Dibarter Ayah Tiriku

Dibarter Ayah Tiriku
Par 102


__ADS_3

''Om,tolong izinkan saya bertemu istri saya Om''?.Langit memohon dengan wajah yang sudah memerah dan ingin menangis,bagai mana tidak,sudah hampir satu minggu dirinya tidak pernah lagi bertemu dengan istri dan putranya.


Setelah dua minggu dirawat dirumah sakit karna putranya harus masuk inkubator mengingat Dara melahirkan saat usia kandungannya masih tujuh bulan.setelah diizinkan pulang,Dara menolak keras untuk pulang bersamanya wanita itu meminta Bayu membawanya pulang kerumah Papa Anggara.


Langit yang memang tidak bisa miliknya dijauhkan darinya kembali mengila.


"Maaf Langit,Om hanya melakukan apa yang terbaik untuk putri Om,dan Om harap kamu bersabarlah sedikit,mungkin saat ini Dara masih marah dan kecewa padamu,tapi Om yakim suatu saat amarahnya akan mereda dan disaat itulah kamu masuk kembali dalam hidupnya".jelas Angara panjang lebar,laki-laki paruh baya itu berharap menantunya mau mengerti dan bisa sedikit memberikan ruang untuk putrinya berpikir.


Namun Langit yang keras kepala susah sekali dikasi tau,laki-laki itu bahkan setiap hari menjerit-jerit didepan rumahnya seperti orang gila.hanya untuk bertemu istri dan anaknya.


''Tapi Om,izinkan sebenatar saja Om,saya merindukan putra saya Om''. nafasnya memburu air matanya bahkan sudah mengenang dipelupuk matanya.


Anggara menarik nafasnya panjang.''Ok, baiklah.tapi hanya sebenatar,kamu tunggu diruang tamu,saya akan membawa putramu kesana''.


''Baik Om''.senyum lansung mengembang dibibir Langit,kakinya melangkah dengan semangat memasuki rumah mewah mertuanya itu.


''Hai cucu opa,ayo keluar sayang''?.meraih tubuh mungil cucunya.

__ADS_1


''Papa mau bawa kemana anak Dara''?.


''Mau ketemu Papanya''?.jawab Anggara pendek.''Mau ketemu Papa ya sayang''?.berkali-kali mengecup pupi cucunya yang sudah mulai berisi,tidak sekecil waktu pertama kali lahiran waktu itu.


''Jangan Pa''?.Dara susah mulai bangkit berdiri.


''Ra''?.Anggra menatap putrinya lembut.''Jangan menjadi manusia yang egois Nak,putramu butuh papanya,lagian Langit sangat menyeyangi anaknya,Papa rasa tidak ada alasan kamu untuk memisahkan keduanya''.


''Tapi Pa''?.mencoba untuk protes.


Dara diam,bahkan matanya mulai berkaca-kaca.


''Itu semua karna keegoisan kedua orang tua Papa Nak''.menarik nafasnya panjang.''Dan kelemahan Papa juga''.menatap putrinya lekat.kepalanya mengeleng untuk menahan air matanya agar tidak sampai menetes.


''Ya sudah papa keluar dulu''?.


Dara tidak bersuara lagi,wanita itu hanya diam. tatapan matanya menatap pungung Anggara yang sudah mulai menjauh.dirinya bisa saja memaafkan Langit begitu saja,tapi bagai mana jika Langit berulah lagi''?.tak ada yang bisa membaca pikiran laki-laki itu,Langit bisa melakukan apa saja yang iya mau, termasuk mengurungnya dirumah seperti yang telah lalu,Dara bosan,dirinya ingin hidup bebas,seperti para istri yang ada diluar sana,kenapa Langit begitu sulit untuk percaya padanya,dirinya bukan wanita tukang selingkuh seperti istri pertama Langit.bagi Dara cinta dan kemewahan tak cukup membuatnya bahagia,dirinya selama ini cukup tertekan hidup bernafas namun tidak bisa melakukan apa pun yang dirinya mau.

__ADS_1


Dulu mungkin Dara akan pasrah akan takdirnya karna dirinya tidak punya siapa-siapa.tapi sekarang"!.dirinya sudah punya Papa,Ibu dan seorang Kakak,lagi pula Bayu sudah berjanji mau melakukan apa saja asalkan dirinya bahagia,Dara ingin kuliah seperti remaja-remaja yang seumuran dengan dirinya,itu semua karna dirinya tidak mau direndahkan lagi.


''Sayang Nak,Ini Papa''?.Langit dengan cepat berdiri saat melihat putranya ada digendongan Aggara.


''Wah anak papa tampan sekali".setitik air matanya jatuh tanpa bisa iya tahan,rindu yang menyiksa membuat dirinya hampir gila.


Mengecup pipi putrinya dengan linagan air mata membuat Anggara juga ikut meneteskan air mata.''Sabar Nak''?.menepuk pungung tegap Langit.''Dara hanya butuh waktu''.


"Tapi sampai kapan Pa"?.


🍓🍓🍓🍓🍓


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Maaf masih banyak typo🙏🙏🙏


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2