
Selesai makan siang Dara mengumpulkan piring kotor untuk dibawa dibawah pancuran air yang terbuat dari bambu,jemarinya dengan cekatan mengumpulkan semua peralatan kotor bekas mereka makan tadi.
''Bisa nduk''?.tanya Nek Sutinah lembut,saat melihat wanita itu akan mengangkat ember yang lumayan besar.
''Bisa Nek,tenang aja Dara udah biasa kok''.jawab Dara disertai senyum manis miliknya.detik berikutnya wanita itu langsung mengangkat ember wadah tempat piring kotor.
''Lho''?.kaget.karna tiba-tiba seseorang menyambar ember yang ada ditangannya,siapa lagi kalau bukan Bayu,laki-laki kaku dan juga baik hati.
Sutinah yang melihatnya hanya terkekeh''Sudah sana''.
Dara mengangukkan kepalanya kemudian melangkah keluar rumah,mengikuti Bayu yang sudah sampai duluan''Bayu sini biar Dara yang nyuci''?.
''Ya memang kamu,masak iya aku''.jawabnya jutek.
Dara mendengus,detik berikutnya wanita itu langsung duduk beralaskan kursi kecil yang terbuat dari kayu.
''Apa kau sedang hamil''?.
"Deg"?.
Pertanyaan laki-laki itu membuat Dara yang sedang sibuk mencuci piring diam terpaku,perlahan kepalanya menoleh menatap laki-laki yang kini juga sedang menatap dirinya.
''Tidak,memangnya kenapa''?.tanya Dara dengan kening mengernyit.sungguh dirinya tidak tau apakah dirinya hamil atau tidak''?.namun yang remaja itu tau sejak dirinya berada dirumah ini belum sekalipun dirinya kedatangan tamu bulanan.
"Apa mungkin aku hamil"?.batinya gundah.
Andai dirinya hamil kemana dirinya akan membawa anak Langit ini"?.sementara Ayahnya sendiri tidak menyukainya, bahkan masih jelas diingatan wanita itu saat dirinya dipaksa Langit berhubungan hingga janinnya sampai keguguran.
"Pyar"?.
Gelas yang iya pegang seketika jatuh begitu saja diatas batu hingga pecah."Hah"?.terkejut bahkan wajahnya berubah pias.
Apa yang akan dilakukan Langit nanti jika dirinya benar-benar hamil"?.
"Ya tuhan jangan sampai"?.lirihnya pelan.
Bayu yang melihat gelas yang ada ditangan Dara pecah melangkah mendekat"Kau kenapa"?.laki-laki itu berjongkok tepat disamping Dara yang kini masih belum menyadari kehadiran dirinya
"Ayo lah Bay dia tak ubahnya dengan Mamamu"?.batinya, saat detak jantungnya berpacu begitu cepat.
"Ayo kau duduk disana saja, biar aku yang teruskan"?.kedua tangan kekernya memegangi pundak Dara dan membantu wanita itu untuk berdiri.
Dara yang masih linglung hanya menurut saja,ingatakan-ingatan tentang penyiksaan Langit padanya kini memenuhi pikiran wanita itu.
__ADS_1
"Engak-engak"?. jangan sampai"??.jeritnya tampa sadar.
Bayu yang awalnya pokus mencuci piring seketika berlari mendekati Dara kembali."Kau kenapa"?.tanya laki-laki itu panik.
Manik matanya menatap wajah Dara dengan tatapan menyelidik.laki-laki yang bekerja sebagai Dokter Obyn itu terlihat cemas dibalik wajah datar dan cueknya.
"Hah"?.tarikan nafas yang panjang terdengar dari bibir mungil wanita itu."Aku baik-baik saja"?.lirihnya menunduk manik matanya kini sudah mulai berkaca-kaca.
"Kau sepertinya mempunyai trouma".Bayu duduk tepat disamping Dara,piring yang belum selesai dicuci iya biarkan begitu saja,lagian sekarang baru zuhur masih banyak waktu untuk mencucinya,entah kenapa dirinya merasa tidak tega melihat Dara kacau seperti ini.
"Tidak,aku baik-baik saja"?.jawab Dara mencoba sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak menetes.dirinya sudah berjanji untuk tidak menangis lagi.
Namun air mata sialannya itu selalu saja menetes,bahkan saat akan tidur setelah semua penghuni rumah terlelap pun dirinya selalu menangis dalam diam.
Entahlah sampai kapan luka dan kecewa yang ada dihatinya akan hilang"!.
"Menangislah, jika itu bisa membuatmu tenang"?.mata laki-laki itu menatap lurus kedepan.dirinya tau apa yang dirasakan Dara saat ini,karna dulu dirinya juga pernah berada dititik terendah, dalam hidupnya.saat sang Mama pergi meningalkan dirinya dan juga adiknya demi kebahagiaannya sendiri.
"Aku tidak ingin menangis lagi,Huawaaaa".tangisan yang dari tadi ditahan akhirnya pecah juga. bahkan bukan hanya tangisan biasa melainkan raugan yang begitu memekakkan telinga.
Hingga Bayu spontan menutup telingganya yang berdenging.
"Astaga"?. apa-apa-an wanita ini"?.batinya.
"Ah,kau jorok sekali"?.gumamnya.jemari tangannya mendorong kepala Dara yang semakin mendekati dirinya.
"Bayu ono opo"?.suara Dara yang melengking.
Membuat Nek Sutinah terbangun dari tidur siangnya,wanita sepuh itu berdiri didepan pintu,matanya menatap sang cucu tajam.
"Ngak tau nek,pengen nangis aja katanya"?.jawab Bayu asal.laki-laki itu kembali menatap hamparan pepohonan yang ada didepannya.
Tempat ini mampu membuatnya tanang tampa bayang-bayang masa lalunya yang kelam.
" Kenapa To Nduk"?.Nenek Sutinah yang awalnya ngantuk berat,akhirnya hilang seketika.kaki keriputnya melangkah mendekati Dara dan juga Bayu.
Bayu yang melihat neneknya mendekat bangkit berdiri kemudian melangkah mendekati piring kotor yang sejak tadi tidak juga selesai-selesai dicuci.akibat terlalu banyak drama.
"Ada apa"?.Nek Sutinah menepuk pundak Dara lembut.tatapan matanya mengisyaratkan kekawatiran.
"Huwaaaa".kembali suara raungan itu membuat Bayu seketika menoleh lagi.
"Ck".berdecak.
__ADS_1
"Cengeng"?.gumamnya,tangannya dengan cekatan mencuci piring hingga selesai, kemudian melangkah memasuki rumah dan meletakkan ember piring didapur.
Detik berikutnya laki-laki itu kembali melangkah menuju kamar yang ditempati Dara.
"Rapi".gumamnya saat melihat kamarnya yang ditata rapi oleh Dara.
Tangannya meraih topi lebar dan juga jaket kulit yang sering iya pakai untuk kekota.detik berikutnya kaki laki-laki itu kembali melangkah keluar kamar.menyambar kunci motor dan kembali keluar.
"Bayu mau kemana"?.
Bayu seketika menoleh saat mendengar suara seseorang yang sangat iya kenal."Kepasar"?.jawabnya datar.
Kakinya dengan cepat melangkah menuju samping rumah,mengambil motor yang biasa iya pakai jika kepasar.
"Dara boleh ikut"?.tangis yang tadinya meraung kini hilang seketika.
Bayu menoleh pada sang Nenek,terlihat wanita sepuh itu mengangukkan kepalanya diiringi senyum khas miliknya.
"Ya sudah ayo".jawabnya datar.
"Yeee,Ok makasih,bentar Dara ganti baju dulu".dengan cepat wanita itu berlari memasuki kamar yang sudah beberapa bulan ini iya tempati.
Sutinah yang melihat tingkah remaja itu hanya terkekeh geli.
Sementara Bayu dengan cepat memalingkan wajahnya.
"Hufh,ayolah Bayu dia itu istri orang,kau tak akan jatuh cinta"?.batinya selalu menolak.entah kenapa semakin lama mengenal Dara jantungnya semakin tidak sehat.sering berdebar tidak keruan membuatnya pusing dan frustasi.
"Ayo"?.Dara kini sudah duduk dijok belakang motor.Pakaian yang wanita itu kenakan adalah setelan saat pertama kali dirinya sampai kesini,karna hanya itu pakaian yang iya punya.
Sementara pakaian milik anaknya Nenek Sutinah kebanyakan daster dan juga rok pendek.
Tak mungkin dirinya kepasar dengan daster dan hijap instan kan lucu.
"Bayu berangkat Nek"?.pamitnya.
"Iya hati-hati"?.
🍓🍓🍓🍓🍓
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏
__ADS_1
Tbc.