
Dara berbalik''Lho Mas kok balik lagi''?.tanya wanita itu saat melihat suaminya sekarang sedang berdiri didepannya.
"Aku ingin mematahkan tulang kalian berdua"?.hatinya mengeram ingin menghabisi.
"Oh"?.Mas mau mengambil dukemen penting yang ketingalan".Langit mencoba untuk tersenyum meskipun senyumnya terlihat getir."Ayo ikut Mas"?.tangan laki-laki itu dengan cepat menarik pergelangan istrinya."Jangan pernah dekati istriku lagi jika kau masih manyayanginya"?.
Bisikan Langit membuat Alex mengerutkan keningnya"Apa maksudnya"?.desis laki-laki itu mencoba berpikir keras.
Setelah mendapatkan apa yang iya cari"Ayo"?.laki-laki itu merangkul pundak istrinya.
"Kemana Mas"?.tanya Dara dengan kepala yang mendongak.manik mata wanita itu berkedip-kedip menatap Langit.
Langit gelagapan,detik berikutnya laki-laki itu dengan cepat mengalihkan pandangan kearah lain.
"Ayo,ikut aja".jawab laki-laki itu akhirnya.
"Boleh Dara ganti baju dulu Mas"?.wanita itu bertanya dengan hati-hati,Dara masih begitu takut dengan suaminya meskipun akhir-akhir ini suaminya itu sudah 90% berubah.namun siapa tau hati manusia"!.bisa saja kan kalau sewaktu-waktu laki-laki itu kembali kumat
''Hem''?.Ya silahkan''?.laki-laki itu sedikit menoleh kemudian langsung nelangkah keluar rumah''Alex mana''?.Langit berdiri didepan Maman yang kini menatapnya binggung.
''Ada apa Tuan''?.tampa dipangil kini Alex sudah muncul dibelakang dirinya.
''Besok kau kekantor saja''.Langit menatap Alex dari atas sampai kebawah.jika bukan mengingat Hazel adalah sahabat baiknya sudah bisa dipastikan laki-laki ini sudah iya pecat pada saat kejadian itu.
''Maksudnya bagai mana Tuan''?.tanya laki-laki itu binggung
"Apa lagi ini"?.batin Alex dalam hati.
Laki-laki itu tak habis pikir apa yang ada diotak bosnya itu sekarang.
"Ikuti saja, jangan banyak tingkah"?.ketusnya menatap Alex tak suka.
"Mas ayo"?.Alex segera menoleh saat mendengar suara sang istri,laki-laki itu berbalik dan merangkuh pinggang sang istri kemudian melangkah beriringan menuju mobil.
Dara menoleh kekiri,kekanan. mata wanita itu terlihat berbinar.wanita yang sudah lama tidak keluar rumah itu begitu bahagia saat dibawa keluar.
"Ah memalukan sekali,dia seperti orang hutan''.batinya kesal melihat tingkah istrinya itu.
''Mas kita mau ngapain kesini''?.Dara sudah ketar-ketir saat melihat mobil yang Langit kendarai berhenti didepan kantor.
Masih jelas diingantannya saat laki-laki itu menyiksa dirinya disini.
Detik itu juga tubuh wanita itu langsung bergetar takut,jemari tangannya meremes gamis yang iya kenakan.
__ADS_1
''Kau kenapa sayang''?.Langit menatap istrinya lembut.
''Aaah''.terkejut''Jangan Mas Dara janji ngak akan minta pisah lagi''.wajah wanita itu pucat pasi,menatap Langit dengan tatapan memelas.
Langit menatap istrinya dengan tatapan yang entah-lah"!. wajah laki-laki itu kadang sulit dimegerti,saat tersenyum kadang juga begitu menyeramkan,bagi yang melihatnya,apa lagi saat laki-laki itu marah.
Dara terkesiap saat tubuhnya diterik Langit kedalam dekapan.''Maafkan Mas selama ini selalu membuatmu terluka dan takut''?.ucapnya pelan bahkan berkali-kali laki-laki dewasa itu mengecup pucak kepala istrinya lembut.''Maafkan Mas''.lagi-lagi kata itu keluar dari bibirnya begitu saja.
''Eh itu Pak Langit lagi sama siapa''?.karyawan yang melihat bos mereka memeluk wanita muda langsung berbondong-bondong mengintip dari dinding kaca tranparan.
''Itu adik angkatnya''.
''Buk Sasa''.terlihat Sasa juga ikut berdiri disana saat melihat banyaknya karyawan yang menempel dikaca.
''Benaran itu Buk''?.kepo.
''Hem''.jawab Sasa berguman.
''Oh beruntung ya bisa jadi adik angkatnya Pak Langit''.jawab semuanya serentak bahkan dengan uacapan yang sama.
''Siang Pak Langit''?.semua karyawan yang tadinya berdiri didepan kaca kini semuanya berbaris dan menunduk,saat melihat Langit mengandeng remaja yang disebut sekretaris bosnya itu sebagai adik angkat.
Meskipun ada keanehan disana,namun tak ada yang barani berkomentar,semuanya hanya berani menunduk dan menatap jemari Langit yang mengengam jemari remaja itu lembut.
''Tunggu Mas disini sayang''.Langit membuka pintu kamar yang biasa dirinya gunakan untuk beristirahat jika dirinya berada dikantor.
''Iya Mas''.Dara hanya menurut saja,kepalanya menoleh kekiri dan kekanan.kamar ini adalah kamar tempatnya kemaren disiksa.
Apakah Langit akan melakukan hal yang sama pada diri ya''?.entahlah.Dara hanya bisa pasrah, kebaikkan Langit akhir-akhir ini membuat wanita itu luluh dan menyerahkan hatinya pada Langit.
Jika cinta sudah merajai segala kesalahan laki-laki itu begitu mudah bisa Dara maklumi.
Berkali-kali wanita itu menarik nafasnya panjang''Ibu''?.hatinya begitu merindukan wanita yang sudah melahirkan dan berjuang membesarkan dirinya disaat keterpurukan hidup yang selalu menderanya.
''Dara rindu Bu''?.lagi-lagi wanita itu bergumam sendiri,meremas dadanya kuat berharap dengan melakukan itu semua sesak didadanya bisa berkurang
Kekejaman Langit dan keberingasan suaminya jika sudah marah,membuat Dara sama sekali tidak mampu meminta izin untuk menemui sang Ibu,perubahan Langit yang menjadi lebih baik sama sekali tidak membuat wanita itu menjadi besar kepala.
Dara cukup tau diri, dirinya tau apa statusnya sekarang,tentang cinta''?.mungkin banyak yang bertanya kok bisa sih mencintai laki-laki kayak gitu''?.
Seorang Dara hanya bertanya satu,apa ada yang bisa menolak rasa itu jika yang maha kuasa sudah bertindak''?.begitu lah Dara, dirinya sudah berusaha untuk membenci Langit namun melihat kelembutan dan perubahan laki-laki itu akhir-akhir ini membuat hatinya dan pertahanannya seketika runtuh.remaja itu hanya bisa pasrah sekarang.kemana takdir akan membawa dirinya,pada penderitaan kah atau bahkan pada kebahagiaan''?.
Yang penting untuk saat ini izinkanlah dirinya menikmati masa-masa indah itu meskipun hanya sebentar.
__ADS_1
Dara sudah sering mendengar suara bentakan apa lagi makian,tapi suara lembutnya seseorang memangil dirinya sama sekali belum pernah dirinya rasakan,jadi wajar jika cinta dihatinya begitu mudah tumbuh apa lagi diumurnya yang masih labil.
''Tok..tok..tok''.
Suara ketukan dipintu membuat Dara seketika tersadar dari lamunan-nya.
''Siapa''?lirihnya pelan,kaki wanita itu melangkah menuju pintu.
''Klek''.
''Ada apa Om''?.terlihat Hazel kini berdiri didepan pintu sambil menenteng sesuatu.
"Ck".dia masih saja memangilku Om"?.kesalnya membatin.
"Om"?.
"Oh Maaf Nona"?.gelagapan "Ini Nona ada titipan dari tuan".Hazel menyodorkan bungkusan yang iya bawa.
"Apa ini Om"?.tanya wanita itu sambil membuka bungkusan yang diberikan Hazel.
"Makan siang untuk Nona".
"Lho memangnya Mas Langit kemana"?.heran. mengingat tadi siang suaminya itu sudah berjanji akan kembali menemui dirinya.
Kembali ingatan waktu lalu berputar-putar dikepalanya.
"Apa dia ingin membiarkanku lagi disini"?.wanita itu membatin tatapan mata yang tadinya berbinar saat melihat makanan yang dibelikan Langit kini kembali redup.
"Tuan sedang ada tamu Nona".jawab Hazel diiringi tarikan nafas panjang.
"Oh ya sudah kalau gitu".tak ada yang bisa iya lakukan,hingga akhirnya seorang Dara hanya bisa pasrah.
"Saya permisi Nona".Hazel berlalu dari hadapan wanita itu.
Sementara Dara setelah memastikan Hazel pergi menjauh wanita itu kembali melangkah memasuki kamar dan menyantap makanan yang diantarkan Hazel.
🍓🍓🍓🍓🍓
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo 🙏🙏🙏
Tbc.
__ADS_1