
Suasana yang indah dan dinginnya pegunungan pasti membuat hati semua orang yang ada disana menjadi damai.begitu juga dengan Dara,ditengah banyaknya masalah yang sedang iya hadapi namun dengan kehadiran orang baik seperti Bayu dan Nenek Sutinah,mampun membuat dirinya melupakan masalah yang sedang iya hadapi meskipun hanya sejenak.
Berputar kesana kemari mengelilingi perkebunan yang luas,milik nenek Sutinah. membuat senyum manis dibibir remaja itu terus mengembang.
''Ini''.satu keranjang kecil strawberry kini sudah ada didepan mata Dara.
''Ini punya siapa''?.pertanyaan konyol itu muncul begitu saja dibibir tipisnya,saat melihat laki-laki kaku namun peduli itu kini meletakkan buah yang sangat mengoda didepan dirinya yang sedang duduk ditanah.
''Ck,masih bertanya''?.berdecak.tatapan matanya bahkan menatap Dara malas.detik berikutnya melengos pergi.
''Ini punyaku''?.kembali bertanya karna belum mendapatkan jawaban.
Hidup ditengah keluarga yang penuh dengan kekerasan membuat Dara takut untuk melakukan sesuatu,takut berbicara asal dan takut menyimpulkan sesuatu.
''Iyo to Nduk itu,punyamu''?.Nek Sutinah menepuk pungung remaja yang kini berdiri terpaku.ditangannya membawa satu keranjang buah strawberry yang diberikan Bayu tadi.
Sementara laki-laki itu diam, seolah tuli dengan apa yang Dara tanyakan,dirinya kini sudah pokus memetik tomat,memilih yang sudah siap dipanen.
Tatapan matanya pokus pada simereh yang mengoda yang ada didepan matanya,tanpa mempedulikan ocehan Dara yang membutuhkan jawaban.
Benar-benar cuek.
''Tapi Nek''?.Dara menoleh pada Nek Sutinah.
''Makanlah,bukankah kau menyukainya''?.membawa Dara duduk kembali''Bayu memang seperti itu,diam cuek dan pendiam,tapi aslinya baik dan penyayang''.jelas Nek Sutinah.tatapan matanya lurus menatap pada sang cucu yang selalu setia mengunjungi dirinya dikala lelahnya bekerja.
Hanya Bayu yang selalu rutin mengunjunginya didesa,sudah berkali-kali juga Bayu dan menantunya membawa wanita sepuh itu untuk pindah kekota,namun wanita itu selalu menolak,dirinya tidak ingin branjak dari gubuk miliknya karna gubuk itu begitu banyak kenangan dirinya dan juga sang suami. yang sudah mendahuluinya menghadap sang pencipta.
''Iya Nek Dara tau''.jawabnya singkat. mata wanita itu juga kini juga ikut menatap laki-laki yang sama sekali tidak menoleh pada mereka.Bayu hanya pokus pada pekerjanannya.
''Makasih ya Nek, ini enak sekali''.ucapnya antusiasi.setelah satu buah strawberry masuk kedalam perutnya.
''Sama-sama,ya sudah kamu habiskan ini,nenek kerja dulu''.Nek Sutinah menepuk pundak Dara pelan.kemudian berlalu pergi.
Dara salut dengan wanita itu tidak ada lelahnya,dirinya yang muda saja sudah kelelahan padahal hanya membantu sedikit saja,entah kenapa akhir-akhir ini tubuhnya mudah lelah dan sering pusing.wanita remaja itu selalu berpikir jika pusing yang sering iya rasakan akibat dirinya berjalan kaki didalam hutan yang begitu jauh waktu itu.
"Ayo Nduk kita pulang sudah siang"?.
Dara yang sejak tadi sibuk dengan lamunanya seketika menoleh"Eh iya Nek,maaf dari tadi Dara ngak bantuin"?.entah sudah berapa lama wanita itu melamun''?.hingga pangilan Nenek Sutinah menyadarkan dirinya jika sekarang sudah hampir zuhur.
"Ora opo-opo Nduk,ayo jalan".
__ADS_1
"Tapi Bayunya mana Nek"?.wanita itu celingukan mencari keberadaan Bayu yang entah kemana perginya.
"Bayu sudah duluan,membawa hasil penen"?.
"Pakai apa ya nek''?.
''Pakai motor''?.
''Oh,Dara pikir jalan kaki''.lirihnya disertai kekehan.tak terbayang bagai mana lelah dan repotnya membawa sayuran jika berjalan kaki''!. mengingat jaraknya lumayan jauh jika berjalan kaki.
''Ayo''.akhirnya kedua wanita beda generasi itu melangkah beriringan menuju rumah nenek Sutinah.
Dara menatap takjup pemandangan didepan matanya,ternyata banyak sekali petani lain yang memetik sayuran dan buah-buahan lainnya disana,sejak tadi wanita itu berpikir hanya mereka yang ada disana,mengingat jarak pandang yang terbatas membuat wanita itu tidak bisa melihat orang-orang disekitarnya.
''Ternyata disini ramai ya nek''?.tanya Dara, kepalanya menoleh sekilas pada wanita sepuh itu
''Iya Nduk,disini memang tempatnya masyrakat disini untuk berkebun dan mencari nafkah''.balas nenek Sutinah disertai senyum ramah pada siapa saja yang iya temui.
''Eh Nek itu siapa''?.cucunya yang dari jakarta''?.seorang remaja seumuran Dara atau mungkin diatasnya,kini tiba-tiba nongol,tepatnya bukan tiba-tiba,tapi karna kabut yang begitu tebal hingga jarak pandang mereka terbatas.
''Iyo''.hanya itu jawaban Nek Sutinah.
''Wah, Raka boleh main kerumah ya Nek''?.remaja yang biasa dipangil Raka itu berbicara dengan nada semangat.
''Monggo, kami pulang dulu''?.
Pemuda yang dipangil Raka itu hanya menganguk,diiringi senyum khas miliknya dan menunduk sopan pada Dara.
''Ayo makan nduk''.pinta Nek Sutinah setelah selesai memasak makanan sederhana siang itu
''Iya Nek''?.kakinya melangkah mendekati hidangan yang sudah tersaji.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ditempat lain.
''Huek-huek''.sudah sejak tadi pagi Langit tidak henti-hentinya muntah.
''Haduh, Hazel aku kenapa''?.matanya memercing. tubuhnya yang lemahnya iya sandarkan ditembok kamar mandi.
Hazel yang sejak tadi sibuk memijat tengkuk sahabat sekali gus bosnya itu binggung harus menjawab apa''?.
__ADS_1
''Saya juga tidak tau Tuan''.bagai mana kalau kita kedokter saja Tuan''?.
''Hah''.menarik nafasnya panjang.''Aku lelah Zel,setiap saat kerumah sakit,lama-lama aku pindah kerumah sakit''.celetuknya membuat Hazel menarik sudut bibirnya.
''Kau jangan tertawa Hazel,kau tak tau bagai mana rasanya mual seharian hingga aku tak tau harus melakukan apa''?.antar aku keruangan rapat lagi Zel''.sudah sejak tadi rapat yang iya pimpin tertunda karna sang bos sejak tadi bolak balik ketoilet.
''Masih kuat tuan''?.memapah bosnya dan membukakan pintu toilet.
''Tubuhku lemah,aku rasa aku mau mati saja sekarang''.
Hazel menarik nafasnya panjang, kemudian kembali nyeletuk''Kalau mau mati silahkan tuan,tapi bikin surat wasiat dulu untuk saya''.celetuknya hinga mendapatkan toyoran dikepala.
''Kau sudah bosan hidup Zel''?.tatapan matanya tajam membuat Hezel tersenyum kikuk.
''Aku hanya becanda tuan,tuan istirahat diruangan saja,biar aku saja yang hendel rapat''.
''Baiklah,kau memang asisten idaman''.
Jawaban Langit membuat Hazel bergidik''Jangan bicara begitu tuan,kau mau kita dikira Gay''?.bisiknya membuat Langit ikut bergidik.
''Enak saja, aku tidak mau denganmu''.balasnya dengan tatapan geli.
''Ck''.berdecak.matanya menatap wanita gempal didepannya kesal.''Mama mau apa lagi kesini''?.
''Kau kenapa Lang''?.panik.''Kau sakit nak''?.sekeras-kerasnya Ana,wanita itu tetaplah seorang ibu yang selalu takut anaknya kenapa-napa.
''Langit baik Ma,Mama pulang deh, Langit ngak punya tenaga buat debat sama Mama''.mendaratkan bokongnya disofa ruangan miliknya.jemari tangannya sibuk memijat keningnya yang pening.
''Tapi Mama hanya merindukanmu Lang,apa itu salah''?.Ana mencoba mendaratkan bokongnya disamping sang putra.
''Langit baik Ma,Mama pulang lah,Langit mau istirahat.ngantuk Ma''?.kebiasaan Langit sekarang suka sekali tiduran dikantor.
Ana yang malas berdebat akhirnya pamit untuk pulang,dengan hati yang kawatir.
''Kemana perginya istri Langit''?.
🍓🍓🍓🍓
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏
__ADS_1
Tbc.