
Dara kembali menangis sesegukan mengingat nasipnya yang malang.tak ada sedikit saja rasa penyesalan suaminya kerna sudah membuat dirinya hampir mati''?.Langit hanya bersikap seolah-olah tidak ada yang terjadi,laki-laki itu seolah-olah buta akan segalanya,Langit bahkan menutup mata pada dirinya.laki-laki itu hanya akan melihatnya pada saat melakukan hubungan intim, itu pun terkadang masih berlaku kasar dan membuat Dara tersiksa.
''Non Dara sudah bangun''?.
''Eh Mbok''?.Dara gelagapan dan buru-buru menghapus air matanya.
Wanita muda itu menatap Mbok Jum dengan senyum yang dipaksakan.
''Ini sarapannya Nona''.Mbok Jum menata sarapan Dara diatas meja kecil yang ada disamping tempat tidur.
''Makasih Mbok''.jawab Dara berusaha bangkit dari duduknya.
Namun karna kepalanya yang masih pening dan tubuhnya yang masih lemah membuat wanita itu kesulitan untuk melangkah.
''Mbok bantu Non''.
Wanita itu hanya mengangukkan kepalanya sebagai jawaban''Mbok apa Tuan sudah pergi kekantor''?.tanya Dara saat setelah selesai mencuci muka dan mengosok gigi.
''Belum Non,mungkin sebentar lagi''.
''Oh''.
''Apa kau sudah sarapan''?.baru saja dibicarakan laki-laki itu sudah muncul.Langit langsung melangkah memasuki kamar mambuat Dara kembali menunduk.
''Saya permisi''?.Tuan Nona''.Mbok Jum akhirnya memilih pergi keluar kamar,karna tak enak hati harus berada disana
''Ayo sarapan cepat,kau harus cepat sehat biar bisa melakukan kewajibanmu lagi''.Langit duduk ditempat tidur dan meraih gelas susu yang ada disana.
Laki-laki itu meminum susu milik istrinya setengah kemudian menatap istrinya''Makanlah setelah kau makan aku akan kekantor''.ucapnya santai sambil meletakkan gelas susu yang isinya hanya tinggal setengah.
Dara tak menjawab,wanita itu dengan cepat duduk dan memakan beberapa sendok bubur.
''Kenapa tidak dihabiskan apa kau mau kusuapi''?.Langit meraih mangkuk bubur.
''Maaf Tuan''?. tapi aku sudah kenyang''.mohon wanita itu dengan wajah menelas,sunggu Dara benar-benar harus berhati-hati berbicara dengan seorang Langit.dirinya masih ingat bagai mana perlakuan laki-laki itu tadi malam.
''Hem ya sudah,ini minum susunya''.Langit mneyodorkan gelas susu yang sudah diminumnya setengah.
Dara yang takut dengan cepat meraih gelas susu dan meminumnya hingga tandas.
''Ya sudah aku berangkat kekantor dulu,kau jangan kemana-mana,ingat jangan dekat-dekat dengan Alex''.perkataan Langit yang lembut namun penuh dengan penekanan membuat Dara hanya mampu menganguk tampa berani bersuara.
''Ya sudah''.
''Cup''.satu kecupan laki-laki itu daratkan dikening sang istri mampunm membuat tubuh Dara menegang,mata wanita itu bahkan sampai berkaca-kaca.
__ADS_1
Terlintas dibenaknya apa mungkin suaminya itu sudah berubah''?.
"Tidak-tidak dia tidak mungkin berubah.ingat Dara''?. kau hanya mainan baginya,jangan gunakan perasaanmu".Dara membatin menetapkan hatinya agar jangan sampai jatuh cinta peda laki-laki yang bergelar suaminya itu.karna itu semua akan membuat hidupnya semakin menderita.
Namun siapa yang bisa menolak sebuah rasa''?. jika allah sudah berkehendak"?.
"Aku berangkat".setelahnya Langit langsung melangkah pergi.bibir tipis laki-laki itu tersenyum menyeringai entah apa yang dipikirkan laki-laki itu''?. hanya dirinya yang tau.
''Silahkan Tuan''.saat melihat Bosnya Hazel dengan cepat membukakan pintu mobil dan memepersilahkan Bosnya itu masuk.
''Maman''?.pangil Langit sambil menjentikkan telinjuknya pada Maman.
''Iya Tuan''.laki-laki itu dengan cepat melangkah mendekati Sang Bos.
''Tolong jaga kamar istri saya, jangan sampai dia kemana-mana''.mata Langit menatap tajam laki-laki yang kini berdiri dedepan pintu dengan menunduk.
Laki-laki itu hanya diam saja,tubuhnya terlihat gelisah entah itu karna apa''?.
''Baik Tuan''.Maman yang tidak mengerti apa yang terjadi semalam, hanya mengiyakan saja apa yang Langit minta.yang penting Bosnya itu tidak mengomel itu pikirnya.
''Tuan kenapa''?.setelah memastikan Mobil yang Langit tumpangi menjauh Maman dengan cepat melangkah mendekati Alex yang masih terpaku pada tempatnya.
''Ngak tau''.jawab Alex pendek, kemudian laki-laki itu langsung melangkah pergi dan duduk didalam pos penjagaan.
Sejak tadi pagi Elex hanya diam terpaku ditempat duduknya semula.yaitu dipos penjaga.
Pikiran laki-laki itu masih sangat kalut,ingin hatinya mamasuki rumah dan bertanya bagai mana kabar wanita itu.
''Aaaahhh''?.. aku bisa gila kalau begini terus''.laki-laki itu mengusap kepalanya frustasi.
Perutnya yang lapar membuat Alex melangkahkan kakinya mamasuki rumah.mata laki-laki itu melirik kamar Dara.
"Apa aku lihat dia sebentar ya"?.batinya mencoba untuk melangkah mendekati pintu kamar.
"Ehem"?.seluara deheman yang berasal dari pintu membuat Alex berbalik.
Terlihat Langit kini sedang berdiri didepan pintu rumah,dengan wajah yang sulit diartikan.yang jelas kini Alex tau jika Langit sedang menatapnya tak suka.
"Kenapa dia bisa pulang secepat ini"?.batin Alex.
Kaki yang awalnya ingin melangkah menuju kamar Dara akhirnya urung iya lakukan, laki-laki itu akhirnya memilih melangkah kedapur untuk makan siang,karna itu lebih baik.dari pada hidupnya kelar hari ini jika dirinya masih nekat menemui Dara.
Melihat Alex sudah berlalu Langit dengan cepat melangkah memasuki kamar.
"Dimana dia"?.tanya Langit menatap Maman tajam.
__ADS_1
"Ada didalam tuan"?.
Langit dengan cepat membuka pintu dan masuk kedalam kamar.mata laki-laki itu memercing saat tidak mendapati istrinya disana.
"Apa dia mandi"?.kaki laki-laki itu melangkah menuju kamar mandi saat mendengarkan suara gemercik air.
"Waw"?.ternyata dia sedang mandi"?.batinnya saat melihat tubuh sang istri yang hanya mengunkan dalaman.
Wanita itu kini sedang berdiri dibawah kucuran air shower.
"Glek"?.
Langit berkali-kali meneguk slivanya kasar, saat melihat tubuh padat sang istri.
"Sial ini yang mambuatku sama sekali tidak bisa berkonsentarsi bekerja"?.gumamnya tak habis pikir.
Entah kenapa akhir-akhir ini otaknya hanya memikirkan adegan ranjang yang selalu dirinya lakukan dengan Dara,wanita muda yang memiliki buah dada kecil itu sungguh mampu membuat pikiran Langit selalu tertuju padanya.
"Hey"?.Dara menjerit saat tangan besar tiba-tiba meraup tubuhnya yang kecil.
"Sayang"?.Langut yang sudah membuka seluruh pakaiannya langsung memeluk tubuh istrinya.
Sungguh laki-laki dewasa itu benar-benar sudah dikuasai Nafsu.
Saat dikantor Langit sama sekali tidak bisa bekerja dengan baik.bahkan catatan keuangan yang seharusnya iya periksa hari ini sama sekali tidak bisa laki-laki itu lakukan.
Kepalanya begitu pening bahkan uantuk menghitung pendapatan Hotel dan pengeluaran perusahaannya saja Langit benar-benat tidak mampu.
Otak laki-laki itu hanya dipenuhi hawa nafsu, hingga membuat kepala atas dan bawahnya menjadi pening.alhasil lagi-lagi dirinya meminta pulang.dan otomatis yang menjadi tumbal untuk mengerjakan pekerjaannya adalah Hazel.
"Tuan"??.Dara mendesah lirih saat laki-laki sewasa itu mengecup pundak hingga lehernya berkali-kali.
"Tubuhmu membuatku candu".bisiknya tepat ditelingga Dara membuat wanita itu bergidik.
"Oooowwwhhh Tuan"?.gigitan-gigitan kecil didaun telingga mampu membuat wanita itu mengerang panjang.
Dinginnya air yang membasahi tubuh keduanya tak mampu meredam panasnya aliran yang berasal dari tubuh mereka.
🍓🍓🍓🍓🍓
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏
Tbc.
__ADS_1