
''Ra,udah selesai mandinya belum''?.panggil Langit, yang kini berdiri tepat dipintu kamar mandi.
''Sudah,ada apa ya Mas''?.tanya Dara yang baru saja keluar dari kamar mandi,kedua tangannya sibuk mengeringkan rambut panjangnya yang basah dengan handuk.
Aroma sampo yang menguar membuat pikiran Langit buyar entah kemana''?.mata laki-laki itu menatap istrinya sayu.
''Mas,ada apa''?.kini Dara berdiri tepat didepan suaminya,membuat laki-laki itu semakin kelimpungan.
''Aneh,kamu tu Mas''?.Dara mengibaskan rambutnya tepat didepan wajah Langit, membuat laki-laki semakin belingsatan.
"Ayo lah Langit, sadar.ada tamu dibawah,Dara sekarang sengaja mengerjaimu,agar kau menjadi lemah dan takluk padanya"?.batinya menepuk pipinya sendiri.
Mambuat Dara semakin menatap suaminya heran.
"Ada ibu dibawah"?.akhirnya dengan bersusah payah,mengontrol pikirannya yang sembrawut Langit bisa mengatakan tujuannya kesini,dirinya tidak boleh lupa ingatan,hingga menghajar istrinya saat ini,sementara dibawah ada ibu mertuanya.
"Ibu"?.kening wanita itu mengernyit."Untuk apa ibu kesini,bukankah Ibu masih sakit"?.wanita itu terlihat malas untuk bertemu ibunya.
Membuat Langit menatapnya heran."Kau kenapa"?.apa kau ada masalah dengan Ibu"?.menatap istrinya heran,kakinya bahkan spontan melangkah mendekati sang istri.
''Tidak''.jawab Dara singkat.bahkan wajahnya yang tadi masam kini semakin masam.
''Kalau tidak ya sudah,sana kau temui Ibumu,kayaknya Ibumu membawa gebetan baru''.celetuk Langit asal.
Sontoloyo.
''Eh mau kemana buru-buru''?.Langit jadi kelimpungan saat melihat istrinya setengah berlari keluar dari kamar dan langsung menuruni tangga.
''Dara Woy''?. rubah''.Dara sama sekali tidak perduli,wanita itu tetap menuruni tangga dengan tergesa-gesa.
''Kurang ajar''.umpatnya kesal.
Istrinya itu kini sudah seperti supermen,bisa berubah kapan saja dia mau.kadang baik, kadang galak.
Sialan,dirinya sudah seperti suami takut istri.
Apakah Dara kepentok tembok''?. hingga dirinya memiliki kepribadian ganda"?.ah,entah lah dirinya menjadi pusing dengan pikirannya sendiri.
"Ibu mau apa kesini"?.tanya Dara saat melihat Tini ada diruang tamu, begitu juga dengan Anggara dan juga Bayu.
"Nak,maafkan Ibu"?.Tini sudah mulai terisak, matanya menatap Dara penuh harap.sungguh dirinya tidak bisa hidup tanpa Dara,karna selama ini nyatanya putrinya lah yang membuat dirinya bisa bertahan sampai saat ini.
Dara diam,tatapan matanya lurus kedepan. bahkan wanita itu enggan menatap Ibunya apa lagi Anggara Papanya.
"Nak,ini semua salah Papa"?.
__ADS_1
"Papa"?.Langit mematung dianak tangga, otaknya mencoba mencerna apa yang sebenarnya terjadi dibawah.
"Maaf anda siapa''?.jangan mengaku papa Dara, jika anda tidak pernah hadir selama ini"?.Dara bebicara tegas,hingga Anggara yang tadinya ingin melangkah mendekat seketika diam mematung.
Bagitu juga dengan Langit, laki-laki itu bahkan diam mematung ditempatnya yang tadi. sungguh dirinya tidak menyangka Daranya yang sekarang bukan Daranya yang dulu lagi,Daranya yang sekarang wanita judes yang pembangkang.
Aneh.
"Ra,sudahlah itu semua hanya masalalu, kenapa seolah-olah disini kau yang paling terpukul"?.Bayu berbicara santai,bahkan wajahnya terlihat datar dan dingin.
"Kau bisa bicara begitu,karna kau dari kecil hidup mewah dan mendapatkan kasih sayang yang penuh dari kedua orang tuamu,tapi aku"?.Dara menatap semuanya satu persatu dengan tatapan nyalang."Aku hidup penuh penderitaan,harus berjuang sendiri,bekerja sendiri,untuk memenuhi semua kebutuhan hidup dan sekolah"?.mulai meneteskan air mata."Apa kau pernah merasakannya Bay"?.menarik nafasnya panjang,mencoba menahan laju air matanya."Jawab aku Bayu"?.sentaknya penuh emosi.
"Jangan mendekat"?.Langit yang mencoba mendekat seketika langsug mundur.
"Dan kamu Tuan Anggara yang terhormat"?.menunjuk Anggara dengan wajah kecewa."Pernahkah kau memikirkan anakmu ini sedikit saja"?.mengangkat telunjuknya membentuk tanda sedikit."Aku menderita,kenapa kau sedikit pun tidak pernah perduli".jeritnya terdengar pilu.
"Ra,jangan begini Nak"?.
"Ibu diam,kenapa Ibu harus menjadi pelakor"?.apa kah ibu tidak tau konsekwensinya"?.menatap ibunya penuh kecewa."Aku yang jadi korban Bu"?.akhirnya tangis yang sejak tadi ditahan pecah juga.
Langit yang sejak tadi melihat istrinya mengoceh panjang lebar,hanya bisa terdiam dan menatap istrinya tak tega.
"Aku dijual ayah tiriku Anggara,apa kau tidak tau"?.Langit yang awalnya ingin melangkah mendekati sang istri, akhirnya kembali mundur untuk kedua kalinya.
"Apa itu benar Tini"?.kini Anggara beralih menatap Tini yang sejak tadi hanya bisa menangis.
Wanita itu hanya menganguk,bahkan tangisannya semakin pecah.
"Kurang ajar,siapa yang berani menjual putriku"?.
Suara Anggara yang mengelegar sama sekali tidak Dara perdulikan,wanita itu langsung berlari menaiki tangga dan mengunci dirinya dikamar.
"Ra,dengarkan Ibu Nak"?.jerit Tini dari lantai bawah.bahkan wanita itu berusaha untuk berdiri namun karna gerakannya yang spontan membuat luka tusuk diperutnya kembali berdarah.Alhasil saat itu juga Tini kembali dilarikan kerumah sakit.
"Tolong jaga Dara Lang"?.pinta Tini saat Mobil akan meleset kerumah sakit.
"Ibu tenang saja,pokus saja untuk kesehatan Ibu,soal Dara serahkan pada Langit"?.
Tini menganguk,detik berikutnya mobil langsung melaju menuju rumah sakit.
Sementara Langit,setelah memastikan mobil yang membawa Tini dan Bayu jelek itu pergi, laki-laki itu langsung melangkahkan kakinya menuju lantai atas tepatnya dikamar miliknya.
"Ra,buka pintunya"?.pangilnya saat menyadari pintu kamar miliknya dikunci dari dalam.
Hening tak ada jawaban dari dalam.
__ADS_1
"Ra buka pintunya,kamu jangan macam-macam"?.sudah mulai habis kesabaran.
"Dor..dor..dor''.
Suara gedotan dipintu semakin brutal,andai saja pintu yang iya gedor tidak kokoh,sudah bisa dipastikan ntu pintu bakalan jebol.
"Dara buka Dara,apa-apa-an ini"?.jeritnya melingking,membuat Hazel dengan cepat berlari menaiki tangga.
"Ada apa Tuan"?.tanya laki-laki itu dengan wajah panik.
"Ambil kinci cadangan dibawah,wanita ini selalu saja membuat kepalaku pusing"?.jemari tangannya meminat kepalanya yang nyeri.
Entahlah mungkin darah tingginya kumat.
"Ini Tuan"?.Hazel menyerahkan kunci itu pada sang bos yang diambil Langit dengan cepat.
"Kunci sialan"?.mengumpat penuh emosi, pasalnya kunci yang diberikan Hazel sama sekali tidak bisa membuka pintu kamar sialan yang ada didepannya saat ini.
"Ck"?.Hazel berdecak,detik berikutnya laki-laki itu langsung meraih kunci yang ada ditangan sang bos.
Hanya butuh satu kali percobaan,pintu langsung terbuka.
"Sialan"?.masih sempat mengumpat,namun kakinya dengan cepat melangkah memasuki kamar.
Dam it".
Dirinya mati-matian menjerit diluar sampai suaranya habis,istrinya itu malah enak-enakakn tidur dikamar,berengsek memang.
"Nona mana Tuan"?.Hazel juga ikut melangkah memasuki kamar karna panik.
Langit tidak berbicara,dirinya hanya mengedikkan bahunya dimana kini Dara berada.
"Nona Pingsan Tuan"?.tanya Hazel dengan polosnya.
"Kagak,tidur"?.balasnya dengan wajah masam.
"Oh alham dulillah"?.
🍓🍓🍓🍓🍓
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏
Tbc.
__ADS_1