Dibarter Ayah Tiriku

Dibarter Ayah Tiriku
par 34


__ADS_3

''Ayo silahkan dimanakan''.kembali Langit menatap pada Hazel.


''ApaTuan''?.bisik laki-laki itu saat melihat sang bos belum menyentuh makanan yang ada.


''Tempe ngak ada Zel''?.


Bisikan Langit membuat Hazel tertawa lepas.''Astaga aku tidak percaya kalau kau seorang lak-laki kaya''.masih disertai kekehan.''Selara makanmu begitu buruk''.ceketuknya lagi membuat Langit mendelik.


''Ada apa Tuan''?.menatap heran pada kedua laki-laki yang sejak tadi terus saja tertawa.


''Tidak ada Pak,Pak Maaf disini ada jual tempe ngak''?.tak tega juga jika harus membiarkan sahabat sekaligus bosnya itu jika sampai tidak makan malam,apa lagi sudah beberapa hari ini Langit tidak makan dengan teratur. Hazel takut penyakit laki-kaki itu kumat lagi, bisa repot nanti,apa lagi disini tidak ada rumah sakit besar seperti yang ada dikota.


''Wo alah,siapa yang minta tempe''?.wanita paruh baya itu menatap keempat laki-laki itu satu persatu.


Sementara sang putri sejak tadi terus mencuri pandang pada Langit,yang ditatap bahkan tidak menoleh sedikit pun,tetap cuek dan datar.


"Ini Bos kami"?.Hazel menunjuk Langit sambil menahan senyumnya.


''Duk sana kamu masak tempe sebentar''.wanita paruh baya itu menatap putrinya sekilas.


''Njih Bu''.langsung berdiri dan melirik Langit sekilas,kemudian langsung melangkah kedapur untuk menyiapkan permintaan laki-laki yang membuat dadanya berdebar.


''Ini Tuan''.menyodorkan satu piring tempe goreng didepan Langit.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya tempe goreng kesukaannya sudah terhidang didepan mata,senyum mengembang dibibir laki-laki itu saat melihat tempe goreng kesukannya.


Tampa menunggu lama Langit langsung meraih piring dan mengambil nasi''Sendoknya mana''?.


Haduh''. Hazel sampai menepuk kepalanya sendiri melihat tingkah bosnya itu,bisa-bisanya laki-laki itu menyusahkan orang lain dimalam buta seperti ini''?.


''Oh iya Maaf lupa''.kembali wanita muda itu bangkit berdiri dan melangkah menuju dapur.


"Kau ini menyusahkan saja"?.gumam Hazel menatap laki-laki itu kesal.


...****************...


"Hah"?.Langit menarik nafasnya panjang saat sudah sampai dirumah sewa setelah mereka makan.

__ADS_1


"Kenapa"?.berbicara sambil membuka Tas miliknya.


"Gerah, apa disini tidak ada AC"?.matanya memindai isi rumah yang sangat sederhana.


"Mana ada tuan Tua Langit".Hazel terkekeh"Apa kau mau mandi"?.laki-laki itu sudah menbawa perlengkapan mandinya dan melangkah menuju dapur.


"Iya aku mau mandi"?.kakinya melangkah mendekati tas dan mengambil peralatan mandi.


"Kalian tunggu disini aku akan mandi sebentar''.


''Baik Tuan''.menunduk hormat.


''Enak juga ya disini,bahkan makanannya mengingatkanku pada kampung halamanku''.gumam Ali dengan pandangan menerawang jauh.


''Iya,aku juga sudah lama sekali tidak pulang kampung,sudah rindu sekali sama anak dan istriku''.ikut larut dalam hayalan.


Sementara dibelakang.


''Mana kamar mandinya Zel''?.tanya Langit yang celingukan mencari kamar mandi persi angan-agan yang ada diotaknya, alias kamar mandi yang biasa dia pakai dirumah.


''Ngak tau,kayaknya ini Deh''.menunjuk ember besar yang berisi air yang sedikit kemuningan


''Tapi kalau ngak ini dimana lagi kita bisa mandi''?.Gazel melirik kesana kemari''Hanya ada air disini Lang,ayo mandilah,apa kau tak usah mandi saja malan ini''?.Hazel menatap sahabatnya dengan wajah menahan geli.


Langit yang sudah kesal, bahkan sudah ingin menangis.''Aku bisa mati kalau begini''.gumamnya dan kembali melangkah menuju kamar.


Hazel yang melihat kelakuan bosnya hanya mengelangkan kepalanya,kemudian dengan cepat meraih gayung yang disebut laki-laki itu sebagai wadah yang unik.


Pagi menjelang semalaman ini baik Hazel,Langit mau pun kedua bodyguard itu sama sekali tidak bisa tidur. itu semua karna semalaman ini Langit mengeluh panas dan lain sebagainya.


''Belikan aku air bersih Zel''?.pintanya pukul enam pagi itu.


''Tidak ada jual disini Tuan''.jawab Hazel cepat, padahal itu hanyalah bohongan,kerna dirinya sendiri tidak tau ada atau tidaknya jual air bersih dikampung itu.


''Aku bisa mati kalau lama disini''.mencengkram rambutnya kesal.''Cepat selesaikan masalah ini hari ini juga''.


''Tapi kayaknya ngak akan selesai hari ini tuan''.

__ADS_1


''Kenapa''?.mengernyit.bahkan memijat keningnya yang pening.


''Ya karna urusannya masih sangat panjang,kita harus menemui perangkat desa dulu,lalu setelahnya kita langsung kerumah-rumah warga yang akan menjual tanah mereka''.


''Ribet sekali,kita langsung kerumah-rumah warga saja,bayar berapa pun yang mereka pinta''.tempat ini walaupun masih berada dipedesaan tapi mendangannya sangat bagus''.melirik arah luar yang masih belum terlalu terang.


Laki-laki itu sudah benar-benar malas ada dikampung ini,ditambah lagi pikirannya sejak semalam selalu kacau,dan entah kenapa selalu memikirkan Dara.


"Ah aku sudah gila, kenapa aku harus memikirkan wanita itu"?.mambatin,bahkan kepala laki-laki itu ikut mangelang.


"Mandi lah kau, jangan berpikir yang macam-macam,sebentar lagi kita pergi"?.lebih baik diiyakan saja apa yang diminta Langit dari pada mereka disini lama, laki-laki itu selalu membuat kepalanya pusing.


Pukul delapan pagi,setelah mandi dan berpakian rapi,mereka berempat kembali sarapan dirumah Mbah Darno dan Mbok Ning, akhirnya pagi itu juga mereka melajukan mobil menuju rumah warga yang akan menjual tanah, yang akan dibangun Langit sebuah Hotel atau lebih tepatnya sebuah penginapan yang layak tidak seperti menginapan yang mereka tempati sekarang.


"Assalamualaikum"?.saat sampai didepan rumah salah satu warga Hazel langsung mengucapkan salam.


"Walaikum salam"?.tersengar suara lirih dari dalam rumah diikuti dengan seorang laki-laki yang sudah tua.


"Siapa"?.tanya laki-laki itu sambil mengusap matanya yang sudah mulai rabum.


"Kami dari prusahaan Langit Grup Pak"?.


Mandengar nama perusahaan itu disebut membuat laki-laki paruh baya itu kesal"Mau apa kalian kesini,orang kaya yang selalu menekan rakyat rendah dan miskin seperti kami, pergi kalian dari sini"!.matanya memandang Langit dan Hazel dengan kilat kemarahan,bahkan tangan keripunya sampai bergetar,sangking emosinya.


"Jangan"?.pinta Langit saat anak buahnya sudah mulai mendekati laki-laki tua itu.


"Boleh kita duduk dulu pak''?. berbincang sebentar"?.


"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi kalian hanya manusia serakah yang tega melakukan apa saja"?.


"Maaf Pak sepertinya ada kesalah pahaman disini"?.Hazel mencoba untuk menenagkan laki-laki tua itu,tak bisa dibayangkan jika seorang Langit sudah kumat gilanya,maka tulang-tukang laki-laki tua itu akan berhamburan kemana-mana."Duduk dulu Pak,bawa istifar"?.


Mendengar kelembutan Hazel hingga laki-laki tua itu akhirnya menurut dan langsung duduk, diikuti Hazel dan juga Langit,sementara Ali dan Anto kini berdiri tepat didepan rumah untuk berjaga-jaga karna sudah banyak sekali warga yang berdatangan saat mendengarkan keributan.


🍓🍓🍓🍓


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2