Dibarter Ayah Tiriku

Dibarter Ayah Tiriku
Par 56


__ADS_3

Selesai sholat subuh Dara hanya duduk diam dikursi yang ada dibawah pohon mangga, tepatnya didepan rumah Neneknya Bayu.


Awalnya wanita itu ingin membantu Nenek Sutinah untuk memasak,namun wanita sepuh itu tidak mengizinkan dirinya bekerja karna kakinya yang masih sakit.


''Sudah bisa bercerita''?.


Terdengar suara bruton yang sudah sangat Dara kenal,wanita itu mendongak menatap mata tajam laki-laki jangkung disampingnya''Hem''?.Dara bergumam. kemudian menceritakan apa yang dirinya alami termasuk siapa pelakunya.keculi Langit yang kecanduan obat-obatan,itu sama sekali tidak Dara ceritakan,mengingat Langit adalah pengusaha sukses Dara takut jika ada orang yang tau maka reputasi suaminya akan hancur.


"Lucu sekali kau ini Dara,dia jahat denganmu tapi kau masih memikirkan reputasinya,bukankah dia sudah memberikanmu pada laki-laki lain "?.bahkan sudah jelas jika dia sudah menginjak harga dirimu"?.batin Dara.dadanya yang sesak saat menceritakan semuanya membuat wanita itu terisak.betapa pahit hidup yang iya alamai.


''Kok bisa''?.kata yang pertama yang Bayu ucapkan membuat Dara seketika menoleh pada laki-laki datar yang duduk disampingnya.


"Namanya manusia, tempatnya salah dan khilaf"?.hanya itu yang Dara jawab. detik berikutnya Dara kembali diam tatapan matanya pokus menatap hamparan bukit-bukit yang menjulang tinggi.


Pantasan disini dingin sekali, ternyata daerah pegunungan.itu pikirnya.


''Hem''?.hanya bergumam.


Mambuat Dara memutar bola matanya malas.


''Nama kamu siapa''?.


''Hem,bisa ramah juga ternyata''?.batin Dara, mata wanita itu menoleh pada laki-laki kaku disampingnya.


''Dara''?.jawabnya singkat kemudian kembali pokus menatap hamparan rumput dan juga sayur-sayuran.


Tatapan matanya kosong mengisyaratkan luka yang mendalam.takdir begitu kejam mempermainkan dirinya diumurnya yang masih muda.


''Kenapa kau bisa menikah dengan dia''?.


''Mungkin dia sudah memang ditakdirkan untuk menjadi jodohku''.Dara menarik nafasnya panjang.sudut bibirnya tertarik membentuk senyum sinis.


''Kau kenapa tersenyum seperti itu''?.Bayu menoleh pada wanita remaja yang mungkin seumuran dengan adiknya itu dengan tatapan heran.


''Tidak ada,aku hanya memikirkan nasipku yang begitu lucu''.terkekeh kecil. tapi siapa pun yang melihatnya akan tau jika tawa yang wanita itu tampilkan hanya tawa betapa bedih hidup yang iya alami.


''Kau bisa betah disini''?.rasa penasaran yang sejak tadi mengerogoti gadis konyol itu akhirnya keluar juga.dirinya benar-benar heran, Bayu tidak seperti laki-laki desa pada umumnya,kulit laki-laki itu putih bersih, rambutnya tertata rapi.bahkan telapak tangannya juga halus,wanita itu dapat merasakan saat Bayu mengurut kakinya tadi malam.

__ADS_1


''Hem,kenapa disini hutan ya''?.laki-laki itu tersenyum masam,kemudian kembali bersuara.''Ada banyak hal yang ada disini tapi tidak kita dapatkan dikota''.lirihnya disertai tarikan nafasnya yang panjang.


''Disini aku bisa mendapatkan ketenangan, berbeda dengan dikota''.


Dara mengangukkan kepalanya tanda setuju dengan apa yang laki-laki disampingnya katakan.


Bayu benar,disini sangat tentram.cuacanya sejuk dan bersih, berbeda dengan kota metropolitan yang panas dan berdesak-desakan.


''Ya kau benar''.


''Bayu ajak genduk ayu sarapan dulu''.terdengar suara Nenek Sutinah yang memangil mereka dari pintu depan.


Wanita sepuh itu walaupun sudah tua tapi tenaganya tidak diragukan lagi,begitu lincah dan cekatan.mengalahkan wanita yang masih muda seperti Dara.


''Ayo sarapan''.ajaknya,namun tak hayal laki-laki kaku itu sudah melangkah duluan meningalkan Dara yang melangkah dengan terpinjang-pincang.


''Oalah mbok ya dibantu itu cah ayu ne''?.Mbok Sutinah menatap cucunya kesal.dari dulu Bayu memang kaku dengan orang yang baru iya kenal,apa lagi itu wanita.


''Dia bisa jalan sendiri Nek''?.jawabnya singkat sambil berlalu masuk kedalam rumah.


''Ayo Nduk''.ajaknya yang tak tega melihat Dara melangkah begitu lambat karna kakinya yang sakit.


''Eh,ngak apa-apa kok Nek, Dara bisa sendiri''.Dara menatap Nenek Sutinah lembut. beliau yang memberitahukan namanya pada Dara setelah selesai sholat tadi subuh.


Mata Dara berbinar saat melihat ikan asin goreng dan juga tumis sawi."Waw"?.celetuknya tanpa sadar,membuat Bayu laki-laki kaku itu meliriknya heran.


"He..he..maaf aku sangat menyukai makanan sederhana ini".celetuk Dara tanpa ditanya.


"Bagus,itu artinya kamu menyukai makanan kampung".balas Nek Sutinah. jemari tangannya mengusap kepala Dara yang berbalut hijap instan milik putrinya waktu masih gadis begitu juga dengan daster yang wanita itu kenakan.


🩸🩸🩸🩸


Waktu begitu cepat berlalu,sudah hampir dua bulan Langit hidup tampa Dara,kondisi Fisik dan Psikologisnya kini semakin membaik, bahkan troumanya tidak separah waktu itu lagi, itu semua karna Langit mau menjalankan terapi atas bujukan Hazel,tentunya dengan sedikit ancaman.


"Kalian ini bekerja tidak ada yang becus, kenapa data keuangan bulan lalu hancur begini"?.apa kau buta"?. disini profit perhari harusnya nolnya ada delapan, kenapa disini hanya tujuh, apa kau mau korupsi, iya"?.berkas langsung dilempar Langit membuat ruangan miliknya itu menjadi berantakan.


Seseorang yang bekerja sebagai Manajer itu hanya mampu menunduk takut.sejak kepergian Dara Langit menjadi kepribadian yang semakin menyeramkan. laki-laki itu semakin tidak bisa mengontrol emosinya dan berbicara seenak jidatnya.

__ADS_1


"Maafkan saya Pak,saya akan perbaiki lagi"?.pinta laki-laki tambun itu dengan kepala menunduk.


"Ya ampun Lang,apa yang kau lakukan"?.entah kapan datangnya Ana"!. tiba-tiba saja sudah berdiri didepan pintu ruangan putranya.


"Ck".Langit berdecak. tatapan matanya menatap Ana malas."Mau apa lagi Mama kesini"?.ketusnya.


"Ayolah Lang"?.sampai kapan kau akan seperti ini sama Mama"?.melirik laki-laki yang masih menunduk"Kau keluarlah".


ucapan Ana membuat laki-laki itu menarik nafasnya lega.paling tidak untuk saat ini dirinya masih aman.dengan cepat laki-laki tambun itu memunguti berkas yang berserakan dilantai"Saya permisi Nyonya"?.Pak"?.pamitnya sambil menunduk sopan.


"Eh,siapa yang menyuruhmu pergi"?.


"Sudah lah Lang,biarkan saja"?.Ana mengibaskan tangannya meminta laki-laki tambun itu untuk segera pergi.karna kedatangannya kesini untuk mempertemukan Langit kembali dengan Mauren.


Sudah cukup putranya mencari istri keduanya itu. hampir dua bulan ini Langit mencari Dara kesana, kemari.namun sama sekali tidak ada hasilnya.meskipun ada rasa kecewa dihati wanita itu saat Langit datang kerumahnya dan mengamuk menghancurkan semua barang karna putranya itu menuduh dirinyalah yang menculik Dara.


Berkali-kali Ana menjelaskan bahwa dirinya tidak tau menau tentang itu,karna itu memang benar adanya,namun dasar Langit memang keras kepala.putranya itu sama sekali tidak percaya dengan apa yang iya katakan.hingga sampai sekarang Langit yang sejak beberapa tahun ini mukin menjauhinya kini semakin menjauh.


"Kau mau kemana Lang"?.Ana menarik lengan putranya saat putranya itu akan melangkah pergi.


"Lepas Ma"?.pintanya dengan nada datar dan terkesan dingin.


Ana menarik nafasnya panjang,kemudian melepaskan cengkraman tangannya dari tangan Langit.


"Sampai kapan kau seperti ini sama Mama"?.menarik nafasnya panjang"Mama yakin suatu saat kau akan berterimakasih pada Mama"?.gumamnya lagi.


Ana tidak pernah menyadari dengan dirinya mendatangkan Mauren lagi kekehidupan Langit,itu sama saja dengan menghancurkan hidup putranya itu.Ana yang egois berpikir jika dirinya berhasil membawa Mauren pulang,maka Langit akan mengikuti semua maunya seperti dulu,wanita gempal itu masih begitu yakin cinta Langit untuk Mauren masih utuh.bukan tampa alasan Ana berpikir begitu, itu semua karna Ana mengetahui apa yang Langit lakukan pada istri keduanya itu.


Ana sengaja memasang CCTV kecil dirumah Langit saat dirinya waktu itu datang kesana, disitulah Ana bisa melihat apa yang putranya itu lakukan pada Dara.


πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Maaf masih banyak typo.πŸ™πŸ™πŸ™


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2