Dibarter Ayah Tiriku

Dibarter Ayah Tiriku
Par 70


__ADS_3

''Tuan,kenapa hanya berdiri disini''?.Hazel menatap bosnya heran.


''Ck''.berdecak,kepalanya menoleh menatap Hazel kesal''Suka-sukaku''.ketusnya kemudian melangkah memasuki ruangan.


Kakinya melangkah mendekati ranjang mertuanya,mata laki-laki itu menatap mertunya yang masih belum sadarkan diri.


''Jangan menangis, ibumu akan sehat''?.ucapnya dingin.detik berikutnya laki-kaki itu langsung melangkah menuju sofa yang ada disana, kemudian duduk dengan kaki yang menyilang.


''Alex''?.pangilnya.


''Iya Tuan''?.Alex yang sejak tadi berdiri didepan pintu,langsung melangkah masuk.


''Kenapa kau mengintip dari jendela''?.menatap sinis.''Apa kau merindukan istriku''?.ketusnya menatap Alex datar.


''Eh''??.tergagap.''Tidak Tuan''.matanya masih melirik Dara yang masih menangis.


"Ya tuhan Dara hamil"?.apa itu anak Tuan"?.batin Alex dengan pikirannya yang binggung.


"Ck"?.belikan aku makanan,perutku lapar sekali''.membuka dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembar pecahan seratus.''Kau jangan menatap istriku terus".menunjuk kukunya yang panjang."Jangan sampai mencolok matamu".


Ucapan Langit membuat Alex bergidik".Tidak berani Tuan"?.lirihnya semakin menunduk.


"Ini uangnya"?.menyerahkan beberapa lembar uang pecahan seratus."Sekalian belikan makanan untuk yang lainnya juga"?.


"Baik Tuan"?.meraih uang yang disodorkan Langit.


"Jangan lama-lama aku sudah kelaparan sejak tadi,kau tau,aku disana tidak diberi makan.perutku sangat lapar"?.


Jiaah malah curhat.


Dara melirik suaminya sekilas, detik berikutnya wanita itu kembali menoleh pada ibunya,dirinya sama sekali tidak perduli dengan apa yang Langit katakan.


"Sudah sana"?.kesal karna sindirinnya sama sekali tidak membuat Dara simpati pada dirinya.


Siall"?.


"Baik Tuan"?.


Langit mengetuk-getuk meja didepannya dengan perasaan gusar.nait hati mendiamkan Dara agar wanita itu sadar akan kesalahannya, namun bukannya sadar ''!.Dara malah mendiamkan dirinya juga.


Mengesalkan.


Ide apa lagi yang akan Langit buat untuk membuat istrinya itu mau berbicara pada dirinya''?.laki-laki itu memutar otaknya sejak tadi.namun semuanya buntu.ditambah lagi perutnya lapar,matanya mengantuk.bahkan sudah berkali-kali laki-laki itu menguap.


''Kenapa Alex bodoh itu lama sekali membeli makananya''?.sudah mulai mengerutu, kakinya iya turunkan dan bergerak-gerak sama sekali tidak bisa diam.''Apa dia membeli makanannya dimonas''?.ceketuknya ngawur.

__ADS_1


''Ah''.keluhnya detik berikutnya laki-laki dewasa itu melangkah keluar kamar perawatan mertuanya.


''Mana Alex''?.kenapa lama sekali''?.menatap Maman yang kini sedang nemakan cemilan dengan wajah masam.


''Kerestoran langganan Tuan''?.jawab Maman singkat.bahkan mulut dan tangannya sejak tadi tidak berhenti bekerja.


''Eh kenapa diambil''?.laki-laki itu menatap sendu pada bungkusan keripik singkong yang kini ada ditangan Langit.


''Ini punyaku, kau beli saja lagi''.jawabnya santai,detik berikutnya laki-laki itu langsung melangkah kembali memasuki ruangan ibu mertuanya.


''Kamal''?.pangilnya yang kembali keluar kamar rawat Tini.


''Iya Tuan''?.Kamal yang sejak tadi berdiri melangkah mendekati Bosnya itu.''Ada apa Tuan''?.matanya menatap wajah Langit lekat. detik berikutnya laki-laki itu langsng menunduk, saat melihat tatapan tajam Sang bos.


''Ambilkan smartphoneku dirumah''?.pintanya, mulutnya bahkan terus mengunyah keripik singkong milik Maman yang iya ranpas tadi.


Sementara Maman hanya menatap keripik yang ada ditangan sang Bos sendu.


''Baik Tuan''.Kamal langsung begegas pergi.


''Kenapa kau lama sekali''?.ketusnya, saat melihat Alex terburu-buru mendekati dirinya.


''Maaf Tuan,antri''.balasnya,kaki laki-laki itu terus melangkah memasuki ruangan Tinj dan meletakkan makanan bosnya dimeja yang ada disana.''Saya permisi dulu tuan''.laki-laki itu menunduk sekilas, setik berikutnya Alex langsung berlalu tampa manunggu jawaban dari Langit.


''Ck''.Langit berdecak.detik berikutnya laki-laki dewasa itu kembali bangkit berdiri dan melangkah mendekati istrinya.''Ayo makan''?.pintanya lembut.matanya bahkan sejak tadi terus menatap istrinya lekat.ada kerinduan disana, namun semua itu tertutup karna rasa gensi dan kesalnya sejak tadi pagi.


''Aku tidak lapar, kau makanlah''?.lirih Dara.wanita itu bahkan dengan cepat memalingkan wajahnya dari tatapan suaminya.


''Ck''.kembali berdecak.


Entah kenapa melihat Langit seperti ini mengingatkan Dara pada Bayu.mengingat laki-laki itu juga suka berdecak jika dirinya sedang kesal.


''Makanlah,jika kau tidak bernafsu paling tidak pikirkan anak yang ada didalam kandunganmu''.tetap berdiri disamping sang istri,bahkan matanya menatap lekat perut istrinya yang membuncit.ada keinginan dihatinya untuk mengelus perut istrinya itu.namun karna ego dan gensinya yang terlalu tinggi,alhasil laki-laki itu hanya berdiri saja,diam seperti patung.


''Baiklah''.Dara hanya menjawab singkat.detik berikutnya wanita itu langsung melangkah mendekati sofa dan meraih satu kotak nasi dan makan dalam diam.


''Suap''?.


Jiaahh''???..malah dia yang minta suap.yang hamil siapa''?. yang manja siapa''?.dasar Langit.


''Sendirikan bisa''.ketus Dara sambil mengunyah nasi yang ada didalam mulutnya.


''Aku lelah, tanganku lemah, kau lihat ini''?.mengacungkan kedua tangannya''Lemah dan lelah sekali''.keluhnya pura-pura paling lelah diantara orang yang iya tindas sejak tadi.


Tampa membantah lagi Dara langsung menyuapi bayi gede yang kini sedang membuka mulutnya lebar.bahkan nasi satu kotak yang Dara buka habis disantap laki-laki itu.

__ADS_1


"Kau kenapa tidak makan"?.pertanyaan yang membuat wanita hamil itu ingin mengumpat dan mengatakan"?.


"Hello''. kau yang sejak tadi minta suap terus, hingga aku tidak sempat menyuap nasi dalam mulutku sendiri".namun itu semua hanya mampu Dara ucapkan dalam hati.


Wanita hamil itu hanya diam saja, tanpa menjawab pertanyaan Langit. jemari tangannya bahkan dengan cepat meraih kotak nasi yang masih ada diatas meja.


"Kau kenapa sejak tadi hanya diam"?.lelah mencari perhatian dan memperhatikan, namun tak juga direspon,akhirnya Langit bersuara.


"Tidak ada yang perlu dibicarakan"?.balas Dara dengan wajah datar.bahkan wanita itu kini memasukkan makanan dimulutnya dan mengunyahnya dalam diam.


"Banyak''.banyak''.yang perlu dibicarakan".tegas laki-laki dewasa itu, matanya menatap Dara lekat.ada kerinduan disana,namun gensi untuk mengaku karna kemaren pangakuannya hanya diangap angin lalu oleh Dara.


"Bagiku sudah tidak ada"?.lagi-lagi jawaban datar Dara membuat laki-laki itu gusar.


"Ra"?.lirihnya pelan matanya menatap wanita itu kekat.


Dara tetap diam.


"Ayo pulang"?.pintanya membuat Dara menatapnya tajam.


"Dimana otak laki-laki ini''?. Ibunya berbaring lemah dirumah sakit,bisa-bisanya laki-laki itu membawa dirinya pulang".batin Dara kesal. matanya menatap Langit tak percaya.


"Aku salah ya"?.mengusap tengkuknya dengan wajah canggung.


Dara tetap diam,bahkan wanita itu dengan cepat memalingkan wajahnya karna malas berdebat,lagi pula berdebat dengan Langit hanya membuang waktu saja. toh nanti pemenangnya tetap Langit.


"Ra"?.kembali merengek seperti bocah minta jajan.


"Apa sih"?.kesal sudah wanita itu,bahkan jemari Langit yang meraba-raba perut buncitnya dengan cepat iya tepis.


"Sialan wanita ini,kenapa hatinya keras sekali"?.gerutunya dalam hati.bahkan laki-laki itu tidak sadar dirinya juga keras dan mau menang sendiri.


"Ra"?.sudah mulai kesal.


"Apa lagi"?.


"Apa kau tidak merindukanku Ra"?.menatap Dara dengan wajah mupeng.


🍓🍓🍓🍓🍓


Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.


Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2