
''Kemana Mas Langit''?. kenapa tidak datang juga''?.lirih wanita itu berbicara,tangannya membuka pintu kamar pelan.
Sudah hampir sore,namun suaminya itu belum juga menanpakkan batang hidungnya, Dara yang selalu merasa was-was akhirnya memutuskan untuk keluar kamar.
''Aku harus turun mengunakan tangga''.gumamnya.
Wanita remaja itu sama sekali tidak mengerti cara mengunakan life,hingga kini dirinya memilih mengunakan tangga darurat.
''Hufh''.nafasnya terlihat memburu,benar-benar lelah.''Aku harus segera turun,entah kenapa perasaanku dari tadi tidak enak''.kakinya iya paksakan untuk melangkah,keringat membasahi tubuh wanita itu, berkali-kali Dara menyeka keringat yang kini sudah mulai membasahi pakaian yang iya kenakan.
Tepat pukul lima sore akhirnya Dara sampai dilantai dasar,mata remja itu menoleh kekiri dan kekanan,jemarinya mengusap keringatnya yang bercucuran.lelah yang mendera membuat dirinya memutuskan untuk duduk sejenak dianak tangga.
''Om Hazel''.
Mendengar namanya dipangil membuat Hazel yang awalnya sudah ingin pulang kempali berbalik.
"Oh tuhan matilah aku"!.kenapa dia memangilku dengan pangilan Om"?.habislah kau Hazel,gelar asisten tampan dan dinginmu sebentar lagi akan berakhir"?.batin laki-laki itu.
Matanya menatap Dara mengiba, berharap wanita itu tak lagi memanggil dirinya Om,dirinya tidak setua itu,hingga harus dipangil Om.
"Om Hazel"?.Dara berlari mendekati Hazel.yang kini menatap dirinya dengan tatapan memohon.
"Oh ayolah Nona.mengertilah kegelisahanku".laki-laki itu lagi-lagi membatin.bahkan matanya terus berkedip-kedip.berharap wanita konyol didepannya mau mengerti.
"Om"?.
"Nona boleh tidak jangan memangilku Om"?.akhirnya laki-laki itu berbisik. giginya bergemeletuk menahan kekesalan
"Memangnya kenapa kalau Dara mengilnya Om"?.suara Dara yang melengking membuat Hazel spontan menutup mulut wanita itu.
Sementara karyawan yang melihat kelakuan keduanya hanya mentapnya dengan heran,namun karna takut dengan Hazel,hingga tidak ada yang barani berkomentar.
"Nona jangan kuat-kuat"!.tolong Nona jangan memangilku Om"!.tatapan matanya mengiba,berharap kali ini wanita sengklek didepannya mau mengerti.
"Oh''.ok siapa takut, jadi Dara menggil Om apa dong"?.balas berbisik.
"Abang boleh deh".jawab Hazel balik berbisik.
"Ehem".Langit yang baru saja keluar dari Life dengan dua orang wanita seketika berdehem
Membuat kedua manusia yang sedang berbisik itu seketika menoleh.
"Murahan"?.batin Langit saat melihat istrinya begitu dekat dengan laki-laki lain.
"Ma".
__ADS_1
"Nona diam"?.Dara yang awalnya ingin memangil Langit akhirnya urung, saat mendengarkan bisikan dari Hazel.
"Dia siapa Lang"?.Ana menunjuk Dara dengan ekor matanya,tatapan wanita itu menatap Dara tajam.
Langit gelagapan,laki-laki itu binggung harus menjawab apa"?.
"Dia pacar saya Nyonya"?.Hazel sengaja mengatakan itu semua,laki-laki itu ingin melihat reaksi Langit jika istrinya iya akui sebagai kekasih.
Namun yang saat ini Hazel lihat justru berbeda,Langit terlihat santai dan tidak melakukan apa-apa.
''Oh''?.mata Ana meneliti penampilan remaja didepannya dari atas hingga kebawah.
''Sudah diselidiki belum''?.bibit,bebet dan bobotnya''?.Ana terlihat angkuh dalam menyampaikan setiap kata yang diucapkan.
''Bobot sudah Nyonya".menjawab santai" paling''?.Hazel meneliti Dara dari ujung kepala hingga kekaki''Paling bobotnya hanya 45 kilo".
Jawaban Hazel membuat Ana mendelik tidak suka.
''Ya sudah saya permisi nyonya''.Hazel menoleh pada Dara''Ayo sayang''?.laki-laki itu mengengam jemari istri Langit itu dengan lembut.
"Beraninya kau Hazel"?.laki-laki itu mengeram. giginya bergemeletuk kuat menahan segala kekesalan.
"Ayo sayang".Ana menarik lengan putranya, namun dengan cepat ditepis laki-laki itu.
Bahkan pangilan Ana mau pun Mila sama sekali tidak laki-laki itu indahkan.
"Eh"?.Dara terkejut saat tiba-tiba ditarik seseorang,saat dirinya sudah akan masuk kedalam mobil Hazel.
"Hey Tuan mau dibawa kemana pacar saya"?.Hazel sengaja mengoda laki-laki itu karna kebetulan kantor juga sudah sunyi.
"Itu sebenarnya siapa Tante"?.Mila menatap Langit dan wanita yang tadi diakui Hazel sebagai pacarnya itu sinis.
"Tante juga belum tau,tapi kamu tenang saja, tante akan cari tau siapa dia''?.Ana menatap putranya tajam''Ayo pulang''.wanita gampal itu menarik lengan Mila dan membawa wanita itu pergi dari kantor.
Didalam mobil Dara hanya bisa diam saja,tampa berani bersuara,bahkan untuk bernafas saja rasanya begitu takut saat melihat wajah suaminya yang memerah seperti menahan amarah.
''Apa kau senang disentuh laki-laki''?.pertanyaan pertama yang keluar dari bibir Langit membuat wanita remaja itu seketika menoleh.
''Maksudnya apa Mas''?.Dara bertanya dengan bibir bergetar.
Benar apa yang dirinya pikirkan tadi pagi, jika Langit sudah membawanya kekantor akan ada drama yang akan merugikan dirinya.
Sementara Langit niat awal dirinya membawa sang istri kekantor supaya wanita itu tak lagi bertemu dengan Alex tapi nyatanya''?.
Apakah Langit mencintai Dara''?.jawabannya tentu tidak,Langit hanya tidak mau ada yang menyentuh miliknya,apa lagi berniat merebut miliknya,Langit tidak akan mengampuni siapa pun itu termasuk wanita yang berani berhianat pada dirinya.
__ADS_1
Cukup sekali dirinya dibodohi wanita,sungguh laki-laki itu tidak ingin kejadian yang sama terjadi untuk kedua kalinya.
''Apa kau kencintaiku''?.
Pertanyaan yang keluar dari bibir laki-laki itu membuat Dara tercekat.
''Jawab kenapa hanya diam''?.suaranya sudah mulai meninggi.
Dara yang mendengar bentakan laki-laki itu langsung tersentak kaget.''Iiii-ya''.gugup.bahkan kini jemarinya meremas satu sama lain.
''Iya apa''???.
''Iya aku kencintai Mas''.begitu lancar Dara mengucapkan kata yang tak seharusnya wanita itu ucapkan.
''Bagus''.senyum sinis terbit dibibirnya membuat remaja itu seketika bergidik.
''Apa Mas juga mencintaiku''?.pertanyaan konyol itu keluar begitu saja hingga Dara menepuk bibirnya sendiri.
"Pertanyaan konyol macam apa yang kau tanyakan Dara"?.habislah kau Dara".wanita itu menunduk dengan pikiran yang berkecamuk.
"Menurutmu"?.pertanyaan dijawab Langit dengan pertanyaan.membuat Dara menunduk semakin dalam.
"Aku tidak tau Mas".lirihnya meringis.wanita remaja itu berharap apa yang dirinya katakan tidak sampai memancing emosi suaminya.
Tawa lepas keluar begitu saja dari bibir tipis suaminya.
"Hah"?.dia membuatku semakin takut".Dara membatin diiringi tarikan nafasnya yang panjang.
"Jangan pernah bermimpi terlalu tinggi rubah kecil, kau bukan seleraku".
"Deg"?.
Mata wanita itu langsung berkaca-kaca.perkataan Langit begitu melukai hatinya terdalam.dirinya pikir selama ini Langit begitu mencintainya,pangilan sayang yang laki-laki itu sematkan untuk dirinya hanyalah sebuah pemasis untuk menjerat dirinya dalam perangkap penderitaan.
Dara meremas dadanya yang sesak,air matanya tumpah dalam diam.
"Kenapa aku bisa sebodoh ini"?.ya allah apa ini"?.kenapa takdirku begitu pahit"?.Dara menangkup wajahnya dengan telapak tangan. air matanya tumpah tampa bisa iya tahan.hatinya terus berkelana memikirkan betapa bodoh dirinya hingga jatuh pada perangkap yang Langit ciptakan.
🍓🍓🍓🍓
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏
Tbc.
__ADS_1