Dibarter Ayah Tiriku

Dibarter Ayah Tiriku
par 44


__ADS_3

''Maaf nak,istri kamu maksudnya siapa ya''?.Tini terlihat binggung, wanita paruh baya itu bahkan semakin ngeri saat melihat wajah sangar laki-laki berseragam rumah sakit didepannya.


"Ah lama"?.keluhnya"Dara sayang keluar kamu, ini Mas".


Pangilan Langit yang melengking membuat Dara segera berlari keluar."Ya Allah mati aku"!.gumam wanita itu sudah ketar ketir duluan.


Alex dan Kamal yang masih sarapan dengan cepat mencuci tangannya,kemudian ikut berlari menuju teras''Siap-siap kau Lex''?.bisik Kamal tepat ditelinga Alex.


''Hufh''.Jangan sampai tuan tau aku mengaku suaminya Dara, mati aku''.balas Alex pelan.


''Makanya jangan suka main api''!.ntar kau sendiri yang kebakar''.Kamal melirik rekan kerjanya yang terlihat resah.


"Hufh,andai Dara juga menyukaiku,aku tak akan takut menghadapi tuan".batinya was-was.


Alex tidak takut jika dirinya dihajar sang Bos, tapi laki-laki itu takut Dara yang akan mendapat siksaan dari Langit,seperti kemaren, Alex tak mau itu.


"Lho bukannya"??.


"Eh Mas,ayo masuk"?.belum sempat Tini bersuara Dara sudah bersuara duluan, membuat wanita paruh baya itu akhirnya bungkam.


"Ibu ini kenalkan suami Dara, Mas Langit"?.sengaja Dara memperkanalkan Langit pada sang Ibu,agar ibunya itu tak lagi mengatakan jika Alex adalah suaminya,jika Langit sampai dengar habislah dirinya, begitu juga dengan Alex.


"Bu"?.pangil Dara dengan mata berkedip-kedip berharap ibunya mengerti.


"Oh iya,ayo masuk Nak maafkan Ibu''!.Ibu sampai pangling sama menantu Ibu,ternyata suami putri ibu sangat tampan"!.Tini cengegesan cangung.sungguh wanita paruh baya itu masih binggung situasi apa yang iya hadapi sekarang"?.


"Ayo Mas masuk".Dara menarik lengan suaminya membuat laki-laki itu ikut melangkah memasuki rumah mertuanya yang sederhana.


"Apa kalian sudah sarapan"?.tanya Tini saat Langit dan Hazel sudah duduk lesehan dilantai yang hanya beralaskan tikar anyaman.


"Belum"?.jawab Hazel cepat,sementara Langit menatap laki-laki itu tajam.


"Sialan Hazel"?.batinya kesal,dirinya ingin pulang sekarang, kenapa pula asistennya itu mengatkan mereka belum makan''!dasar tidak tau malu numpang makan dirumah orang.


''Ayo sarapan''.Tini melambaikan tangannya kakinya melangkah menuju dapur.


Akhirnya dengan terpaksa Langit melangkah mengikuti mertuanya,begitu juga dengan Hazel dan juga Dara.


Sementara Maman,sejak tadi laki-laki itu masih berada disana hingga hampir menghabiskan semua nasi.


"Ya Allah Man, bikin malu".celetuk kamal melihat rekan kerjanya itu masih anteng menyuap nasi.


''Yo ndak opo-opo,biarkan saja to dia makan,kan masih banyak ini makanannya''.terlihat Tini kembali mengeluarkan nasi dari dalam panci dan memasukkannya kedalam mangkok nasi, begitu juga dengan goreng tempe,tempe bacem,ayam goreng dan gulai ikan yang mereka masak tadi, tak lupa sambal dan juga lalap.sepertinya Dara sudah tau jika suaminya akan datang kerumah mereka,buktinya wanita itu memasak makanan kesukaan sang suami dan menyimpannya ditempat lain.


''Ayo silahkan dimakan''.pinta Tini setelah makanan terhidang.


Sementara Dara,terlihat gugup dan takut menghadapi kemarahan suaminya nanti,tak bisa dibayangkan bagai mana kemarahan Langit setelah pulang kerumah''!.pasti dirinya akan mendapatkan siksaan lagi.

__ADS_1


Membayangkannya saja mampu membuat Dara merinding.


''Suapi Mas sayang''.permintaan Langit membuat semua yang ada disana melongok heran.


''Iy-iya Mas''.jawab Dara gugup,pasalnya ini kali pertama suaminya itu meminta disuapi.


Dara meraih piring dan mengisi nasi''Segini cukup Mas''?.tanya wanita itu setelah mengambil dua centong nasi.


''Iya cukup''.


''Ayo makan,kamu siapa namanya''?.tanya Tini menatap Hazel yang sejak tadi hanya diam saja.


''Saya Hazel Ibu''.jawab Hazel disertai senyum khas miliknya.


''Oh Hazel,tampan sekali kamu,tapi kok mirip ya sama,siapa tadi''!. Alex''?.


''Oh Alex,dia adik saya Ibu''.


''Oh pantasan mirip,awalnya ibu kira Alex itu suaminya Dara''!.eh taunya bukan to''.


''Ddduuuarrr''.


Langit yang sedang mengunyah makanan seketika menghantikan kunyahannya, mata laki-laki itu menatap Dara tajam.


"*Mati aku,Ibu kenapa sampai kecoplosan"?.jerit batin Dara pasrah apa yang akan terjadi nanti.


"Hufh". berakhir sudah karirku".batin Alex yang sejak tadi menguping dibalik dinding pembatas dapur dan ruang tengah*.


"Bukan Bu,Alex Bodyguard yang bekerja dirumah saya"?.


Hufh''.nafas yang tadinya terasa bertahan ditengorokan akhirnya bisa keluar juga setelah mendengar ucapan Langit.


"Ibu senang kamu mau datang kesini,siapa naman mantu ibu yang paling tampan ini"?.sepertinya Tini sangat mempunyai bakat mengombal,buktinya Langit langsung tersenyum cerah,setelah mendapatkan pujian.


Kuping laki-laki itu merasa panas,karna sejak tadi mertuanya itu hanya memuji ketampanan Alex, padahal disini sudah jelas dirinya lah yang paling tampan.


"Langit Bu".jawab Langit singkat.


"Bu,biar Mas Langitnya makan dulu,nanti ngobrol lagi".pinta Dara karna wanita itu tau apa kebiasaan suaminya.


"Oh,ya sudah kalau gitu ibu kekamar dulu".Nanti kalau sudah selesai sarapan ajak suamimu kekamar istirahat".


"Iya Bu".


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Tuan kami akan pulang sekarang".pamit Hazel setelah selesai sarapan.

__ADS_1


"Hem".Oh iya tolong handle semua pekerjaanku,bantu Papa, laki-laki itu kadang suka pikun".pintanya membuat Hazel terkekeh.


Benar adanya,Dika kadang-kadang suka pelupa jika diberikan tangung jawab besar diperusahaan.misalnya janji rapat pukul satu, laki-laki paruh baya itu malah datang pukul dua,alhasil prusahaan mereka selalu gagal mendapatkan tender.


"Baik Tuan".jawab Hazel sambil menunduk hormat.


"Saya juga permisi Tuan".pamit Alex yang baru bergabung dengan mereka.


"Hem pergilah,ingat urusan kita belum selesai".ucap Langit menatap Alex tajam.


"Mati lah aku".batin Alex menunduk.


"Maaf Tuan".lirihnya kemudian melangkah pergi.


"Kami bagai mana Tuan, tetap disini atau bagai mana"?.tanya Kamal yang binggung harus pulang atau tetap disini.


"Kalian disini saja, katakan pada Hazel tingalkan mobil,dia pulang dengan anak keparat itu saja".


Maman,Dara mau pun Kamal melotot mendengar pangilan Langit untuk Alex.


"Sudah sana,ngapain kalian masih berdiri disitu"?.


"Eh..iya tuan".


Setelah kepergian anak buahnya Langit menatap istrinya lekat,kemudian berkata''Ayo kekamar Mas lelah''.pintanya membuat Dara melongo.


''Kenapa masih diam''?.Apa kedatangan Mas disini mangangu''?.biasa mulai cemburu.


''Oh bukan begitu Mas, Dara cuman ngak nyangka aja Mas mau datang


kerumah Dara yang kecil dan kumuh ini''.


''Hem''.bergumam,kakinya sudah mulai melangkah''Mana kamar kamu''?.tanya laki-laki itu menoleh sekailas pada sang istri.


''Oh maaf''!. itu disana''.Dara melangkah duluan menuju kamar''Tapi kamar Dara tidak semewah kamar dirumah Mas Langit,Kamar Dara kecil dan sangat tidak nyaman untuk Mas''.berharap laki-laki itu pulang saja dirinya masih ingin beberapa hari disini untuk melepas rindu dengan sang ibu dan juga untuk menenangkan pikirannya yang semrawut.


🍓🍓🍓🍓🍓


Mohon dukungannya like vote hadiah and


komen.


Cover baru,sudah diganti sm pihak noveltoon supaya ngak binggung nyarinya.👇👇👇



Tbc.

__ADS_1


__ADS_2