
''Mas''?Dara menatap mata suaminya lekat.
Hatinya kecewa, kenapa suaminya menyimpan begitu banyak rahasia darinya''?. apa begitu tidak berarti dirinya bagi seorang Langit.
''Hem''.Langit bergumam kemudian membaringkan tubuhnya dikasur kecil yang hanya muat untuk dirinya sendiri.
''Pijit kepala mas, pusing sekali''.lirihnya dengan mata yang sudah mulai terpejam.
''Kenapa Mas merahasiakan ini semua dari Dara''?.mata wanita itu sudah mulai berkaca-kaca''Apa begitu tidak pentingnya Dara untuk Mas''?.jemari tangan yang sejak tadi memijat kepala suaminya didigenggam Langit dengan lembut.
''Jangan berpikir yang macam-macam.justru Mas malu mengatakannya padamu''.laki-laki itu masih tetap pada tempatnya .
''Kenapa''?.mencoba menarik jemarinya yang sejak tadi digengam Langit,namun gagal. laki-laki itu begitu kuat mencengkramnya.
''Mas merasa rendah jika bersanding denganmu''.lirihnya pelan,sangat pelan.
''Justru saat ini Dara berpikir begitu tidak bergunannya Dara sebagai istri,hingga Mas seperti ini saja Dara tidak tau,mas tau siapa yang paling terluka disini''?.menarik nafasnya panjang,setitik air matanya bahkan sudah mulai jatuh''.Dara tidak perduli jika setelah ini Mas akan menyiksa Dara,tapi iizinkan hari ini Dara bebicara sebagai seorang istri untuk Mas''.ucapnya lagi.
''Hem''.Langit bergumam namun gengaman tangannya semakin erat.
''Dara ingin bertanya suatu pertanyaan yang sudah sejak awal ingin Dara tanyakan, namun selama ini Dara tidak punya keberanian,tapi mungkin ini lah saatnya untuk menanyakannya secara langsung''.
''Apa''?.Langit membuka matanya kemudian menatap Dara lekat.
"Apa yang ingin dia katakan''?. kenapa hari ini dia cerewet sekali"?.batin Langit menatap istrinya.
"Apa pernikahan kita ini sah Mas"?.pertanyaan Dara membuat Langit seketika duduk dari berbaringnya.
Dara yang melihat suaminya spontan duduk seketika mundur dan melangkah menjauh.
"Sah siapa bilang tidak".jawaban enteng dari laki-laki itu membuat Dara kembali menarik nafasnya panjang"Sini,kenapa menjauh".tangannya melambai-lambai meminta agar istrinya itu mendekat.
Dara melangkahkan kakinya mendekati suaminya pelan dan terkesan ragu-ragu,detik berikutnya iya kembali bertanya"Bukankah dihari pernikahan orang tua Dara dan wali dari Dara tidak ada".ucap wanita itu dengan mata berkaca-kaca.
"Siapa bilang".kembali membaringkan tubuhnya dan menarik lengan istrinya"Pijat kepala Mas lagi,enak".lirihnya dengan mata terpejam.
"Siapa yang Mas maksud wali Dara"?.meskipun takut tapi wanita itu tetap bertanya apa yang selama ini sudah iya simpan.
"Hem"!.hanya berguman.
"Siapa yang Mas maksud wali Dara''!. Ayah"?.laki-laki pemabuk itu"?.suaranya sudah mulai meninggi.
Tak bisa iya bayangkan jika pernikahannya selama ini tidak sah''!.bukankah itu artinya dirinya dan Langit selama ini bezina"?.memikirkan itu semua mampu membuat hidupnya yang sudah tertekan semakin tertekan.
Langit mengelangkan kepalanya membuat Dara semakin binggung.
"Maksud Mas apa sih"?.sudah mulai terisak.
__ADS_1
Langit yang awalnya sudah memejamkan matanya dengan terpaksa kembali duduk.perlahan jemarinya meraih kedua sisi wajah sang istri kemudian menangkupnya"Apa kau pikir Mas begitu butanya tentang agama"?.pertanyaan laki-laki itu membuat Dara menunduk.
"Bukan begitu Mas".terisak"Apa Dara tidak boleh bertanya tentang kepastian pernikahan kita"?.tentang apa yang selalu ada dipikiran Dara"?.pernikahan kita tidak sah Mas".
"Siapa bilang"?.
"Dara sendiri,itu semua karna kita menikah tampa wali dari Dara".
"Siapa bilang kita menikah tampa wali"?.
Pertanyaan Langit membuat Dara semakin heran"Apa maksud Mas"?.lirih wanita itu kepalanya mendongak menatap sang suami.
"Hem ya, pernikahan kita sah dimata agama dan hukum.kita menikah pakai wali siapa, bilang tidak"?.
"Tapi siapa wali Dara".desaknya tak sabaran.
"Papamu sendiri".setelah berbicara seperti itu Langit kembali membaringkan tubuhnya dikasur.
"Apa yang Mas katakan"?.Dara mengoyang-goyang tubuh tegap suaminya, berharap laki-laki itu mau menjelaskan pada dirinya sedetel mungkin, jangan setengah-setengah seperti ini,hingga membuat pikirannya semakin kalut.
"Ya Papa kandung kamu sayang"?.
"Deg".
"Mas tau dari Mana"?.tangisannya semakin pecah.
"Ketemu"?.tanya Dara tak sabaran.
Langit menganguk.
"Tapi kenapa Dara tidak bertemu waktu itu"?.tanya Dara dengan nada kecewa.
"Dia sendiri yang tidak ingin bertemu"?.jawaban yang Langit berikan membuat hati wanita itu bagaikan diremas sakit sekali.membayangkan betapa hina dirinya hingga Papanya sendiri tidak sudi bertemu dengan dirinya.
"Jangan berpikir yang macam-macam dia hanya malu bertemu denganmu"?.
"Kenapa"?.
"Mas tidak tau''.setelah mengatakan itu semua Langit memutar tubuhnya hingga Dara mengerti suaminya itu sudah tidak ingin diganggu.
Akhirnya wanita itu memutuskan keluar kamar dan bertanya dengan ibunya dikamar sebelah.
Sementara Langit yang melihat istrinya pergi kembali bangkit bediri dan melangkah menuju teras depan rumah.
"Siang Tuan"!.ada yang perlu kami bantu"?.sapa Kamal saat melihat bosnya itu berdiri disana.
"Ambilkan aku pakaian dimobil,panas sekali, aku mau mandi"?.pintanya yang dianguki Kamal.
__ADS_1
Sementara Maman''!. laki-laki itu kini berdiri ditepi kolam dan memegang sebuah pancingan,entah pancingan siapa"?.
"Kau sedang apa Man"?.tanya Langit dengan mata memercing.
"Memancing Tuan,disini banyak ikan gabus".jawabnya masih tetap pokus pada pancingan.
"Apa aku mengajimu hanya untuk memancing"?.menatap tajam laki-laki konyol itu.
"Eh maaf Tuan"!.lirihnya kemudian meletakkan pancingnya begitu saja.
Deburan yang berasal dari air kolam membuat Maman kembali menoleh"Wah dapet iki kayaknya".kaki yang awalnya sudah akan melangkah menghadap Langit akhirnya kembali berbalik,laki-laki itu menarik bambu pancingan hingga memperlihatkan ikan gabus yang sebesar lengannya nyangkut dipancingan.
"Hey..hey mau kemana kau"?.kesal Langit saat anak buahnya itu sudah ingin melangkah memasuki rumah.bau hanyir dari ikan membuat laki-laki itu ingin muntah dan spontan menutup hidungnya.
"Buang itu Man"?.pintanya membuat Maman binggung."Buang Man, atau kau kulempar nanti bersama dengan ikan menjijikkan itu"?.kesalnya sudah mulai emosi.
Kamal yang ada dihalaman rumah dengan cepat berleri mendekati sang Bos"Ada apa Tuan"?.tanya laki-laki itu menatap bosnya dan Maman secara bergantian"Apa yang kau lakukan Man"?.serkasnya"Kau kan tau Tuan tidak menyukai bau anyir ikan"?.
"Iya Maaf aku lupa".lirihnya dengan wajah sendu, kakinya melangkah menuju kolam kembali''Gagal makan ikan segar''.gumamnya palan.
''Ini Tuan pakaiannya''.Kamal menyodorkan pakaian bosnya yang baru saja iya ambil.
''Hem''.Langit meraih pakaian itu kemudian berkata''Suruh Maman pulang,aku pusing melihatnya disini,sekalian kau mandi dan ganti pakain''.
''Tuan kapan pulang''?.
''Sebentar lagi,aku tidak betah disini,sangat panas''.ucapnya kemudian berbalik.
''Apa tuan ingin dipasangkan Ac''?.
''Hem''.boleh juga''.
''Baik Tuan tunggu sebentar''.Kamal meraih smartphone miliknya,kemudian menghubungi Hazel,dan meminta laki-laki itu memesan Ac dan meminta petugas memasangkannya langsung dirumah ini.
''Sudah selesai tuan saya permisi dulu''.
🍓🍓🍓🍓🍓
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏
Jika ada waktu isya allah typonya akan outhor perbaiki.
Terimakasih sudah mampir.
Tbc.
__ADS_1