
''Mau kan jadi mantu ibu''?.
Langit bergeming, kaki laki-laki itu melangkah mendekati istrinya yang baru saja keluar dari rumah begitu juga dengan ibu mertuanya.
''Lho Mbak Tini mau kemana''?.tanya wanita paruh baya itu menatap Tini yang pergi menbawa sebuah tas.
''Saya mau mengunjungi rumah menantu saya Bu Andin''.jawab Tini berusaha tersenyum meskipun hatinya tidak menentu.
''Lho Pak''?.ingin bertanya tentang suami Tini.namun terhenti saat melihat ada sebuah mobil mewah yang berhenti disana.
''Ayo Tuan''.Kamal yang baru saja sampai langsung melangkah mendekati bosnya itu.
Melihat pemandangan didepannya membuat wanita gempal itu melongo''Jadi dia mantu Mbak Tini''?.heboh sendiri.
''Iya Bu,namanya Langit''.jawab Tini''Mari Bu saya permisi' dulu".wanita paruh baya itu segera melangkah mendekati mobil,karna jika dirinya melayani Andin maka seharian tidak akan ada habisnya.
''KeApartemn saya dijalan mawar Mal''?.pinta Langit setelah mobil dilanjukan.
''Baik Tuan''.
Setelahnya laki-laki itu memejamkan matanya yang berat hingga akhirnya terlelap.
''Nak Ibu masih kawatir dengan Ayahmu''.lirihnya kembali menoleh kebelakang.
''Ayah masih punya keluarga bu,mereka pasti datang mengunjungi ayah disana''.
''Tapi mereka kan tidak tau kalau ibu pergi,apa lagi ayah sekarang sedang sakit''.
''Bu Andin pasti sudah menyebarkan tentang kepergian Ibu sama tetangga lainnya bu''.Dara yakin keluarga ayah akan cepat tau''.Dara meraih jemari ibunya dan mengecupnya berkali-kali''Percaya lah bu,semuanya akan baik-baik saja''.lirihnya menahan air matanya agar tidak sampai menetes.
''Ada saatnya kita hidup dalam kepedihan bu,tapi ada saatnya juga kita hidup dalam kedamian''.lirihnya menyemangati diri sendiri dan juga ibunya.
Tini mengusap kepala putrinya penuh sayang''maafkan Ibu Nak''?.ucapnya terisak.
''Sudah bu jangan menangis lagi,ibu aman sekarang''.setalah berbicara panjang lebar kedua wanita itu akhirnya memilih diam larut dengan pikiran masing-masing.
********
Malam pukul 11
Setelah mengatarkan mertuanya disebuah Apartemen miliknya, Langit langsung membawa istrinya pulang kerumah utaman
''Malam Tuan''.
''Hem''.bergumam matanya mengintari setiap sudut seperti mencari sesuatu''Mana Alex''?.tanya laki-kaki itu dengan wajar datar tampa senyum.
''Saya disini Tuan''.terdengar jawaban dari dalam rumah.
Detik berikutnya terlihat Alex melangkah mendekati bosnya itu''Ada apa Tuan''?.
''Keruang kerja saya sekarang''?.pinta laki-laki itu dengan wajah dingin dan melangkah dengan angkuhnya,jemari tangannya bahkan tidak lepas sejak tadi dari sang istri.
''Habis kau Lex''?.Alex yang sejak tadi masih mematung seketika menoleh.
''Hufh,hati-oh hati,kenapa jadi nyangkutnya diistri orang''?.Maman malah berdangdut ria membuat Alex berdecak kesal. kemudian melangkah menuju ruang kerja sang Bos.
__ADS_1
''Tok..tok''.Tuan''?.
''Masuk''.
Alex langsung melangkah masuk keruang kerja sang bos setelah ada jawaban dari dalam.
''Ada apa Tuan''?.menunduk.
''Silahkan duduk''.menatap Alex dengan wajah yang benar-benar tidak bersahabat.sejak tadi dirinya sudah berusaha menahan amarah karna takut istrinya yang akan menjadi korban.
Apakah laki-laki itu takut istrinya berhianat''?.jawabannya iya.wajar jika seorang Langit berpikir seperti itu"!.itu semua karna dirinya sudah pernah merasakan bagai mana sakitnya sebuah penghianatan.
"Apa kau begitu mencintai istriku"?.
Alex tersentak mendengar pertanyaan dari sang Bos.
"Jawab"?.bentaknya dengan suara meninggi.
"Ada apa itu"?.Hazel yang baru saja pulang dari kantor menghentikan langkahnya tepat didepan pintu ruangan kerja sang Bos.
"Man"?.
"Iya ada apa"?.Maman yang awalnya akan kedapur,akhirnya urung saat mendengar seseorang memangil dirinya.
"Siapa didalam"?.jari telunjukknya mengarah pada pintu ruangan kerja.
"Alex".
"Alex"?.terbelalak.
"Ya tuhan"?.frustasi,jemari tangannya mengusap wajahnya yang benar-benar kawatir apa yang akan dilakukan bosnya pada adik laki-lakinya itu nanti"?. mengingat kelakuan adiknya memang diluar nalar.
Jika semua itu terjadi pada dirinya mungkin sudah sejak lama Hazel akan menghajar laki-laki yang mencintai istrinya,bahkan berniat mendekati.tapi lihatlah Langit"?.karna rasa sungkan dan persahabatan mereka laki-laki itu masih berusaha menahan diri, tapi kali ini dirinya tidak tau apa yang akan terjadi nanti"?.
"Maafkan saya Tuan"?.lirih Alex menunduk.
"Jika aku tidak memikirkan perasaan Hazel sudah sejak lama kau kuhabisi".geramnya dengan tangan terkepal"Kenapa harus istriku"?.bentaknya dengan mata memerah.
"Maafkan saya Tuan"?.
"Cih"!. hanya kata itu yang kau bisa"?.apa kau pikir aku bisa semudah itu memaaafkan mu"?."Menarik nafasnya panjang"Mulai hari ini saya izinkan kau tingal dimana pun kau mau"?.
Alex tersentak.ada rasa lega dihatinya,namun dalam hatinya yang paling dalam ada rasa getir yang sulit iya jelaskan.yang jelas jika dirinya pergi dari rumah ini otomatis dirinya tidak akan pernah lagi bertemu Dara.
"Mungkin aku terlalu baik pada kalian,hingga kalian menginjak harga diriku"?.desisnya sendu.
Alex menoleh sekilas menatap wajah bosnya yang memerah menahan emosi.
Selama ini Langit memang tidak pernah mengizinkan para Bodyguardnya tinggal ditempat lain,termasuk Hazel.alasannya simpel,semenjak kejadian yang menyakitkan itu Langit selalu merasa kesepian.berkali-kali Ana menbawanya tinggal bersama, namun berkali-kali juga laki-laki itu menolak permintaan sang Mama.dirinya lebih memilih hidup seperti ini tampa kedua orang tua, dengan begitu Langit masih bisa merasakan bagai mana menjadi manusia seutuhnya, berbuat apa pun yang iya mau,termasuk minum,merokok dan juga mencari ketenangan dengan cara lain.
"Kenapa kau hanya diam"?.jemarinya meraih satu batang rokok dan menghidupkannya.Langit menghisapnya dalam-dalam dan menghembuskan asapnya tepat diatas kepala Alex.
Alex yang memang tidak perokok otomatis terbatuk-batuk.
Alex gelisah berada ditempat duduknya karna sejak tadi bosnya itu hanya diam dan merokok hingga hampir menghabiskan satu kotak rokok.
__ADS_1
"Pergilah berkemas".besok pagi kau tinggal-lah diApartemanmu".
Alex mendongak,entah kenapa hatinya merasa sedih.
"Apa aku benar-benar jahat".batinya."Tuan benar, selama ini beliau sudah baik pada keluarga kami,tapi kenapa aku sampai seperti ini".
"Mungkin ini adalah jalan terbaik agar aku bisa melupakam Nona"?.batinya lagi.
"Baik Tuan".
"Kau dengar anak kecebong"?.kumat"Jangan pernah lagi otak bodohmu itu memikirkan istriku".jemari telunjuknya mengacung tepat diwajah Alex"Jika kau masih berani"!.otak kau ini"!.menunjuk-nunjuk kepala Alex"Akan ku keluarkan dari tempatnya".
Alex bergidik.
"Kumat".batin Alex karna kini bosnya itu mulai merancau.
"Sana kau keluar,malas aku melihat wajah jelek kau itu".mengibas-ngibaskan tangan."Dari tadi habis rokokku gara-gara kau"?.gerutunya lagi.
Alex menarik nafasnya panjang.
"Dia yang merokok,aku pula yang disalahkan".hanya berani membatin, tampa berani menjawab ocehan dari bosnya itu.
"Jangan mengumpatku"?.
"Oh, aku lupa dia-kan cenayang"?.
"Sana keluar,cenayang kepala kau"?.kesalnya, kakinya menendang kursi yang diduduki Alex hingga laki-laki itu tersentak.
"Saya permisi Tuan"?.
"Hem"bergumam malas. matanya masih menatap Alex tajam"Besok jangan pura-pura hilang ingatan kau"?.
"Baik Tuan".Alex langsung melangkah keluar dari ruangan.
"Hufh". selamat aku"?.lirihnya mengusap dadanya yang berdebar sejak tadi.menarik nafasnya panjang dan"?.
"Hufh".Abang ngagetin aja".kesalnya saat membuka mata wajah Hazel sudah berada tepat didepan wajahnya"Ada apa sih Bang"?.ketusnya.
"Harusnya Abang yang bertanya denganmu"?.melotot menatap sang adik"Apa yang sudah kau lakukan"?.
Alex gelagapan"Tidak ada,ya sudah aku kekamar dulu ngantuk".kakinya sudah melangkah memasuki kamar.
"Woy apa yang kau lakukan didepan ruangan kerjaku"?.
"Ya Allah kenapa kau membuatku terkejut"?.mengusap dadanya yang berdebar.
"Hem kau ini lama-lama seperti Papa pikun"?.
🍓🍓🍓🍓🍓
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo🙏🙏🙏
Tbc.
__ADS_1