
"Dulu, Mami memang menikah karena perjodohan dengan Ayahmu. Itu sebabnya, Mami tak pernah patuh dan menjadi istri yang baik untuknya. Hanya satu kali, Mami melayaninya sebagai seorang istri. Itu pun karena Mami pulang dalam keadaan mabuk. Karena kekasih Mami akhirnya pergi ke luar negeri dan meninggalkan Mami.
Mungkin, Tuhan memang ingin mengirimmu sebagai teman hidup Imran hingga dia kembali menghadap Nya. Dua bulan setelah malam itu, Mami akhirnya tau bahwa ada kehidupan baru dalam rahim Mami. Yaitu kamu, Aqila.
Awalnya Mami menolak untuk mengandung dan melahirkanmu. Tolong maafkan Mami, Nak. Tapi, lagi-lagi Ayahmu menjanjikan sebuah harapan pada Mami. Jika Mami bersedia menjaga kandungan itu dengan sepenuh hati, Mami bisa pergi dari hidupnya setelah Mami melahirkanmu dan lepas masa-masa wajib menyusui. Ayahmu sangat mencintaimu bahkan dari saat kamu masih berada dalam kandungan.
Mami tau, Ayahmu sangat mencintai Mami. Terlihat dari cara dia memperlakukan Mami dengan baik selama usia pernikahan kami. Tak pernah ia membantah atau pun marah pada Mami. Dia memberikan Mami kebebasan atas hal apa pun yang Mami inginkan. Dia orang baik. Mami menyesal, tidak menemuinya dan meminta maaf sebelum dia meninggal,"
Isak tangis keluar dari rongga mulut Mami. Aku dan Kayla yang sedari tadi mendengarkan penjelasan Mami sudah terlebih dahulu banjir air mata. Aku tak menyangka, selama ini ternyata Mami benar-benar tidak pernah mencintai Ayah. Bahkan aku adalah anak yang sama sekali tidak Mami harapkan untuk hadir ke dunia ini.
Baru saja aku mulai membuka pintu hati dan memaafkan segala kesalahan Mami yang tega meninggalkan aku saat masih kecil, ternyata hadir satu lagi masalah yang lebih besar dan lebih membuat hatiku hancur dan juga terluka.
"Jadi... Aku ini adalah anak yang tidak diharapkan?" tanyaku dengan suara bergetar.
"Tidak, Nak. Maafkan kesalahan Mami. Mungkin saat itu pikiran Mami masih labil. Tapi Ayahmu sangat mencintai dan menantikan kehadiranmu setiap hari. Dia begitu bahagia akan menjadi seorang Ayah. Bahkan dia sudah mulai mempersiapkan semua aset kekayaannya untukmu setelah tau bayi dalam kandungan Mami adalah perempuan. Dia yang menyiapkan nama untukmu. Dia segera mengganti nama seluruh aset kekayaannya menjadi namamu setelah kamu lahir.
__ADS_1
Karena dia tau, mungkin hanya kamu satu-satunya darah daging yang akan dia miliki sampai akhir hayatnya. Ayahmu pernah mengatakan suatu hal pada Mami. 'Titik tertinggi mencintai seseorang adalah melepaskannya pergi dan mengejar kebahagiannya sendiri. Dan melanjutkan hidup dengan sisa cinta yang ada untuknya. Menjaga cinta baru yang ia tinggalkan sampai hembusan nafas terakhir.' dari situ Mami tau, bahwa ia tak akan pernah mau menikah lagi sampai kapan pun jika sudah berpisah dari Mami."
Ucapan Mami kembali terjeda. Saat ini kami sudah duduk dalam ruangan VVIP sebuah restoran mewah yang tak jauh dari butikku. Setelah tadi aku menyaksikan mereka berdua yang terpana menatap ke arahku, langsung saja aku mengajak mereka naik ke mobil dan membawanya ke sini.
Aku tak pandai berbasa-basi. Sesampai di sini aku langsung bertanya ada apa sebenarnya dan siapa aku bagi Mami. Siapa juga gadis bernama Kayla yang ada di depan kami saat ini. Di situ lah cerita tentang masa lalu Mami di mulai.
"Lalu, apa yang Mami lakukan setelah aku lahir? Apa Mami memberikanku kasih sayang layaknya seorang Ibu? Pasti tidak kan?" tudingku dengan kasar.
Mami hanya bisa menangis. Sesekali aku menatap Kayla, gadis muda yang ternyata benar-benar adalah adikku.
Gadis itu tak pernah menatap Mami, meski air matanya juga tak henti mengalir. Sebenci itukah dia pada Mami? Hal kejam apa lagi yang dilakukan Mami pada putrinya yang satu ini?
"Lantas, mengapa akhirnya Mami meninggalkanku dan Ayah?"
Mami kembali terdiam. Tampak sedang mengatur napas untuk melanjutkan ceritanya. "Pria itu datang lagi dan membujuk Mami dengan segala macam cara hingga akhirnya hati Mami luluh lagi. Meski bagaimana pun, cinta pertama tak akan habis dilupakan dengan mudah. Saat itu Ayahmu memberikan izin pada Mami untuk pergi dan hidup bersama pria pilihan hati Mami. Ayahmu menjatuhkan talak tiga untuk Mami. Mami tidak tau harus senang atau sedih saat itu. Karena, jika Mami ikut dengan Martin ke Swiss, Mami nggak bisa bawa kamu, Sayang. Dan akhirnya dengan berat hati, Mami meninggalkanmu."
__ADS_1
"Lalu, setelah dia kabur bersama pria yang disebut sebagai Ayahku, dia hidup sengsara dan menderita karena sering di pukuli. Bahkan sering kali di jual pada lelaki tua berperut buncit untuk menjadi budak se*s mereka. Bahkan saat mengandung aku pun, dia sering mengalami kekerasan fisik dan mental. Tak jarang, dia diper*osa secara brutal setelah dijual oleh pria bajingan itu." sela Kayla yang berbicara kasar dan tanpa sopan santun sedikit pun.
Jujur, aku terkejut mendengar semua penjelasan Kayla. Tapi aku lebih terkejut lagi mendengar gayanya berbicara. Jauh sekali dari yang aku bayangkan saat melihat sosok polos dan lugunya itu.
"Jika aku bertemu dengannya sekali saja, aku pasti akan menusuk perutnya. Merobek-robek tubuhnya hingga semua isi perutnya terurai keluar. Aku juga akan memotong *********** dan memberikannya pada anjing jalanan. Itu lebih pantas untuknya!" geram gadis yang kusangka sangat polos itu lagi.
"Sudahlah, Kay. Bahkan Mami pun tak pernah tau sekarang dia ada dimana. Entah dia masih hidup atau tidak." jawab Mami dengan raut wajah yang masih sangat sedih dan terluka.
"Tak perlu lagi mencari tau dimana dia. Aku yakin dia hidup dengan sangat menderita saat ini entah di belahan bumi mana. Jika mungkin, aku memilih mati dalam kandunganmu saja dulu. Daripada harus dilahirkan sebagai keturunan dan darah daging pria brengsek itu!" umpatnya lagi.
Sepertinya Kayla bukan membenci Mami. Tapi membenci pria yang menjadi ayah biologisnya itu.
Mungkin karena pria itu sudah memperlakukan Mami dengan tidak manusiawi saat Mami sedang mengandungnya. Tapi, ia melampiaskan kekesalan dan amarahnya pada Mami selama ini.
"Mungkin itu hukuman untuk Mami. Pada akhirnya, Mami dibenci dan dijuhi oleh kedua buah hati Mami. Tuhan murka pada Mami. Memang Mami tak pantas menyandang status sebagai seorang ibu." ucap Mami dengan suara tangis yang kembali pecah.
__ADS_1
Kayla berdiri dari kursinya dan bersiap untuk pergi. Cepat, aku memegang pergelangan tangannya dan berkata, "Kita hadapi semua ini bersama. Saat ini, hanya kita yang Mami punya,"
Kayla menatapku dengan lekat. Tampak buliran bening mulai kembali menggenang di bola matanya yang indah. Kayla. Adikku yang malang.