Dibarter Ayah Tiriku

Dibarter Ayah Tiriku
Par 54


__ADS_3

Pov Dara


''Siapa Nek''?.pertanyaan seseorang membuatku yang sejak tadi menangis meraung-raung terhenti.


Kepalaku mendongak.


''Deg''.


Pandanganku berserobak dengan pandangan seorang laki-laki manis yang kini sedang menatapku lekat.


Mungkin saja dia mengira aku ini orang gila,atau bahkan setan yang keluar dari dalam hutan.


''Ora ngerti kue tanya langsung keorangnya,mungkin dia ora ngerti apa yang nenek katakan''.setelahnya wanita sepuh itu melangkah memasuki rumah.


Sementara laki-laki manis itu masih menatapku lekat.


''Mbak siapa''?.kini dirinya berjongkok menatapku yang masih sesegukan.


''Tolong aku''?.lirihku tersedu-sedu.


''Apa yang bisa saya tolong''?.matanya menatapku teduh.manis sekali.


''Aku tersesat, boleh aku menumpang dirumahmu''?.aku langsung mengatakan apa tujuanku.jika tidak aku bisa mati kedinginan diluar.disini cuacanya sangat dingin hingga membuat tubuhku mengigil.


''Kau berasal dari mana''?.


''Aku dari Jakarta''.lirihku menunduk.


''Kenapa bisa sampai kesini''?.kepalaku kembali mendongak menatap wajahnya yang sudah seperti wartawan.bertanya ini dan itu, padahal aku saat ini sedang kelaparan dan kedinginan.


''Boleh aku masuk dulu''?.aku sangat kedinginan''.pintaku dengan wajah memelas.sungguh aku benar-benar kedinginan sekarang.


''Apa kau orang yang bisa dipercaya''?.pertanyaannya yang seolah menyudutkanku membuat pandanganku yang mengatakan dirinya manis tari kutarik.


Apa yang bisa kulakukan dengan tubuhku yang tidak berdaya ini"?. untuk berdiri saja rasanya aku sudah tak sanggup.


''Kau boleh membunuhku jika aku macam-macam''.


Perkataanku membuatnya tersentak''Ya sudah ayo masuk''.


Laki-laki itu sama dengan laki-laki gila jahat itu, cuek dan dingin.kenapa aku harus bertemu laki-laki seperti ini lagi''?.


''Aduh''.aku mengaduh saat berdiri.kakiku begitu sakit sekarang,aku bahkan tidak bisa berdiri lagi,untuk saja sakitnya saat sudah ada disini,andai saja ini dihutan habislah aku malam ini jadi santapan harimau buas.


Aku bergidik membayangkan pikiranku sendiri.

__ADS_1


''Kau kenapa''?.bertanya dengan wajah datar.


Hufh menyebalkan''kakiku sakit''.rintihku yang memang benar adanya.


''Ck''.dia malah bersecak.


Detik berikutnya laki-laki tampan itu langsung membopongku.ah aku ubah pandanganku tentangnya, dia tidak seperti laki-laki gila itu, dia manis dan tampan.


''Aduh''?.aku menjerit lirih saat bokongku iya hempaskan dengan kasar diatas dipan kayu.


"Aku tarik lagi kata tampanku untukmu, kau jelek".batinku kesal.


"Woalah kenapa dilempar kasian to"?.kulirik nenek yang tadi kini datang mendekatiku dengan segelas air putih.


Hufh rasanya air itu sudah ada ditengorokanku,ingin sekali aku berlari dan mengambil minuman yang iya bawa, namun akal sehatku masih jalan.aku malu dan aku takut mereka berpikir jika aku ini monter yang tersetas.


"Ini minum dulu nduk"?.tampa pikir panjang aku langsung meraih gelas yang nenek itu bawakan dan menenggak airnya hingga habis tanpa sisa.


''Nek''?.pangilku lirih.


''Iya nduk ono opo''?.aku melirik laki-laki yang sejak tadi menatapku dengan tajam.


''Aku lapar Nek,ada makanan tidak''?.tanyaku tanpa malu lagi,perutku yang lapar membuatku kehilangan rasa takut dan malu.


''Ck''.


Melihatnya merokok membuatku mengingat laki-laki yang dengan kejamnya membuangku disini.


''Ini Nduk, maaf ya cuman ada nasi sama ikan asin bakar''.mataku berbinar saat melihat ikan asin bakar yang masih panas,sepertinya nenek ini baru saja membakarnya.


Aroma khas ikan asin membuatku tanpa rasa malu langsung memakannya dengan lahap.makanan sederhana ini bukanlah hal aneh lagi bagiku,karna dulu waktu masih tingal dengan ibu ini adalah menu sehari-hariku. bahkan kadang ikan asin pun tak ada dirumahku,yang ada hanya garam hingga aku kadang juga sering makan dengan garam. bagiku asalkan ada nasi tak masalah yang penting masih bisa makan.


''Makasih banget Nek''?.ucapku tulus,setelah semua nasi didalam piring pindah keperutku.


''Kenapa bisa sampai kesini Nduk''?.


Mataku kembali berkaca-kaca mengingat bagai mana takdir mempermainkan gadis miskin yang tidak berdaya sepertiku''?.detik berikutnya aku kembali terisak.


''Kalau belum siap cerita ora opo-opo, sekarang kamu istirahat dulu,tapi maaf rumah nenek ya begini kecil dan reot''.


Kugelengkan kepala ini''Ini sudah bagus Nek,Dara saja tidak punya tempat tinggal''.celetukku membuat Nenek itu tertawa hingga memperlihatkan giginya yang sudah ompong.


''Bayu kamu tidur didipan ya nak''?.biar Dara tidur dikamarmu''?.


''Hem''?.hanya gumaman yang terdengar.

__ADS_1


Namun gumaman itu yang berhasil mengingatkanku kembali dengan laki-kaki tua kejam itu.


"Berhentilah memikirkannya Dara,dia selalu jahat padamu. ingat Dara "?.dia bukan laki-laki yang baik".batinku kesal. karna otak bodoh ini masih mengingat Laki-laki tua kejam itu, aku sekarang sudah malas menyebut namanya sangking kecewanya hati ini.


''Ayo istirahat''.


''Iya Nek''?.aku mencoba bangkit''Aduh''?.sakit sekali kakiku,entah kenapa setelah sampai kesini kaki ini sangat sulit sekali kugerakkan, padahal tadi saat aku berlari sama sekali tidak kurasakan sakit,tapi kenapa sekarang rasanya begitu sakit.


''Kenapa Nduk''?.nenek yang awalnya sudah berdiri kembali duduk.


''Kakiku sakit Nek''?.lirihku pelan.mataku melirik laki-laki jutek yang juga sedang melirikku dengan tatapan sinis,entah apa yang laki-laki itu pikirkan tentangku.


''Ya Allah Nduk kakimu bengkak''.mendengar suara nenek yang entah siapa namanya aku belum sempat bertanya.


''Ya Allah''?.kedua tanganku membekap mulutku saat melihat pergelangan kakiku yang bengkak dan membiru,pikiranku benar kakiku cedra.apa mungkin patah''?.mengingat rasanya begitu sakit sampai aku sulit bergerak dan rasanya nyut-nyutan.


''Bayu coba kamu pijat,kasian dia''?.


Tampa menjawab laki-laki yang dipangil Bayu itu langsung melangkah kekamar dan kembali sambil membawa botol kecil ditangannya.


Kurasa itu minyak urut.


''Mana''?. dingin tanpa senyum.


Aku yang kesakitan namun juga malu dan canggung saat berdekatan apa lagi bersentuhan dengan laki-laki asing hanya diam saja saat dirinya bertanya membuat laki-laki bernama Bayu itu kembali berdecak.


''Mau diobati Ngak''?.sentaknya kesal.


''Eh iya''.aku gelagapan dan spontan mengkat celana bahan yang kukenakan.


Mataku melotot saat melihat kakiku yang hancur karna luka goresan.


''Aduh sakit jangan kuat-kuat''.pintaku saat laki-laki menyebalkan ini mulai memijat kakiku yang sakit.


Air mataku bahkan sudah mulai menetes.


"Sakit sekali,andai kamu tau Mas saat ini aku benar-banar kesakitan,bukan tubuhku saja yang sakit tapi hatiku juga"?.aku membatin air mataku bahkan kebali menetes.


Membayangkan betapa kejamnya suamiku hingga tega melakukan ini semua padaku.


🍓🍓🍓🍓🍓


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏

__ADS_1


Tolong komen like kak, ngak bayar kok gratis.🙏🙏🙏


Tbc.


__ADS_2