Dibarter Ayah Tiriku

Dibarter Ayah Tiriku
Par 67


__ADS_3

''Dara-Dara''???..pagi-pagi buta Langit sudah menjerit seperti tarzan.


Sugguh Dara benar-benar kesal dengan suaminya itu,semalaman dirinya sama sekali tidak bisa tidur.Langit terlalu brisik, banyak nyamuk lah,panas lah,tempat tidur kecil-lah''.padahal sudah jelas disini tu dinggin laki-laki itu malah mengomel kepanasan.


Ck,dasar bocah tua.


''Dara kau dimana''?.pangilnya lagi karna belum juga mendapatkan jawaban.


''Nduk itu suamimu menjerit dari tadi''?.Nek Sutinah yang ikut membantu Dara didapur ikut bersuara,karna pusing mendengar suara laki-laki manja itu.


''Biarkan saja Nek''.jawab Dara pendek.sambil mengaduk kopi yang sedang iya buat.


''Dia sepertinya sangat menyayangimu Nduk''?.


Dara tercekat.


"Apa mungkin,apa yang dikatakan Nek Sutinah benar"?.menarik nafasnya panjang."Bukankah selama ini Langit tidak pernah mencintaiku"?.dia hanya menjadikanku sebagai alat pemuas nafsunya saja"?.batin wanita itu lagi,diiringi senyum getir yang tercekat dibibir tipisnya.


"Ais apa lagi ini"?.ya tuhan apa yang kau lakukan disini Dara"?.lamunan Dara buyar saat Langit datang melangkah menuju dapur.


"Woy apa yang kau buat disini"?.sudah mulai kesal,karna sejak tadi istrinya itu hanya diam tanpa menjawab apa yang dirinya tanyakan.


"Apa ngak lihat kalau aku lagi masak"?.ketus Dara,mata wanita itu menatap suaminya malas.


"Elah,masak kenapa disini"?.dari tadi dirinya pikir ini tempat memanaskan tubuhnya yang kedinginan.sugguh semalaman ini dirinya banar-benar tidak bisa tidur.mengingat cuaca ditempat ini begitu dingin. ditambah kebohongannya yang mengatakan disini panas.Alhasil Dara sama sekali tidak memberikan dirinya selimut.tambah lengkap penderitaan dirinya malam ini.


''Ck, sudah lah kenapa pagi-pagi sudah berisik''?.


Langit melongok mendengar bentakan istrinya.laki-laki yang masih kusut itu menatap istrinya tidak percaya.


"Kenapa dia semakin hari semakin berani"?.batinnya kesal,karna Dara sekarang sudah berani membentak dirinya.


Mengesalkan.


"Buatkan aku kopi"?.malas berdebat akhirnya kata itu yang keluar dari bibirnya.namun wajah kesalnya masih jelas terlihat.


"Ah,aku ingin sekali tertawa melihat penderitannya,lihat saja aku akan mengerjaimu nanti"?.pikiran licik muncul begitu saja. Dara pikir tak ada salahnya jika dirinya bermain-main sebentar dengan Langit, mumpung laki-laki itu dalam mode jinak.


"Ini"?.meletakkan satu gelas kopi dan juga ubi goreng.


"Ini apa"?.menunjuk ubi goreng dengan tatapan heran.


"Ubi, makanlah kau pasti suka"?.

__ADS_1


"Suka dari mana,aku bahkan baru saja melihat benda ini"?.batin Langit menatap piring didepannya dengan perasaan dongkol.


"Apa tidak ada tempe goreng"?.


Ingin sekali Dara tertawa lepas mendengar pertanyaan suaminya itu.


"Ternyata dia tidak berubah,sekali tempe tetap tempe"?.batin Dara sudut bibir wanita itu tertarik membentuk senyuman.


"Tidak ada,hanya ada ini"?.


"Eh Mas Bayu sudah bangun"?.Bayu yang sejak tadi sudah bangun dan menjalankan sholat subuh dikamar sang Nenek menatap Dara dengan tatapan binggung.


"Ck,mau apa laki-laki jelek ini"?.gumam Langi pelan. jemari tangannya meraih ubi goreng yang ada dipiring dan memekannya dengan perasaan kesal.


"Enak juga"?.batinnya.


"Mas Bayu mau kopi"?.


"Sialan wanita ini"?.umpatnya sangat pelan.


"Eh iya boleh deh"!.jawab Bayu tergagap. kakinya melangkah mendekati dipan dimana kini Langit duduk.


"Ini punyaku"?.Langit dengan cepat menarik piring ubi goreng miliknya saat Bayu ingin mengambilnya satu.


"Ah,aku baru tau.ternyata laki-laki yang ditakuti ini mempunyai sisi lain"?.batin Bayu jemarinya meraih gelas kopi beserta ubi goreng yang Dara sodorkan.


Bayu berpikir jika suami Dara itu benar-benar mencintai istrinya,dari mata saja laki-laki itu bisa melihat ada kerinduan dan ketulusan dimata Langit saat menatap Dara.


"Mas Bayu nanti mancing lagi yuk"?.


Bayu yang sedang meniup kopi miliknya seketika mendongak menatap wanita yang kini sedang berdiri didepannya.


"Apa maunya wanita ini"?. aku bisa dihajar suaminya jika dia memancing terus"?.gerutu Bayu yang tau jika kini Dara hanya memanas-manasi suaminya itu.


Namun disini sudah jelas dirinya lah yang akan menjadi kambing hitam.Bayu mengelengkan kepalanya pelan.kedua manusia didekatnya itu sudah seperti kucing dan anjing.


"Enak saja kau mau membawa sijelek ini memancing"?.Langit kini sudah berdiri diatas dipan dengan berkacak pinggang.tatapan matanya menatap Dara dan Bayu tajam.


"Idih Mas Bayu tampan kali"?.cibir Dara membuat Bayu tersedak kopi yang belum sempat iya telan.


"Uhuk...uhuk..uhuk".Bayu menatap keduanya satu per satu.tatapan mata Langit yang menatapnya tajam sama sekali tidak membuat nyalinya ciut.


"Woalah kenopo to"?.Mbok Sutinah melangkah mendekati cucunya,tangan keriputnya penepuk-nepuk pundak Bayu lembut.

__ADS_1


Selesai sarapan pagi.


Seperti apa yang dikatakan Dara tadi subuh, bahwa sekarang dirinya dan Bayu akan pergi memancing lagi.


Pagi ini Langit sarapan tidak terlalu cerewet karna Dara sudah menyiapkan makanan kesukaan suaminya.meskipun hati wanita itu masih kesal dengan Langit,namun dirinya masih tetap istri sah laki-laki itu.


"Sialan,laki-laki jelek itu selalu saja mendekati istriku"?.gerutu Langit saat melihat Dara terlalu dekat dengan Bayu jelek.rasa kesalnya semakin menjadi-jadi saat melihat Bayu sejak tadi begitu perhatian pada istrinya,bahkan laki-laki itu terlihat lebih memahami semua kemauan istrinya dibandingkan dirinya.


"Biar aku bawakan"?.


"Biar aku saja"?.belum sempat Bayu meraih tas bekal yang ada ditangan Dara Langit sudah merampasnya terlebih dahulu.


Dara menarik sudut bibirnya membentuk senyuman"Serius mau ikut mancing"?.matanya memercing melihat wajah suaminya yang kesal.


"Kenapa"?.menatap tajam istrinya".Kau takut jika aku ikut kau tidak bisa bermesraan dengan Bayu jelek itu"?.serkasnya tajam.jemari tangan kirinya menunjuk Bayu yang hanya diam saja dengan wajah datarnya.


"Iya kenapa"?.tantang Dara.entah kenapa wanita itu suka sekali memancing amarah seorang Langit


Jika dulu mungkin Langit sudah akan menghajar Dara dan menghabisi laki-laki yang bersama wanitanya itu.namun sekarang, dirinya mencoba untuk bersabar, meskipun didalam hatinya sudah mengumpat ribuan sumpah dan ujaran kebencian.


Langit menarik nafasnya panjang untuk menetralkan amarah,kaki laki-laki itu melangkah gontai mengikuti kemana pun istinya pergi.bahkan apa yang Dara katakan sama sekali tidak iya jawab lagi.


"Waah ada pohon mangga,mau dong Bay"?.


Langit yang awalnya melangkah menunduk seketika mendongak.matanya mengikuti dimana jari telunjuk Dara.


"Hah"?.mata laki-laki itu melotot saat melihat betapa tingginya mangga yang ditunjuk istrinya, bagai mana caranya dirinya harus pasang badan untuk wanitanya itu sementara dirinya sendiri tidak bisa memanjat"?.


"Sialan"?.aku harus segera belajar memanjat".batinya berpikir konyol.


"Sebentar"?.Bayu meletakkan pancing yang sejak tadi iya bawa,kemudian melangkah mendekati pohon.detik berikutnya laki-laki itu langsung naik diatasnya,dan mengambil beberapa buah mangga.


"Duduk disini kau pasti lelah"?.tangannya menepuk-nepuk pahanya sendiri,karna kini laki-laki dewasa itu sudah duduk berlimpuh diatas tanah.celena mahalnya yang kotor sama sekali tidak iya perdulikan.


"*Demi Istri tercinta gunung pun akan ku daki,tapi kau harus bersabar karna aku harus belajar mendaki dulu,maklum aku hanya terbiasa mendaki gunungmu"?.kembali pikiran gila Langit melintas diotaknya, membuat laki-laki itu terkikik sendiri.


🍓🍓🍓🍓🍓


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏


Tbc*.

__ADS_1


Namun


__ADS_2