
Setelah mendapatkan apa yang iya cari, Hazel dengan cepat melangkah pergi dari mini market,ingin sekali dirinya menyembunyikan wajahnya dibalik wajan,sangking malunya,tenyata pembalut itu''?.
Oh,asataga''. laki-laki itu menepuk-nepuk kepalanya sendiri, pantas saja wanita sisi lain dari sialnya itu mentertawakan dirinya tampa henti.
''Kurang ajar Mauren''?.Hazel mengumpat kesal pada mantan istri bosnya itu, jemari tangannya mencengram stir mobil begitu kuat. hingga menimbul buku-buku jarinya.
''Ini''?.Hazel lansgung melempar pesanan Mauren,setelah dirinya sampai diapartemen dengan beribu sumpah serapah.
''Kok dikit sih,kamu ngak beliin semua pesananku ya''?.kurang ajar juga wanita ini,dirinya sudah mati-matian menahan Malu, dengan seenak jidatnya Mauren malah perotes.
Ngak tau terima kasih.
Akhirnya karna kesal Hazel kembali melangkah menuju life,menuju lantai bawah.bahkan jeritan Mauren sama sekali tidak iya indahkan.
Persetan dengan wanita itu.
Hazel melajukan mobil dengan sangat lambat. bahkan matanya menatap Mini market tempatnya tadi belanja dengan lekat.
Masih jelas diingatan dirinya,betapa malunya seorang Hazel.seorang asisten tampan dan dingin,dipermalukan hanya karna sebuah pembalut.
Yatuhan,kenapa dirinya sampai tidak tau pembalut untuk''?.
Ah''?.bekerja siang dan malam membuat dirinya menjadi bodoh dan awam pengalaman tantang hal kecil,ya hal kecil,tapi jika sudah terjadi seperti ini,hal kecil itu maka akan menjadi besar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dikediaman Langit.
Pukul 5.00
''Buruan Ra''!.kenapa lama sekali''?.kini Langit sedang membukakan pintu mobil untuk istrinya,ya laki-laki itu berniat membawa Dara kerumah kedua orang tuanya,entah kenapa setelah kejadian dihutan tadi membuat dirinya merindukan sang Mama.
Langit pikir, tak ada salahnya jika dirinya mencoba kembali membujuk Mamanya agar mau menerima Dara.
''Iya bentar Mas,bawal banget sih''.ketus Dara, sambil melangkah mendekati mobil,wanita itu terlihat uring-iringan saat diajak kerumah Ana,Dara masih ingat,betapa Ibu mertuanya itu membenci dirinya.
Sementara Langit, laki-laki itu memang sengaja membawa Dara kerumah Mamanya, selain untuk siraturrahmi,Langit juga mau balas dendam,karna istrinya itu tadi sudah mengerjai dirinya.
Setelah memestikan istrinya masuk kedalam mobil,Langit melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,membelah jalanan kota yang lumayan padat.
Mengingat ini hari libur, jadi banyak yang menghabiskan waktunya diluar.menghilangkan penat dikala lelahnya bekerja.
Tak sampai satu jam mobil yang dikandarai Langit sudah sampai didepan rumah orang tuanya.
Sedari tadi Dara hanya diam saja pikirannya berkecamuk takut,dan dek-dekan.
__ADS_1
''Ayo''?.Dara menoleh pada sumber suara,ternyata Langit sudah bediri disamping mobil dan membukakan pintu mobil untuk dirinya.
''Ayo,kenapa masih diam''?.sudah mulai kesal.
Dara mendesah mendengar suara Langit yang sudah mulai meninggi.''Iya bawal banget sih jadi laki''.katusnya.detik berikutnya wanita itu langsung turun dari mobil.
''Ayo''?.Langit mengengam jemari istrinya lembut,suatu hal yang sangat jarang dilakukan laki-laki itu,mampu membuat hati Dara tersentuh.
''Mama Langit pulang''?.jeritnya memenuhi rumah.
''Lho Lang,ayo sini duduk sama Papa''.ternyata Dika sedang duduk diruang tamu sambil menikmati acara Televisi disore hari.
''Mama mana Pa''?.tanya Langit sambil mendaratkan bokongnya disofa diikuti Dara.
''Mama ada didapur''.
''Ngapian''?.
''Bantuin Bibik masak kayaknya''.Mahardika melirik Dara.''Bagai mana kabarmu Nak''?.menatap Dara lekat.''siapa namanya''?.
Dara yang sejak tadi hanya menunduk seketika mendongak.''Dara Om''?.jawabnya gugup.
''Jangan pangil Om dong''.ucapnya sambil terkekeh.''Pangil Papa saja biar lebih dekat''.
''Oh,iya Om,eh Papa''.Dara melirik suaminya sekilas,detik berikutnya wanita itu langsung berdiri.''Mas Dara kebelakang ya bantuin Mama''?.
''Boleh ya Pa''?.tanya Dara lagi ingin memastikan.
''Boleh dong,ya udah sana''.
''Makaaih Pa''.setelah berkata seperti ini Dara langsung melangkah menuju dapur.
''Berani banget istri kamu''?.tanya Dika sambil mengedikkan bahunya menuju dapur.
''Hem''?.Langit hanya berguman sudut bibirnya tertarik membentuk senyuman.''Dara akan membuat Mama kewalahan Pa,lihat saja nanti''.celetuk Langit disertai kekehan.
''Sore Mama''?.Dara dengan PDnya mendekati Ana yang sejak tadi sibuk dengan wajah yang ada didepannya.
Wanita subur itu menoleh,matanya terbelalak kaget.saat melihat siapa yang kini ada didedan matanya.
''Mau apa kamu kesini''?.ketusnya,sambil mengacungkan sendok gulai didepan wajah Dara.
''He..he''.Dara mau bantuin Mama masak, boleh ya Ma''?.wanita itu melangkah semakin dekat.''Eeemmm wangi banget Ma''.mencium aroma rendang daging yang ada didalam wajan.
''Eehh,mau ngapain kamu disitu''?.Ana mencoba menarik Dara agar menjauh.''Minggir sana,ntar kamu racuni lagi makanan saya''.ketusnya kesal.
__ADS_1
''Ih..Mama kok gitu sih''?.Dara cuman mau bantuin Mama lho''?.pura-pura sedih.
''Jangan Pangil saya Mama,karna saya bukan Mamamu''.ketusnya lagi.''Satu lagi,saya ngak butuh bantuan kamu,pergi sana''.usirnya.
''Hiks..hiks..''.air mata buaya sudah mulai keluar.''Mama tega sekali sama Dara,padahal Dara tulus lho pengen bantuin Mama''.
Ana menoleh,wanita itu berdecak kesal melihat tingkah Dara.''Jangan nangis,saya ngak akan iba sama kamu,ingat itu''.menatap Dara sebel,kedua tangannya berada dipinggang,bahkan sendok yang sejak tadi iya pegang tetap berada ditangannya,bahkan sesekali sendok gulai yang iya pegang mengacung-ngacung didepan Dara.
''Huuwwwaaaa''.malah semakin meraung.
''Eh,diam kamu,brisik tau ngak''.kesal Ana sudah mulai frustasi.
''Padahal Daratu ngidam lho,pengan masak sama Mama,kenapa Mama tega sih,ngak mau ngijinin Dara masak''?.padahal cuman masak lho''?.
''Is,wanita ini menyebalkan sekali''.ketusnya sambil mengaduk rendang yang ada diwajan.''Lagian itu bukan cucu saya,jadi untuk apa saya perduli''.ketunya lagi.
''Siapa bilang ini bukan anaknya Mas Langit''?.mengelus perutnya.''Ini anaknya Mas Langit kok''.balas Dara sudah berhenti menangis.tepatnya berhenti pura-pura menangis.
''Apa buktinya kalau itu cucu saya''?.tanya Ana menatap Dara tajam.
''Buktinya''?.buktinya ya tanya saja sama Mas Langit,siapa yang sering nidurin Dara tiap malam''?.
Hadih,wanita ini sudah mulai ngawur. membuat Ana malu sendiri.
''Ya sudah,sini kalau mau bantuin,tapi jangan kamu pikir saya sudah percaya jika itu anaknya Langit,cucu saya''.melangkah menuju kulkas dan mengaluarkan beberapa sayuran yang akan dibuatkan sup,terutama tempe,makanan kesukaan putranya.Ana berniat malam ini akan membawa putranya makan bersama,karna sudah sangat lama putranya itu tidak pernah datang kerumahnya dan makan bersama.
''Terserah Mama,he..he''.Dara malah nyengir, membuat Ana mendelik kesal.
''Ini''.meletakkan sayur diatas meja.''Awas ya kalau ngak enak''.ucapnya ketus.
''Tenang aja Ma,Dara ini koki handal lho''?.ucapnya berbual.
''Koki dari hongkong''.ketus Ana.
''Jauh amat Ma''?.balas Dara songong.
''Ck''.dasar gila".Ana melongos melewati Dara dengan wajah kesalnya.
Smemetara Dara malah tertawa lepas melihat kekesalan Ana.
"Rasain emang enak"?.makanya jangan songong, jadi lembu aja bangga"?.batinya terkikik geli dengan pikirannya sendiri.
🍓🍓🍓🍓
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
__ADS_1
Maaf masih banyak typo🙏🙏🙏.
Tbc.