DILEMA - Turun Ranjang

DILEMA - Turun Ranjang
Honey Moon 2


__ADS_3

****


Kedua insan itu terlihat sudah siap satu sama lain. Bahkan Alfiya pun benar-benar berusaha untuk menguasai diri menghindari kemungkinan yang akan terjadi, seperti ia tiba-tiba pingsan mungkin. Jujur saja ia sangat gugup saat ini karena akan menyerahkan dirinya kepada Elvan sepenuh hati, jiwa dan raga. Melakukan ritual malam pertama mereka yang selalu tertunda.


Kemudian dengan lembut, Elvan pun kembali mencium puncak kepala Alfiya, kali ini lebih lama, sehingga ia dapat mencium aroma rambut yang basah. Alfiya memejamkan mata menerima bentuk kasih sayang yang diberikan Elvan padanya. Ia tidak akan menolak, seluruh yang ada pada tubuhnya milik Elvan. Dari ujung rambut sampai kaki darinya adalah hak Elvan sepenuhnya.


Elvan kemudian menurunkan wajahnya, meraih bibir ranum itu dengan dengan kelembutan. Mereka kemudian berciuman dengan mesra. Tangan laki-laki itu pun saling membelai satu sama lain. Elvan tentunya lebih berpengalaman dalam hal ini, maka ia pun mulai beranjak untuk berada diatas tubuh gadis itu tanpa menghimpitnya dengan menopang tubuhnya memakai kedua tangan.


Tak luput Alfiya, gadis hanya bisa terdiam mematung dibawah kungkungan Elvan. Aliran darahnya mengalir deras seiring dengan kegiatan mereka yang mulai memanas.


Handuk diatas kepalanya yang sudah berantakkan pun mulai Elvan jauhkan dengan menjatuhkannya kelantai.


"Mas...." Ucapan Alfiya seketika menghentikan niatan Elvan untuk membuka kain handuk yang masih menutupi tubuhnya.


Elvan menatap penuh tanya. "Kenapa?"

__ADS_1


"Pelan-pelan ya...." terlihat wajah Alfiya sangat cemas, ia mengigit bibir sembari kedua tangan meremas handuk yang masih melilit itu dengan kuat


Elvan pun lantas tersenyum. "Mas kan belum sampai kesitu, ini masih pemanasan, Fi. Biar kamu lebih rileks nantinya." jelas Elvan berusaha menenangkan. "Tenang ya, percaya sama mas...." Iya, tentunya Elvan harus bisa menenangkan gadis yang akan melepas perawan itu. Jangan sampai nantinya saat ia sudah beraksi Alfiya malah meminta untuk mundur.


"Santai, oke...." ujar Elvan kembali.


"Iya...." jawabnya dengan wajah yang masih tegang.


"Jangan mikir yang macem-macem, kamu percaya sama mas. He em."


Huh....


Gadis itu menarik nafas dalam-dalam lalu ia hembuskan, dirinya akan mempercayakan ini kepada Elvan.


Akhirnya Elvan pun memulai, dengan hati-hati dan penuh kelembutan laki-laki itu menyatukan tubuh mereka. Rintihan, pekikan pun terdengar hingga kemudian desahan nikmatlah yang terlontar.

__ADS_1


Hingga, beberapa saat kemudian, setelah ia terus bergelayar dalam kenikmatan dan berusaha menggapai puncak, keduanya pun membuncah dan mengerang bersamaan dengan tubuh yang bergetar, melepaskan rasa yang menggunung sedari tadi.


Elvan lantas langsung bergulir disamping istrinya memeluk tubuh Alfiya yang melemas dengan sangat erat, keduanya masih tersengal, berusaha mengatur deru nafas yang tidak beraturan. Perasaan mereka pun semakin membuncah. Nyatanya mereka telah melakukan malam pertama mereka dengan penuh penuh perasaan.


Akhirnya kegiatan yang telah lama tertunda itu pun pun berhasil dilakukan tanpa gangguan bahkan keraguan.


Kecupan ringan Elvan daratkan di puncak kepala Alfiya yang masih memejamkan mata.


"Mas sayang kamu, Fi." lirihnya pelan.


Sayang?


Alfiya semakin merapatkan matanya yang terutup, setelah tadi apa yang mereka lakukan, dan rintihan sakit yang ia keluarkan, dengan perasaan syok yang masih terasa, nyatanya perasaan Elvan masih belum berkembang dan hanya mengucapkan kata sayang padanya.


...----------------...

__ADS_1


...Happy Reading, Ges!...


__ADS_2