
Outhor Pov
''Langit ya ampun,aku sangat merindukanmu''?.Mauren berdiri dengan semangat saat melihat mantan suaminya itu sudah berdiri didepannya,dengan tatapan datar bahkan tampa mau melihat dirinya.
Hingga Mauren yang awalnya berniat memeluk tubuh tegap laki-laki itu mengurungkan niatnya.
"Aku ingin mematahkan tulang mu"?.batin Langit mengeram kesal.
"Aku tau kau masih mencintaiku"?.batin Mauren bangga.
"Tuan silahkan duduk"?.sengaja Hazel meminta bosnya itu duduk, agar laki-laki kaku berwajah datar itu tidak mengacaukan semua rencananya.
Langit langsung duduk, tatapan matanya masih datar tanpa ekspresi.
"Ayo silahkan dimakan"?.Mauren yang tau jika mantan suaminya itu menyukai makanan yang berjenis tempe langsung berinisiatif untuk memesan makanan itu duluan,sebelum laki-laki itu datang.
"Hazel"?.
Hazel yang ingin memesan makanan seketika menoleh dan melangkah mendekati bosnya itu kembali."Ada apa Tuan"?.matanya meneliti makanan yang sudah tertata rapi diatas meja.
"Cicipi semua makanan ini"?.pintanya dengan wajah datar.
Hazel tersentak begitu juga dengan Mauren.
"Sialan,kenapa harus aku"?.bagai mana kalau makanan ini beracun"?.aku bisa mati"!.batin Hazel sambil meringis.
"Rasakan kau Hazel,kalau ada racunnya pasti kau yang mati,siapa suruh kau menjebakku disituasi menjijikkan ini"?.batin Langit ingin dirinya tertawa lepas sekarang,saat melihat wajah takut asistennya itu.
''Kenapa Lang''?.Mauren bertanya dengan kening berkerut bingung.
Langit tak bergeming,laki-laki itu hanya diam saja tampa menjawab.tatapa matanya bahkan lurus menatap entah kemana''?.
Mauren yang melihat sikap Langit masih cuek padanya mengerutu didalam hati.
"Sialan,andai aku tidak mengincar hartamu sudah kuhabisi kau sejak dulu"?.senyum sinis terbit dibibirnya.senyum yang sangat tipis tapi seorang Hazel dapat melihat itu.
"Mau main-main kau denganku rupanya"?.batin Hazel menatap Mauren tajam.
"Maaf Nona Mauren, tuan sudah tidak menyukai makanan ini lagi"?.Hazel tersenyum senang dalam hati,saat melihat keterkejutan kedua manusia beda tujuan itu.
"Hem, pintar juga dia"?.batin Langit masih dengan wajah datarnya.
__ADS_1
"Dasar Langit"?.kau pikir aku bodoh aku juga takut mati kali"?.Hazel balas membatin.
Mauren yang melihat kekakuan Langit hanya tersenyum canggung,wanita yang berusaha bersikap anggun itu hampir saja mengumpat keras karna kesal.bagai mana mungkin Langit tidak menyukai makanan yang menjijikkan baginya itu,dulu dirinya bela-belain memakan tempe hanya untuk menarik perhatian Langit hingga akhirnya laki-laki itu jatuh kedalam cinta palsunya.
Namun sayang,sebelum dirinya mengerogoti harta laki-laki itu dirinya sudah ketahuan selingkuh terlebih dahulu,sial sekali.usahanya selama satu tahun gagal hanya karna kesalahan satu malam.
Damn it''?.
''Sejak kapan kau tidak menyukai tempe''?.Mauren bertanya dengan nada selembut mungkin, dirinya tidak mau ketahuan belangnya sekarang.jangan sampai kegagalan terjadi untuk kedua kalinya.
"aku harus sabar menghadapi laki-laki gila ini".kembali wanita itu membatin.
Matanya sedari tadi terus menatap Langit lekat.ada kekaguman disana,sudah tujuh tahun dirinya tidak bertemu mantan suaminya itu.diumurnya yang sudah tiga puluh tahun laki-laki itu sekarang semakin gagah dan tampan.meskipun iya akui Langit terlihat lebih kurus dari pertama kali mereka bertemu waktu diparkiran Mall.
"Sejak aku bosan"?.jawaban yang membuat kening wanita itu mengernyit.
"Tumben"?.bukankah kau bilang makanan itu tak akan pernah bosan kau makan meskipun seumur hidup"?.
"Suka hatiku-lah."ketusnya.bahkan wajahnya kini sudah semakin tidak bersahabat.
"Ini pesanan Tuan"?.Hazel yang memang sudah memesan makanan bosnya itu langsung melangkah mendekati meja yang kini diduduki Langit dan juga Mauren.
"Sialan laki-laki ini "!.kenapa memesankanku makanan ini"?.
"He..he..aku senang melihat wajahmu Tuan"?.batin Hezel ingin sekali dirinya terbahak saat melihat wajah memelas sang Bos.
"Hem". Langit hanya berguman"Kau kenapa tak makan"?. bukankah kau memesan perajurit dan sekutu tempe ini"?.ucapnya santai,jemarinya menunjuk-nunjuk makanan yang dipesan Mauren,tampa mau menatap mantan istrinya itu.
Mauren meringis,wanita yang sok anggun dari tadi itu memercingkan matanya saat melihat deretan tempe yang tersusun rapi diatas meja.dari dulu wanita itu benar-benar kesal dengan makanan terbuat dari kacang.
Takut jerawat katanya.
"Eh iya, ini mau dimakan".dengan terpaksa dan demi tujuan apa pun akan wanita licik itu lakukan.
Sementara Langit kini melirik meja Hazel dengan tatapan penuh ancaman
Hazel yang tau jika sekarang bosnya itu sedang marah pada dirinya hanya santai saja duduk dimeja tempatnya tadi,memekan makanan yang iya pesan,dengan santai tanpa berniat menoleh sedikitpun pada bosnya itu.
Jika iya menoleh sudah bisa dipastikan Langit akan mengamuk dan mengumpat mengunakan bahasa isyarat.
"Ayo dimakan Lang"?.akhirnya dengan terpaksa Langit meraih sendok dan menyuapi nasi putih yang ada dipiring miliknya.
__ADS_1
Hanya nasi putih.
"Ini lebih baik dari pada nanti aku muntah, Hezel memang sialan"?.kembali mengumpat.
Kedua menusia beda selera tapi satu nasip itu kini akhirnya makan dengan perasaan dongkol.bahkan Mauren hanya makan dalam diam tampa berani menoleh kekiri dan kekanan.
Jika Langit kini sedang meratapi nasipnya yang malang namun berbeda dengan Dara, wanita itu kini sedang tertawa senang saat diajak Nenek Sutinah pergi kekebun sayuran untuk memanen sayur,yang akan dijual besok kepasar.
Selesai sarapan Bayu,Nenek Sutinah dan juga Dara memutuskan untuk pergi kekebun sayuran Nenek Sutinah yang tak jauh dari sana,ini kali pertama Dara diizinkan untuk ikut bersama.karna biasanya wanita itu hanya diminta untuk menunggu dirumah,berkali-kali Dara minta ikut namun tidak pernah diizinkan. alasannya Bayu tidak mau repot mengurusi wanita itu.padahal Dara sudah besar tidak perlu diurusi lagi.
"Waw"... ini strawberry"?.tanya Dara dengan tatapan takjup. saat melihat banyaknya buah strowberry yang ada didepan matanya.
Ini kali pertama wanita itu melihat pohon strawberry secara langsung.
"Iya, apa kau suka memakan buahnya nduk"?.nenek Sutinah menatap Dara lembut.
Wanita sepuh itu baru saja mengenal Dara, namun entah kenapa dirinya berpikir bahwa Dara wanita baik-baik yang perlu dilindungi.
"Dara ngak tau nek"?.lirihnya sendu.
"Lho kenapa"?. kan enak asem-asem seger"?.Nenek Sutinah menatap Dara dengan kening berkerut, hingga membuat wajah tuanya semakin keriput.tangannya yang sejak tadi cekatan memetik buah strawberry seketika terhenti.
"Dara ngak pernah memakannya Nek"?.lirihnya sendu.
Bayu yang sejak tadi hanya pokus memetik tomat mengalihkan pandangannya.
Entah kenapa melihat wajah sendu remaja yang baru saja iya kenal itu membuatnya ikut sedih.diumurnya yang sudah 28 tahun Bayu selalu hidup serba berkecukupan.namun hanya satu yang kurang darinya yaitu kasih sayang sang Mama.
Itu semua karna sejak dirinya berumur 10 tahun Mamanya pergi meningalkan mereka dan menikah dengan laki-laki lain.itu jugalah alasan Bayu untuk tidak menikah diumurnya yang terbilang sudah sangat matang.
Jangankan menikah, punya hubungan sepesial dengan perempuan saja dirinya tidak pernah.
Pagi,siang,malam,hanya iya gunakan untuk bekerja,namun jika tubuh dan otaknya merasa lelah,laki-laki itu memilih untuk berlibur didesa sang Nenek selama berbulan.dan disini lah laki-laki itu sekarang, menepi didesa terpencil,jauh dari hiruk pikuk kendaraan dan panasnya cuaca perkotaan.
"Ini"?.
🍓🍓🍓🍓🍓
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.,🙏🙏🙏
__ADS_1
Tbc.