
''Sabar Nak''?.menepuk pungung tegap menantunya lembut.''Dara hanya butuh waktu''.
''Tapi sampai kapan Pa''?.Langit menatap mertuanya dengan tatapan putus asa.
''Saran Papa lebih baik begini dulu''.mengusap kepala botak cucunya.''Kemaren Dara cerita sama Papa.''Menatap Langit.''Dia bilang kamu terlalu otoriter,bahkan untuk keluar rumah saja Dara tidak diizinkan,apakah benar begitu''?.
Langit menunduk.''Langit hanya tidak ingin Dara seperti istri pertama Langit Pa''.
Anggara menarik nafasnya panjang.''Dara bukan istri pertama kamu,jangan kamu samakan semua wanita,karna mereka berdua jelas berbeda. Papa yakin Dara wanita yang setia,meskipun umurnya masih muda,bahkan Dara lebih pantas menajdi adikmu''.Anggara melirik Langit yang wajahnya berubah masam,membuat Anggara terkekeh.''Jangan tersingung''.masih dengan kekehan.
Langit mendengus.''Aku tau aku lebih tua darinya Pa,tapi Papa jangan meremehkanku,aku bisa membuat putri Papa hamil lagi,hanya dengan sekali semburan ular kobraku''.celetuknya asal.
''Plak''.
Angga menggeplak pundak laki-laki itu pelan, takut cucunya terkejut mengingat kini bayi tampan itu masih terlelap didalam gendongan Papanya.''Jaga bicaramu,ngak sopan''Ketusnya membuat Langit mencabik.
''Ngak usah pura-pura deh Pa''.balasnya.
''Oh iya Pa''!.anak Langit sudah ada namanya belum''?.tatapan matanya kembali menatap wajah mungil putranya,tidak diragukan lagi putranya itu begitu tanpan,perpaduan wajah dirinya dan juga Dara.
''Sudah''.
''Siapa namanya Pa''?.tanya Langit antusiasi.
''Bumi Mahardika''.
''What''?.matanya melotot.''Masak anak Langit namanya Bumi sih Pa''?.ketusnya tak suka.
Anggara mengangkat bahunya acuh.''Tanya sama istrimu,Papa mana tau''.
__ADS_1
''Ck''.Langit berdecak,dirinya tak habis pikir bagai Mana bisa Dara memberikan nama putranya Bumi,nanti kalau dirinya punya anak laki-laki lagi berarti namanya tanah dong''?.ah memikirkan itu semua membuat dirinya semakin gila.
''Udah,ngak usah dipikirin''.Anggara duduk disofa yang ada disana.''Duduk dulu,ngak capek berdiri terus,Papa mau bicara sama kamu''.menepuk-nepuk sofa kosong yang ada disampingnya.
Langit menurut.''Mau bicara apa''?.matanya menatap Anggara was-was.
''Jangan menatap Papa dengan tatapan horor begitu.''Ketusnya.
''Yee aki-aki mudah sekali tersinggung.''matanya mendelik.''iya ngak Bumi''?.pangilnya dengan wajah masam,hati laki-laki itu sunguh belum puas menerima kenyataan bahwa nama putra tampannya Bumi,aduh Dara kesambet apa''?.sampai punya pikiran memberikan nama putranya Bumi''?.sudah cukup namanya Langit,kenapa pula putranya harus diberikan nama yang aneh juga''?.
''Assalamualaikum''??.suara salam dari seseorang membuat Angga yang awalnya ingin bersuara kembali diam.
''Wah lagi apa nie''?.ternyata Tini yang datang bersama Bayu.
''Ibu''.Langit berdiri dan menyalami ibu mertuanya itu.
''Ck''.ngapin datang lagi sih''?.ketusn Bayu dengan wajah datar.
Bayu mendengus.''Anak lu sebel kali sama Bapaknya''.
''Lah,lu ngajak gue berantem mulu''?.
''Sudah,jangan bertengkar.sini Buminya sama Ibu saja''?.Tini langsung meraih tubuh mungil cucunya dan menbawanya dipanguan,detik berikutnya wanita paruh baya itu langsung melanglah memesuki kamar Dara,karna Bumi sudah mulai merengek karna kehausan.
''Lu ngapin kesini,sumpek tau ngak ngeliatnya''.ketus Bayu matanya menatap Langit tajam.
''Suka-suka aku dong,Kakak ipar yang buruk''?.celetuknya
Bayu melotot.''Kuranga ajar banget sih jadi adik ipar,tua-an lu jugak''?.
__ADS_1
''Aduh,udah deh.ngak usah ribut.kepala Papa jadi pusing''.mendengar apa yang Angga ucapkan membuat kedua laki-laki matang itu seketika duduk dengan wajah ditekuk.
Anggara menoleh pada Langit dan putranya,detik berikutnya laki-laki paruh baya itu langsung mengeleng.''Kalian ini kayak anak kecil''.celetuknya
''Bukan anak kecil Pa,tapi dia itu ngeselin tau ngak''?.Bayu berbicara tampa sudi menatap Langit.
''Elah lu aja yang ngeselin sok yes banget,denger ya gue itu masih kesal banget sama lu''.menunjuk wajah Bayu dengan tatapan tajam.
''Emang gue salah apa sama lu''?.balas menatap Langit tajam.
''Elah pakai nanyak''?.kalau bukan gara-gara lu Dara ngak mungkin pergi dari rumah gue''.
Bayu berdecih.''Lu lupa apa salah lu,lagian ngapin lu ada disini''!.kenapa ngak datangin wanita itu aja"!.bukannya lu cinta sama dia ya"!
Langit mendengus."Gue ngak ada hubungan apa-apa sama dia''.
''Elah dasar buaya''?.
''Haduh''.Anggara memijat kepalanya yang pusing,mendengar pertengkaran menantu dan putranya itu,niat dirinya meminta Langit duduk untuk mengatakan niat baiknya ingin menikahi Tini kembali,karna sekarang mantan istrinya itu sudah resmi bercerai dengan suami keduanya.
Namun apa ini''?.putra dan menantunya malah bertengkar membuat darah tingginya kumat.
''Buaya mendingan laris,dari pada lu bujang lapuk''.
🍓🍓🍓🍓🍓
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏
__ADS_1
Tbc.