
Dara berdiri didepan pintu dengan perasaan gusar.jemarinya sampai bergetar takut jika sang Ibu disiksa ayahnya lagi.
''Tok..tok..tok''.
Alex yang sejak tadi menunggu Dara yang mengetuk pintu,akhirnya berinisiatif mengetuk duluan,saat melihat wanita itu sama sekali tidak mengetuk.
Mata laki-laki itu memercing saat melihat rumah yang gelap,bahkan sudah diketuk beberapa kali namun masih tidak ada sahutan''Mungkin ibunya tidak ada dirumah''.Alex menoleh pada wanita yang masih memenuhi hatinya itu.
Dara menoleh sekilas.jemarinya meremas dadanya yang sesak.
''Kenapa''?.Alex menatap wanita itu khawatir.
''Ibu''????...tangis wanita itu akhirnya pecah, kedua tangannya mengedor-gedor pintu rumah kembuat Alex,Maman dan juga Kamal kelimpungan.
''Dara ada apa ini,sabar dulu''.Alex maraih kedua tangan wanita itu dan menariknya kedalam dekapan.
Mata Kamal dan maman melotot''lah Dalah, ketiwasan iki''celetuk Maman sambil menutup sebelah matanya,namun mata yang satunya masih mengintip apa yang dilakukan dua anak manusia didepannya sekarang.
''Ibu Dara mana Bang''?.
''Iya sabar,biar Abang pangil dulu, jangan rubut nanti tetangga pada keluar''.Alex mencoba menenangkan istri bosnya itu''Kau mau kita dikira orang jahat dan ditangkap warga''?.
Dara mengelang.
''Ya sudah diam dulu, biar Abang panggil lagi, siapa tau tadi Ibunya tidur.
''Assalamualaikum''?.
''Tok''.
''Klek''.
Belum sempat Alex mengetuk yang kedua kalinya pintu terlihat terbuka perlahan.
''Siapa''?.tanya seorang wanita paruh baya sambil mengusap matanya yang sembab akibat kelamaaan menangis.
Dara menoleh,detik berikutnya wanita itu bangkit berdiri dan berlari menghambur memeluk sang Ibu''Ibu ini Dara Bu''?.tangisan yang tadinya sudah mulai reda kini kembali pecah.
''Dara putri Ibu''?.lirihnya.
''Iya Bu ini Dara''.
''Ya Allah ini ngak mimpikan''?.akhirnya pecah juga tangis wanita yang sudah melahirkan Dara itu,perlahan tangan kurusnya mengusap pungung sang putri penuh rindu.''Kemana saja kamu Nak''?.kenapa tidak ada kabar''?.lirihnya disertai isak tangis.
''Maafkan Dara Bu''.Dara semakin membenamkan kepalanya didada sang Ibu''Apa ibu tidak ingin mengajak kami masuk''.lirihnya setelah pelukan mereka terlepas.
''Oh iya Ibu lupa,tapi ini rumah kita gelap lho Nak''?.
''Kenapa bisa gelap begini Bu''?.tanya wanita itu sambil melangkah masuk kedalam rumah setelah mendapatkan penerangan dari smarphone milik Alex yang sengaja dibidupkan laki-laki itu.
__ADS_1
''Ya karna ibu ngak ada uang untuk membeli token Nak''.
Dara menarik nafasnya panjang, bahkan air matanya kembali mengalir dengan deras,dulu waktu dirinya belum menikah dirinya lah yang selalu membantu sang ibu, tapi sekarang. lihatlah, ibunya sekarang semakin menderita.
"Apa yang bisa aku lakukan untuk meringankan beban ibu ya Allah"!.jerit batinya"Sementara hidupku saja seperti ini".Dara meremas dadanya yang begitu sesak.
Mendengar itu semua entah kenapa hati ketiga laki-laki itu ikut miris mendengar betapa susahnya kehidupan Dara beserta ibunya,apa ini penyebab Dara rela dijual oleh ayahnya"?.tapi jika memang dijual''!.kenapa hidup mereka masih susah"?.pikiran-pikiran itu berputar-putar dikepala Maman dan juga Kamal.
"Bu mana kartu tokennya"?.tanya Alex membuat Dara dan juga Tini menoleh.
''Untuk apa Nak''?.tanya wanita itu setelah menyadari jika putrinya pulang tidak sendirian.
''Mau saya isi Bu''.Tini menoleh pada Dara yang mengangukkan kepalanya.
Dengan sungkan akhirnya Tini melangkah menuju kamar.
''Bu sebentar,pakai ini saja biar terang''.Kamal menyerahkan semarphone miliknya yang senternya sudah laki-laki hidupkan.
''Oh iya maaf merepotkan kalian''.jawab Tina sungkan.
''Ngak apa-apa Bu''.
Tini mengangukkan kepalanya kemudian melangkah menuju kamar.
''Ini''.wanita paruh baya itu menyodorkan kartu token didepan Alex.
''Klek''.
Hanya butuh waktu sepuluh menit rumah sederhana bahkan sangat sederhana itu kini sudah terang benderang.
''Alhamdulillah''.serempak semuanya mengucapkan syukur.
''Apa ini suamimu Nak''?.Tini menunjuk Alex yang sejak tadi berdiri didepan mereka berdua.
''Bu''?.
''Oh ini menantuku tampan sekali''.belum sempat Alex mau-pun yang lainnya bersuara Tini sudah melangkah mendekati laki-laki tampan itu.''Woalah tampan sekali,masih muda to''!.ibu kira suami kamu sudah tua keriput''.celetuknya sambil menepuk-nepuk pundak Alex.
Dara yang melihat itu hanya bisa meringis.
''Lah dalah piye iki''?.celetuk Maman''Kalau tuan tau habis kamu Lex''.gerutunya pelan.
''Makanya jangan dikasi tau,bisa apes nanti''.jawab Kamal yang juga ikut menyimpang.
''Tau ah perutku lapar''?.keluhnya satu tangannya mengusap perut satu tangannya lagi membekap mulutnya yang menguap.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi pukul 6
__ADS_1
Setelah semalaman Langit betah menutup mata akhirnya laki-laki itu siuman juga.
''Dara''?.lirihnya,mata laki-laki tampan itu menoleh kekiri dan kekanan mencari keberadaan sang istri''Dara mana Ma''?.tanya Langit saat melihat Mamanya mendekat.
''Mana Mama tau,palingan dia pergi sama laki-laki lain''.ketusnya.jemarinya mengusap kepala putranya lembut.
''Apa maksud Mama''?.kesal Langit yang sudah mulai tidak terkendali.
Laki-laki jangkung itu duduk dan menarik infus yang menancap dipunggung tangannya.
''Tuan''?.ada apa ini''?.Hazel dengan cepat berlari memasuki ruangan sang Bos saat mendengarkan suara ribut dari Bosnya itu.
''Mana istriku Zel''?.lirihnya sudah mulai terisak.
Pengaruh obat yang sulit lepas darinya membuat emosi laki-laki itu tidak stabil.
''Oh Nona''.Hazel mendekatkan bibirnya ditelingga Langit.''Dirumah Ibunya Tuan''.
''Apa ''?.siapa yang mengizinkan dia pergi''?.suara laki-laki itu bahkan membuat Ana tersentak karna terkejut.
''Lho, Lang mau kemana''?.Dika yang baru saja sampai menatap putranya heran. saat melihat putra semata wayangnya itu sudah melangkah dengan tergesa-gesa menuju pintu.
''Langit mau kemana kamu''?.
Pangilan Ana mau pun Dika sama sekali tidak laki-laki itu hiraukan,kakinya tetap melangkah keluar dari rumah sakit meskipun masih sempoyongan.
''Sini aku bantu, kita pergi sama-sama''.Hazel menarik lengan laki-laki itu dan meletakkan diatas pundaknya, kemudian membawa Langit melangkah menuju mobil.
''Siapa yang mengizinkannya pergi Hazel''?.
''Maafkan saya Tuan''?.Hazel menoleh sekilas menatap bosnya''Saya yang mengizinkan Nona pergi''.lirihnya takut-takut.
''Lancang kau Hazel''?.kesal Langit.bahkan laki-laki itu menendang kursi yang diduduki Hazel hingga laki-laki itu tersentak.
''Saya punya alasan yang kuat Tuan''.akhirnya Hazel menceritakan apa alasan dirinya mengizinkan Dara pulang kerumah kedua orang tuanya.
Langit menarik nafasnya panjang''Kenapa jadi semakin rumit''?.mengusap wajahnya kasar.
''Sabar Tuan''?.mungkin Nona hanya kecewa karna kita semua merahasiakan ini semua darinya.saran saya lebih baik mulai sekarang Tuan jujur dengan Nona''.Hazel menoleh pada sang Bos,melihat raut wajah Langit yang memerah.''Kasian dia Tuan,dia terlihat sangat terluka''.lirihnya.
Langit semakin gusar,matanya bahkan sudah memerah menahan desakan air mata yang sudah siap meluncur.
🍓🍓🍓🍓🍓
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏
Tbc
__ADS_1