Dibarter Ayah Tiriku

Dibarter Ayah Tiriku
par 35


__ADS_3

''Berapa nominal harga yang bapak minta''?.Langit langsung pada intinya,laki-laki itu bukanlah laki-laki yang suka berbasa basi,baginya berbicara panjang lebar hanya akan membuang waktunya.


''Yang jelas aku ndak mau jika harganya masih seperti kemaren,kami ini orang susah Pak jangan ditambah susah lagi''.laki-laki tua itu malah curhat.


''Ok''. sekarang katakan berapa yang Bapak mau''.


Akhirnya laki-laki itu mengatakan harga pasaran tanah didesa itu, yang menurut Langit mesih begitu murah dibandingkan harga tanah dikota mereka.


''Ok,kita akan melakukan pembayaran dan sekarang tolong bapak tanda tangani Nota pembayaran dan mana surat tanah Bapak''.Langit langsung meraih Nota yang disodorkan Hazel, berikut uang satu koper yang dibawa laki-laki itu.


Nota seharusnya berasal dari pihak penjual namun mengingat mereka berasal dari desa dan awam pengetahuan,makan Langit sendiri yang berinisiatif untuk membawanya sendiri.


Ingin dirinya membayar semuanya melalui Atm,kembali pada masalah awal,rakyat disini tidak terlalu mengerti dengan hal itu, hingga Hazel menyerankan agar mereka membawa uang Cash saja.


Setelah menanda tangani Nota dan juga menyelesaikan pembayaran laki-laki tua itu langsung menyerahkan surat tanah miliknya.


''Urus secepatnya Hazel ganti kepemilikan tanah itu''.Langit langsung menyodorkan surat tanah itu pada Hazel.


Dan disambut dengan cepat oleh laki-laki itu''Baik Tuan''.


''Ya sudah Pak,kami permisi dulu.terimakasih atas kerjasamanya''.Langit mengulurkan tangan dan disambut antusiasi oleh laki-laki tua itu,wajah yang tadinya masam dan kesal kini berubah seratus persen, laki-laki tua itu selalu menebarkan senyum bahagianya.


Akhirnya setelah mendatangi beberapa rumah warga dan memberikan sedikit ancaman kepada kepala desa yang mencoba bermain-main dengannya,kini keempat laki-laki itu sudah melaju menuju penginapan yang mereka tempati dari semalam.


''Siang Tuan''?.baru saja sampai diteras rumah terlihat anak gadis pak Darno sudah menunggu mereka disana dengan senyum manis dan wajah yang menunduk.


''Sore''?.balas Hazel karna memang sekarang sudah sore.


''Oh iya Maaf''?.gugup.karna gugup hingga apa yang keluar dari bibirnya sama sekali tidak sesuai dengan apa yang ada dikepalanya.


''No Problem''.Hazel melambaikan tangannya dan melangkah memasuki rumah.


''Tuan''.


Langit menoleh pada lengannya yang kini sedang digengam wanita yang entah siapa namanya''?.dirinya sama sekali tidak mau tau dan tidak mau tau.


''Eh Maaf Tuan''?.dengan cepat menjauhkan tangannya dan kembali menunduk.


''Hem''?.hanya bergumam.


''Ibu sama Bapak meminta Tuan dan yang lainnya makan Tuan''.


''Hem''?.kembali bergumam,bahkan kakinya kini sudah melangkah memasuki rumah.


Sementara wanita yang biasa dipangil Rianti itu hanya diam dengan wajah menunduk,bahkan jemarinya kini saling meremas.


"Dia semakin membuatku penasaran".


"Mbak ini namanya siapa"?.Ali yang sejak tadi memperhatikan wanita itu akhirnya melangkah mendekat.

__ADS_1


"Rianti"?.ketusnya dan langsung melangkah pergi dengan wajah masam.


"Wah songong juga ntu cewek"?.ceketuk Anto mata laki-laki itu menatap langkah Rianti hingga wanita itu masuk kedalam rumah.


"Biasa lah,namanya juga bru kenal"?.balas Ali diiringi senyum khas miliknya.


"Suka lu sama dia"?.jari telunjuknya menunjuk pada rumah kedua orang tua Rianti.


''Ya wajar,kalau cowok suka sama cewek, yang ngak wajar itu kalau cowok sukanya sama cowok''.tawa Ali langsung meledak membuat Anto mendelik.


"Ayo"?.ajak Hazel yang sudah siap menenteng tas miliknya diikuti Langit dari belakang.


"Ayo Tuan"?.kedua laki-laki yang sejak tadi duduk diatas kursi yang ada diteras rumah itu seketika bangkit berdiri dan melangkah belakangan,mengikuti Langit dan Hazel.


"Ini tolong masukkan kedalam mobil"?.pinta Langit sambil menyodorkan tas miliknya, sementara Hazel langsung melangkah memasuki rumah sederhana Pak Darno.


Awalnya mereka mau langsung balik dan makan dijalan saja,namun karna sudah diajak tak enak juga jika harus menolak.


Ikan bakar,tumus kankung,lalap timun,goreng tempe serta sambal terasi sudah ada didepan mata mereka,membuat liur Keempat pemuda itu mau menetes.


''Silahkan dimakan''.Pak Darno langsung mempersilahkan keempat laki-laki itu untuk segera makan.


''Oh ya Tuan''?.Pak Darno memulai percakapan.


''Hem''?Langit bergumam dengan mulut yang masih penuh.


Sementara Hazel,Ali dan Anto yang tau sifat bos mereka,hanya melirik sekilas kemudian kembali pokus pada makannya.


''Bokehkah anak bapak ikut kalian kekota''?.


''Uhuk''?.keempat laki-laki itu langsung tersedak saat mendengarkan apa yang laki-laki itu katakan.


''Maksudnya bagai mana ya Pak''?.Hazel menatap laki-laki paruh baya didepannya heran.


''Begini Pak,Rianti sangat ingin bekerja dikota, terserah mau kerja apa aja yang penting halal,jadi ART dirumah tuan juga ngak apa-apa''?.


Langit diam saja laki-laki itu terlihat cuek, bahkan tetap pokus pada makannya.selesai makan Langit langsung meraih serbet dan melangkah keluar rumah.


''Tuan''?.ternyata Hazel melangkah mengikuti dirinya.


''Hem''?.bergumam dan langsung menyulut rokok dan menghisapnya dalam-dalam.kemudian iya hembuskan keatas hingga kini asap mengepul didepan mereka.


''Bagai mana ini Tuan''?. wanita itu ngotot mau ikut''.wajah Hazel terlihat gusar.


''Terserah kau saja, yang penting kau katakan sama dia,aku tidak mau dia ikut campur urusan peribadiku''.


Langit bukanlah orang yang mudah percaya dengan orang lain, karna biasanya jika laki-laki itu membutuhkan ART atau pun Bodyguard mereka selalu melakukan beberapa tes, tidak asal terima saja,apa lagi wanita yang akan bekerja dengannya ini baru saja mereka kenali,bahkan belum tau asal muasal wanita itu.


''Hem,baiklah kita coba dulu''.

__ADS_1


Langit menganguk,laki-laki itu mempercayakan semuanya pada sang sahabat.


Sore pukul tiga,akhirnya mobil yang mereka kendarai mulai melaju melewati kampung yang jalannya begitu rusak.


''Ah''Sial''?.keluh Langit saat wanita itu malah tertidur dan bersandar dipundaknya.


''Kenapa Tuan''?.Hazel yang duduk dikursi belakang segera menoleh.


''Ali berhenti''?.pinta Langit sambil mendorong kepala Rianti dengan kasar.


''Baik Tuan''.sementara Hazel menarik nafasnya panjang, laki-laki itu sudah tau apa yang ada dihati bosnya itu.


''Aku pindah didepan,bisa gila aku jika duduk didekat kampret ini''.gerutunya sambil turun dari mobil dan bertukar tempat duduk dengan Anto.


"*Dara saja tidak berani bermanja-manja denganku,apa lagi kau"?.gerutunya dalam hati.


"Kenapa kau begitu merindukannya"?.kembali membatin bahkan tatapan matanya menatap kosong disamping jendela mobil.


Pukul enam sore akhirnya mobil yang mereka tumpangi sampai didepan rumah mewah milik Langit.


Rianti yang memang berasal dari desa langsung melongok menatap rumah mewah yang kini ada didepan matanya.


"Ayo masuk"?.ajak Hazel saat melihat wanita itu masih berdiri dihalaman rumah.


"Selamat sore Tuan"?.sapa Maman.bahkan mata laki-laki botak itu menatap lekat Riyati.


"Hem"?.bergumam.kaki laki-laki itu langsung melangkah masuk kedalam rumah.


"Mbok"?.


"Iya Tuan"?.Mbok Jum berlari tergopoh-gopoh saat mendengar suara sang majikan.


"Tolong bawa tas Langit kebelakang Mbok, sekalian dicuci".menyodorkan tas punggung miliknya.


"Baik Tuan"?.


"Mbok,tolong siapkan makannan kesukaanku Mbok"?.


''Baik Tuan''.


"Oh iya,mana Dara"?.Kaki yang awalnya sudah mulai melangkah kembali berhenti.


🍓🍓🍓🍓🍓


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Maaf masih banyak typo🙏🙏


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2