
Dara Pov
Kutatap lalu lalang orang yang keluar masuk rumah sakit,tatapanku sendu menandakan jika kini diriku benar-benar rapuh.
Mataku mengembun saat melihat sepasang suami istri yang melangkah menuju rumah sakit sambil bergandengan tangan.
"Salahkah jika aku mengingunkan hal yang sama"?.kupalingkan wajah ini agar hati ini tidak semakin sakit.
"Yatuhan bukannya aku mengeluh"!. tapi boleh aku meminta sedikit saja ketenangan dan kebahagiaan disisa umurku?.aku berbicara lirih,mataku terpejam menikmati rasa kecewa yang begitu menyiksa hingga membuat dadaku menjadi sempit.
Jemari tanganku mengusap perutku yang buncit.belum pernah sekali pun Mas Langit berniat ingin memeriksa kandunganku,salahkah jika aku mengiginkan perhatian"?.
"Dara"?.aku segera menoleh.
"Bayu"?.tangisku pecah detik berikutnya aku menghambur dipelukan laki-laki yang selalu membuatku nyaman.
"Kau kenapa"?.usapan lembut membuat tangisku semakin pecah."suut diam ya"?. jangan menangis lagi,kan sudah ku bilang harus kuat demi sidedek"?.
Tangisanku langsung berhenti bahkan pelukan yang tadinya erat perlahan mengendor dan lepas.
"Kau kenapa,ayo duduk lagi"?.pintanya sambil menuntun diri ini agar kembali duduk.
"Cerita"!.desaknya setelah kami berdua duduk bahkan kini laki-laki jutek dan baik itu menatapku lekat.membuatku jadi salah tingkah.
"Tidak ada Bay"?.kupalingkan wajah ini darinya."Kamu kapan kesini"?.pertanyaan darinya kujawab dengan pertanyaan.
"Ck"?.kebiasaan laki-laki itu pasti berdecak jika sedang kesal."Semalam,setelah kalian berangkat,aku juga ikut berangkat.setelah berpamitan dengan nenek"?.kembali kenatapku."Nenek titip salam denganmu".
"Walaikum salam"?.jawabku singkat.''Kamu ngapin kesini''?.jelas aku bertanya tidak mungkinkan dia tau aku ada disini''?.
''Aku kerja disini''.
Jawabannya membuat aku yang sejak tadi memalingkan wajah segera menatap dirinya.''Jadi ini rumah sakit keluarga kamu''?.
''Punya Papa,bukan punyaku''.
''Hah''?.aku jelas terkejut karna rumah sakit ini terlalu besar dan mewah.aku yakin rumah sakit ini rumah sakit yang paling mewah dikota ini.''Serius''?.mataku bahkan sampai melotot membuat Bayu terkikik geli.
''Hem''.hanya bergumam.
''Aku bisa kerja disini ngak Bay''?.pertanyaan konyol itu keluar begitu saja dari bibirku membuat Bayu yang jarang ketawa kini kembali terkikik.
__ADS_1
Memalukan.tapi kenapa aku harus malu"?.aku akan buktikan pada wanita gendut itu jika aku bisa hidup tanpa uang putra kesayangannya yang keras kepala dan songong itu.
''Hah''?.kini bukan aku yang terkejut melainkan Bayu yang terkejut.''Serius''??.
''Seriuslah''.jawabku mantap.
Bayu mengaruk kepalanya,detik berikutnya laki-laki itu menatap perutku yang buncit.
Astaga aku bahkan melupakan jika sekarang diriku lagi hamil''Maafkan Mamamu ini Nak''?.kuusap perutku lembut.suntuk dan tertekan membuatku jadi hilang ingatan.
''Sudah ingat sekarang''?.Bayu malah bertanya, pertanyaan yang membuatku menyengir.
''He..he,siapa tau ada kekerjaan yang bisa dikerjakan wanita hamil Bay''.aku sudah terbiasa memangilnya Bayu,padahal sudah jelas-jelas umurnya jauh lebih tua dariku.
''Kau pokus dululah dengan kandunganmu''.
Kau menganguk pasrah.
"Bagai mana caranya aku membawa Ibu tingal bersamaku"?. jika pada kenyataannya aku saja masih menumpang tingal dirumah orang"?.aku membatin membayangkan penolakan Langit jika aku meminta Ibu tingal dirumah mewah miliknya.tapi aku tidak mau mengecawakan Ibu,aku sudah janji.lalu sekarang aku harus bagai mana"?.aku menjadi binggung sendiri dengan masalah hidupku.
Kadang merasa hidupku begitu buruk, tak ada yang sudi menjadi sandaranku disaat aku terpuruk seperti ini,hanya Bayu yang mau perduli padaku meskipun sedikit kaku,tidak sedikit tapi banyak,tapi meskipun begitu dia lebih bisa mendengarkan keluh kesahku meskipun jawabannya hanya Hem..Hem..dan Ck.
"Belum"?.aku mengelang lemah karna memang itu kenyataannya.
Ternyata lama juga aku melamun disini dari pagi hingga siang."Bagai mana kabar Ibu"?.lirihku yang kini malah kepikiran Ibu yang tadi kusuruh istirahat sementara diriku malah meratapi nasipku disini.
"Ibumu dikamar nomor berapa"?.
Kepalaku kembali menoleh menghadap Bayu."Kamar Nomor 120 "?.jawabku siangkat karna itu yang kulihat didaun pintu kamar Ibu.
"Oh PIV ya"?.Bayu menganggukkan kepalanya."Kalau PIV biasanya ada perawat yang akan menyuapinya makan dan mengurus hal lainnya"?.jawabnya enteng.
"Oh"?.aku mengangukkan kepalaku.
Hatiku yang tadinya sedih dan kacau kini sedikit lebih tenang,entah kenapa laki-laki ini mampu membuatku lebih tenang dan nyaman.aku tau ini salah, tapi tulis dihatiku jika aku hanya mengangap Bayu seperti abangku sendiri. tidak lebih.
Tidak pernah mendapatkan perlindungan dari seorang laki-laki membuatku mendambakan saudara laki-laki,aku punya suami tapi aku merasa sendiri.
Miris sekali.
"Ayo makan siang"?.ajaknya lagi.
__ADS_1
Aku akhirnya menganguk karna memang perutku sudah sangat lampar.
"Makan dimana"?.Bayu kembali menoleh padaku.entah kenapa aku tidak pernah kikuk berhadapan dengan laki-laki ini,entah kerna aku hanya mengangapnya abang, atau entah lah"!. aku merasa begitu dekat dengan dirinya.
"Dimana saja"?.jawabku pasrah.
"Ya sudah ayo"?.aku mengekor dibelakangnya yang kini melangkah mendekati mobil sport hitam yang terparkir indah disana.
Bayu disini sangat jauh berbeda dengan Bayu yang ada dikampung,jika disana Bayu seperti orang kampung yang susah dan melarat.bahkan laki-laki itu bisa memakan makanan desa dengan sangat lahap.
Itu yang aku suka dengan laki-laki ini,bisa hidup dimana saja dalan kondisi apa saja.
"Ayo masuk"?.aku langsung masuk kedalam mobil setelah pintu mobil dibuka.
Didalam mobil aku hanya diam saja membayangkan bagai mana marahnya Mas Langit jika tau aku pergi dengan seorang laki-laki"?.kuakui perasaan cintaku masih utuh untuknya,namun rasa itu kini tertutupi dengan rasa kecewa atas perlakuannya selama ini.
Aku sudah memaafkan semua kesalahannya,aku bisa memaklumi jika saat itu dirinya menyiksaku hanya karna pengaruh obat dan troumanya.
Namun bagai mana dengan Ana Mamanya"?.beliau begitu membenciku karna aku tidak selevel dengan putranya,aku sadar itu.
Entahlah,aku merasa nasip rumah tanggaku kini berada diujung tanduk,aku tak mungkin memaksakan kehendak,aku juga tidak mungkin terus berada disisi Langit karna itu akan membuat hubungan Ibu dan anak menjadi rusak.
"Ya tuhan aku harus apa"?.aku membatin.sungguh saat ini aku benar-benar dilema.
"Sudah sampai ayo turun"?.lamunanku buyar saat mendengarkan suara Bayu.kepalaku menoleh kekiri dan kekanan.
Mataku berbinar melihat restoran mewah yang kini ada didepan mataku.
Ya tuhan, benarkah aku akan makan disini"?.bibirku melengkung membentuk senyuman.
"Ayo"?.
"Eh iya"?.aku tergagap. detik berikutnya kakiku langsung melangkah mengikuti Bayu yang kini mengandeng jemari ini.
🍓🍓🍓🍓
Mohon dukungannya like vote hadiah and komen.
Maaf masih banyak typo.🙏🙏🙏
Tbc.
__ADS_1