Dibarter Ayah Tiriku

Dibarter Ayah Tiriku
par 46


__ADS_3

Setelah kepulangan Kamal dan juga Maman, Langit melangkahkan kakinya kembali menuju kamar.


Terdengar isak lirih yang berasal dari kamar mertuanya,Langit tau apa alasan istrinya itu menangis. namun laki-laki itu memilih diam dan membiarkan istrinya menyelesaikan masalah pribadinya sendiri.


Dirinya tidak mau ikut campur, karna masalah hidupnya saja sudah menumpuk.hingga membuat kepalanya pusing.


Selesai Mandi, laki-laki itu mengenakan pakaian miliknya kemudian kembali melangkah keluar kamar.


''Mas jangan membuat keributan,ada mantu kita dirumah,malu Mas''.terdengar suara kasak kusuk dari dapur, membuat laki-laki itu menyipitkan matanya.


Kakinya perlahan melangkah menuju dapur.


"Oh laki-laki gila judi ini"?.batinya acuh,saat melihat Ayah tiri istrinya disana.kakinya kembali melangkah mencari keberadaan sang istrinya.


"Kemana perginya rubah peliharanku"?.gumamnya pelan.kepalanya menoleh kekiri dan kekanan.


"Woy''??.kau gila ya"?.tampa sadar umpatan itu keluar begitu saja dari bibir Langit,saat melihat istrinya kini nagkring diatas pohon mangga yang lumayan tinggi."Turun"?.pintanya.kakinya melangkah turun dihalaman rumah"Apa yang kau lakukan dasar monyet betina kau ini"?.geramnya.tangannya melambai-lambai, kepalanya mendongak keatas.berharap istri kecilnya itu segera turun,namun nihil.wanita itu masih diam tampa perduli apa yang iya katakan.


''Turun kubilang, apa kau tuli''?.kesal sekali rasanya melihat tingkah istrinya kecilnya itu


"Kenapa dia suka sekali memanjat".dasar bocah"?.batinya semakin kesal karna istrinya itu tak kunjung turun.


"Woy turun kau"?.pintanya lagi yang berusaha untuk ikut naik keatas pohon,namun nihil. karna dirinya sejak kecil sama sekali tidak bisa memanjat.


"Payar".suara pecahan kaca membuat wajah Dara yang tadinya datar kini terlihat cemas.


"Ibu"?.jeritnya dan langsung bergegas turun.


"Mampus kau"!.kusuruh turun kau tidak mau"?.masih dengan kekesalannya,mata laki-laki itu menatap punggung Dara yang bergegas melewati dirinya dan berlari menaiki rumah.


"Ck dasar rubah sialan"?.umpatnya lagi, namun tak hayal kakinya juga ikut melangkah memasuki rumah mertuanya itu.


"Ayah jangan sakiti Ibu yah"?.


Langit mematung,saat melihat mertuanya menjambak rambut Tini dengan sangat kuat hingga wanita paruh baya itu memercing menahan sakit.


"Owh ha..ha..ha putri cantik Ayah"?.gumamnya marancau. karna laki-laki itu sekarang masih mabuk"Sini dekat ayah".pintanya yang sudah mulai melangkah mendekati Dara,dengan sempoyongan.


Dara mundur,saat melihat laki-laki yang iya pangil Ayah itu kini melangkah mendekati dirinya.


"Sini sayang"?.pintanya.


"Laki-laki tua sialan,awas saja kalau kau berani menyentuh istriku"!.kupastikan tanganmu akan kupatahkan".gumannya pelan.mata laki-laki itu awas menatap sang istri yang terus mundur hingga menabrak dadanya yang bidang.


"Mas"?.desis Dara yang melangkah menuju punggung suaminya dan bersembunyi disana.


Langit bergeming. laki-laki itu masih tetap diam tampa suara.


"Kau...kau kemana cantik,ayo temani ayah sebentar".


"Mas kau gila ya,Dara putrimu"?.jerit Tini dengan linagan air mata. dirinya tidak menyangka suami bisa berbicara seperti itu.


"Kenapa"?.laki-laki paruh baya itu menoleh sekilas dan tersenyum sinis"Bukankah dia bukan putri kandungku"?. jadi apa salahnya jika aku menidurinya"?.


"Mas kau gila ya"?.sentak Tini hilang kesabaran.


Sementara Langit sudah mengepalkan tangannya, kakinya sudah berkali-kali ingin mendekat,namun Dara menahan lengannya agar tidak beranjak.


Tawa mengelegar keluar dari bibir laki-laki paruh baya itu"Aku menyesal sudah menikahkan dia dengan laki-laki kaya itu,seharuanya aku menidurinya terlebih dahulu".

__ADS_1


"Buk"?.


Satu hantaman mendarat dirahang laki-laki itu membuatnya tersungkur dilantai.


"Beraninya kau mengatakan itu semua dengan mulut kotormu".kesalnya dengan rahang mengeras"Sudah bosan hidup kau rupanya".


"Buk".


"Buk".


"Buk".


Hantaman bertubu-tubi membuat laki-laki itu terbaring lemah diatas lantai.


"Sudah Mas,dia bisa mati nanti"?.pinta Dara, wanita itu tidak ingin suaminya mengotori tangannya dengan laki-laki menjijikkan yang biasa iya pangil ayah itu.


"Buk".kesal yang mengunung membuat Langit menendang tubuh cungkring ayah tiri istrinya.


Detik berikutnya Langit langsung melangkah keluar rumah dan duduk dibawah pohon mangga yang tadi sempat dipanjat sang istri.


"Mas"?.pangil Dara lembut dan ikut duduk disamping suaminya.


"Ayo pulang"?.pintanya dan langsung bangkit berdiri.


"Tapi Ibu Mas"?.mata wanita itu sudah mulai berkaca-kaca, iya tak bisa membayangkan bagai mana menderita ibunya selama ini,Tini sudah tua, sudah seharusnya wanita itu hidup tenang menikmati masa tuanya.


Biarlah dirinya yang menderita,asalkan Ibunya bisa bahagia.


Langit menghantikan langkahnya kemudian berkata''bawalah serta''.pintanya membuat Dara menatap laki-laki itu tidak percaya.


''Mas serius''?.


Dara menarik nafasnya panjang,kemudian melangkah memasuki rumah kembali.mata wanita itu menyipit saat melihat Ibunya masih menangisi suaminya yang sudah tidak berdaya.


"Kenapa aku sampai berharap dia mau membawa ibu bersamaku"?.batin Dara.awalnya iya sempat berpikir Langit akan mengajak Ibunya tingal bersama mereka, tapi nyatanya"?.tapi tak apa,meskipun begitu paling tidak dirinya sudah bisa bernafas lega sekarang, karna ibunya akan jauh dari ayah tirinya.


"Ayo Bu".menarik lengan Ibunya agar mau mengikuti dirinya pergi,sebelum laki-laki tua itu bangun.


"Kemana Nak"?.tanya Tini menatap putrinya sendu.


"Ikut Dara, kita cari tempat tingal yang lebih layak bu,agar ibu bisa bebes dari laki-laki gila ini".


"Tapi bagai mana dengan ayahmu Nak"?.Tini bukannya masih mencintai suaminya, tapi wanita itu tak tega meningalkan suaminya dalam keadaan sekarat seperti itu.


''Ayo lah Bu,ibu milih dia apa Dara''?.mata wanita itu menatap ibunya sendu,dirinya sungguh tidak sanggup lagi melihat ibunya disiksa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara Langit.


''Laki-laki sialan''?.beraninya dia berniat memberikanku sisa darinya''.berkali-kali laki-laki itu melempar batu kedalam kolam tempat Maman memancing tadi.


Rasa kesalnya pada ayah tiri sang istri sungguh belum tuntas. ingin sekali dirinya menghabisi laki-laki itu hari ini juga,detik itu juga.


''Aaaarrrgggg''.sialan''?.umpatnya mengepalkan tangannya kuat.


''Dret..dret..dret''.


''Mama''?.berdecih, saat mengetahui siapa si penelfon.''Mau apa wanita ini menelfonku''.kesalnya dan kembali memasukkan smartphone miliknya kedalam kantong celana.

__ADS_1


''Wanita bodoh ini kenapa lama sekali''?.gerutunya,kepalanya menoleh kearah rumah.namun bantang hidung istrinya belum juga kelihatan.


''Eh,ada Mas tampan disini''?.seorang ibu-ibu bertubuh subur datang menghampiri Langit yang sejak tadi berdiri ditepi kolam seperti hantu penunggu kolam.''Sedang apa Mas''?.tanya wanita itu sambil mendekat.


''Ngedangdut''.jawabnya asal.


Membuat ibu-ibu bertubuh subur itu terkekeh.


''Wah lucu ya kamu,eh mau ngak ibu ajak kerumah"?. anak ibu ada lo dirumah''.


"Ternyata disini banyak sekali orang gila".hatinya mengumpat.namun bibirnya tersenyum kecut.


"Ayo kerumah ibu".


"Eeeiiiittt...stop bu, jangan asal comot,saya bukan gorengan".celetuknya asal.


Lagi dan lagi ucapan yang keluar dari bibir Langit membuat wanita gempal itu tertawa lepas.


"Dia tertawa sudah seperti penunggu kuburan."Ck".giginya ompong lagi".batinya.


"Oh sial,kenapa wanita itu lama sekali"?.aku ingin melempar wanita gendut ini kedalam kolam,dia membuat kepalaku semakin pusing''.gumamya pelan


Mata laki-laki itu menoleh kekiri dan kekanan berharap istrinya segera datang,namun nihil. wanita itu belum juga muncul,membuat kekesalannya semakin menjadi-jadi.


Perlahan jemarinya meraih semartphone miliknya dan menghubungi Kamal.


"Kau bicara apa"?.tanya wanita gempal itu lagi, saat melihat laki-laki tampan didepannya komat-kamit tak jelas.


"Aku tidak bicara apa-apa sialan".gerutunya pelan. jemarinya dengan lincah mengotak atik layar smartphone mahal miliknya.


Kamal


📲"Iya Tuan ada apa"?.


Langit


📱"Kemana kau sialan"?.kenapa lama sekali"?.


Kamal


📲"Iya Tuan, ini sedang dalam perjalanan".terdengar tarikan nafas dari seberang sana.


Langit


📱"Cepat,sebelum gorila gila ini kulempar kedalam kolam".setelah mengatakan itu semua Langit langsung memutuskan sambungan telfon.kemudian menatap tajam pada wanita yang masih betah berdiri didepannya"Ibu mau apa lagi"?.katusnya sudah mulai habis kesabaran.


"Mau kan jadi mantu ibu"?.


🍓🍓🍓🍓🍓


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏


Insya allah bulan puasa outhor khususkan untuk merevisi.


Terimakasih sudah mampir.😘😘😘


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2