpa kabar,tampa memberitahukan alamat kuliahnya,bahkan berkali-kali Langit memohon pada Anggara,Tini dan Bayu dimana Dara kuliah tak ada satu pun yang mau memberi tahukan dirinya.


Sialan semuanya.keluarga istrinya itu kompak menyiksa dirinya.


"Turunin Bumi Papa"?.bocah kecil itu masih merengek,bahkan tubuhnya bergoyang-goyang kesana kemari,membuat Langit kewalahan dan menurunkan putranya.


"Mama kenapa suka sekali pakai masker''?. buka Ma"?. jemari mungil Bumi menarik-narik tunik yang wanita itu kenakan.


🍓🍓🍓🍓🍓


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2