Dibarter Ayah Tiriku

Dibarter Ayah Tiriku
Par 37


__ADS_3

''Berani kamu sama Mama Langit''?.Ana menatap putranya tajam. tangan yang sejak tadi digengam sang putra iya hempaskan dengan kasar.''Begitu cara kamu membalas budi Mama''?.tatapan matanya nyalang menatap sang putra.


Langit menatap mamanya dengan tatapan kecewa''Langit lelah Ma''?.keluhnya dengan tatapan sendu.


''Apa yang membuatmu lelah''?.bukankah selama ini Mama selalu menuruti apa mau-mu''?.menatap putranya sinis''Semua kemewahan,uang dan prusahaan Mama serahkan padamu.lalu apa lagi yang kau mau"?.mata wanita itu menatap putranya dengan penuh emosi.


Jika dulu mungkin dirinya sudah lama menghukum Langit,tapi sekarang''!.putranya itu sudah tumbuh besar,tidak mungkin lagi baginya melakukan itu semua,yang ada dirinya nanti yang dikurung Langit.


"Langit mau bebes Ma".lirihnya dengan tatapan mengiba.terlihat sekali jika saat ini laki-laki itu benar-benar tertekan.


"Ck".Ini pasti karna perempuan itu Tante"!.


Mila yang awalmya diam kini bersuara membuat pandangan Langit kini tertuju padanya.


"Kau wanita jelang, jangan ikut campur atau kau akan berakhir disini"?.tatapan mata laki-laki itu menghunus,pertanda emosinya kini sudah mencapai ambang batas."Jika Mama yang berbicara,mungkin aku masih berusaha untuk menahan diri,tapi jika kau"?.kakinya mulai melangkah.tangannya terkepal kuat.detik berikunya laki-laki itu langsung mencekik leger jenjang Mila.


Membuat wanita itu sulit bernafas.


Ana yang melihat apa yang dilakukan putranya ikut kelimpungan,apa lagi melihat mata Mila yang melotot.kaki wanita itu mengejang,tangannya bahkan berusaha mengapai tangan Langit berharap laki-laki itu mau melepaskan dirinya.


"Lang jangan Nak"?.suara Ana mulai bergetar,jelas sekali jika wanita itu sekarang sedang ketakutan.


"Bukankah ini yang Mama mau"?.tatapan mata laki-laki itu sudah tidak seperti biasanya, Langit sudah seperti orang kesetanan.


"Lang lepas Nak''!.dia bisa mati"?.mohon Ana dengan air mata yang sudah mulai menetes.


"Astaufirullah Lang,ada apa ini"?.Dika yang sejak tadi melihat mereka dari balkon lantai atas segera berlari menuruni tangga dan pergi menuju taman."Lepas Nak dia bisa mati"?.Dika berusaha melepaskan cengkraman Langit,namun sia-sia,mengingat tenaga putranya itu begitu kuat.hingga tenaga dirinya yang sudah tua tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan tenaga Langit.


Bukannya melepaskan laki-laki itu kini malah tertawa lepas seperti orang kesetanan hingga Ana dan Dika semakin ketakutan,apa lagi Mila''!. wanita itu sudah begitu kesulitan untuk bernafas, hingga air matanya menetes.


"Ya Allah Mas"?.Dara yang baru saja sampai langsung Luruh,melihat kemarahan suaminya, wanita itu benar-benar tak habis pikir kenapa suaminya begitu menakutkan.


Mendengar suara istrinya tepat dibelakang dirinya seketika itu juga cengkraman tangan Langit dileher Mila mengendur bahkan perlahan kepas.


"Uhuk..uhuk"?.wanita itu langsung luruh dan terbatuk-batuk.

__ADS_1


"Ini minum dulu sayang"!.Ana sigap berlari mendekati calon menantu pilihannya itu dengan membawa segelas air putih.


Sementara Langit.


"Sayang"?.lirihnya,sambil membalikkan tubuhnya dan melangkah mendekati sang isrti"Kenapa kau bisa ada disini"?.tanya laki-laki itu lembut.


Mambuat Ana mengeram kesal,mata wanita itu menatap Dara tajam penuh kebencian.


"Awas kau wanita sialan"?.batinya.


"Oh jadi benar ini wanita yang keguguran kemaren"?.


Langit memejamkan matanya mendengar apa yang Mamanya katakan.pasalnya masalah keguguran ini memang sengaja iya rahasiakan, lalu bagai mana bisa Mamanya tau masalah ini"?.siapa yang tega membocorkan rahasia ini''?.


"Mas"?.lirih Dara menatap suaminya dengan wajah binggung.


"Ayo pulang sayang"?.laki-laki itu mencoba mengalihkan pembicaraan,dirinya berharap Mamanya mau mengasihani dirinya sekali ini saja.


"Ouwh''??. Ya ampun kasiannya menantuku"?.bukannya berhenti Ana melah melangkah semakin mendekat.mata wanita itu menatap Dara sinis"Apa kau tidak diberi tau"?.bertanya dengan penuh penekanan.


Namun Ana dan Langit mempunyai sifat yang sama-sama keras dan sama-sama tidak mau mengalah.


"Kenapa Lang"?.menatap sinis pada putranya"Apa kau mau merahasiakan ini semua"?.matanya menatap Dara yang menunduk tajam."Kau dengar wanita murahan''!. wanita yang rela dibarter hanya karna sebuah kemewahan"?.menatap rendah.


Hingga Dara menunduk semakin dalam.


"Berhenti Ma"?.pinta Langit lagi, dada laki-laki itu begitu sesak.emosinya sudah akan meledak.


"Ha..ha..ha"?.tawa Ana pecah seperti orang gila"Bukan-kah itu benar wanita pengoda"?.jemari gempal Ana mencolek pundak Dara yang sejak tadi menunduk dalam tangisnya.


Hati wanita itu benar-benar hancur saat mendengarkan ternyata dirinya baru saja keguguran.


"Pantas saja dia sangat baik dan menjagaku akhir-akhir ini".mungkinkah itu hanya sebuah tipuan hanya untuk menutupi kebohonganya"?.Dara membatin.


Kepalanya masih tetap menunduk.hatinya begitu sakit,kecewa emosi sedih semua menjadi satu,ingin dirinya menjerit sekencang-kencangnya agar semua orang tau bahkan sekarang dirinya benar-benar terluka.

__ADS_1


"Kau dengar wanita murahan"?.menuding"Kau itu hanya akan dijadikan pemuas nafsu saja oleh putraku".


"Stop Ma"?.Langit langsung berdiri dan menatap Mamanya nyalang.


"Kenapa kau juga ingin kemcekik Mama''?. seperti kau kencekik Mila''!.iya"?.tatapan mata Ana berapi-api,wajah wanita gempal itu bahkan sudah memerah sangking emosinya.


''Ma''?.Langit bersujud dibawah kaki sang Mama''izinkan Langit bahagia Ma''?.mohonnya dengan tatapan mengiba.


''Apa maksud kamu''?.Ana tak habis pikir, kenapa putranya bisa tunduk dengan wanita itu''?.


Tatapan mata Ana nyalang menatap wanita yang kini sedang menangis sesegukan.''Hey kamu perempuan gatal,pergi kamu dari kehidupan putraku''.sentaknya dengan suara yang melengking membuat Dada tersentak.


Langit bangkit berdiri,kepalanya mengelang menatap Mamanya dengan tatapan tak percaya''Mama memang benar-benar ngak akan pernah berubah''.tersenyum pilu, hatinya benar-benar terluka saat ini,bahkan tubuhnya yang mulai sakit sama sekali tidak iya perdulikan.


''Mau kemana kamu Langit''.Ana langsung menjerit saat melihat putranya sudah akan beranjak pergi, sambil membantu istrinya berdiri dan menarik pergelangan tangan wanitanya itu untuk segera pergi.


Langit tidak menjawa, laki-laki itu langsung melangkah membawa istrinya pergi dari sana.


''Langit''???.jerit Ana dengan air mata yang sudah mengalir, jelas sekali jika wanita itu kini sedang benar-benar kecewa.''Jika kamu tetap memilih wanita itu, Mama pastikan Mama akan bunuh diri sekarang juga''.


Langit yang sudah melangkah kini menghentikan langkahnya tampa menoleh''Terserah Mama,Langit sudah sering mengikuti kemauan Mama,sekarang saatnya Mama mengikuti kemauan Langit''.tetap tampa menoleh''Langit lelah Ma''.lirihnya dengan linangan air mata.''Sekarang terserah Mama,Langit sudah ngak perdulu''.setelah mengatakan itu semua,laki-laki itu langsung melangkah pergi tampa menoleh kebelakang lagi.


''Aaarrrrrgggg''.Ana mengeram kesal.tangan gempalnya yang sempat memegang pecahan piring kembali iya banting.


Sementara Dika hanya bisa menggelengkan kepalanya dan kembali melangkah menuju kamar.


''Maaf Tante Mila pamit pulang dulu''?.wanita yang sejak tadi hanya diam saja itu langsung melangkah pergi dengan tertatih-tatih.


🍓🍓🍓🍓🍓


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2