
Pagi harinya, setelah dari rumah sang Mama, Lusiana langsung meluncur ke kediaman milik kakaknya. Dia sangat rindu dengan wanita itu, sosok perempuan yang sangat sabar, pengertian, mengalah, dan menyayangi Lusi dari kecil hingga dewasa. Dia tidak akan pernah membiarkan kakaknya itu bersedih sedikitpun.
Di rumah Evi, wanita itu memutuskan untuk pergi ke kediaman sang Mama karena dia ingin bertemu dengan Lusi, adik kesayangannya. Namun, saat dia mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam mobil itu.
"Sepertinya aku mengenal mobil itu," gumam Evi yang berdiri tepat di samping mobil sambil melihat kendaraan beroda empat yang masuk ke dalam pekarangan rumahnya.
Mobil itu pun berhenti dan Lusi segera keluar dari sana.
"Kakak!" teriak Lusi seraya berlari ke arah Evi.
Seketika senyum Evi pun mengembang, dia bahagia karena bisa bertemu dengan adiknya.
"Lusi, kamu datang kesini?" tanya Evi diselingi senyum bahagia, mereka pun berpelukan sangat erat.
Setelah pelukan itu terurai, Evi mengajak Lusi untuk masuk ke dalam rumah.
"Hm," Lusi menganggukkan kepala untuk menjawab pertanyaan dari Evi. "Kamu mau pergi kemana, kak?''
__ADS_1
Mereka berdiri duduk di sofa ruang tamu.
"Kakak ingin ke rumah Mama, rencana untuk menemuimu. Tapi, kamu sudah terlebih dahulu berkunjung ke rumah kakak."
"Baiklah, tidak masalah. Lain kali kakak bisa berkunjung ke rumah Mama, menginap disana."
Mereka mulai mengobrol masalah studi Lusi di luar negeri dan perjalanan rumah tangga Evi. Di sela-sela perbincangan, gadis berusia dua puluh dua tahun itu kaget mendengar perkataan sang kakak, yang mana ada seorang wanita berniat mendekati Aji. Tentu saja sebagai adik, Evi tidak terima dengan hal itu.
"Lalu, bagaimana?"
"Em, aku ikut ke restauran, ya? Aku penasaran dengan wanita itu, berani sekali dia ingin mendekati kakak iparku."
"Baiklah, apa kita bisa pergi sekarang? Sekitar satu jam lagi, Mas Aji dan wanita itu ingin pergi ke restauran cabang. Beberapa hari ini, mereka ada pekerjaan disana."
"Ayo, tidak perlu membuang-buang waktu." ujar Lusi menarik tangan Evi dan keduanya segera keluar dari rumah. Mereka pun pergi menggunakan mobil milik Evi.
Tak terasa kakak-beradik itu sudah menempuh perjalanan selama tiga puluh lima menit, mereka keluar dari mobil dan segera masuk ke restauran. Lusi berjalan di belakang Evi, gadis cantik itu sudah bersikap seperti bodyguard saja.
__ADS_1
"Mas?" Evi masuk ke dalam ruangan Aji tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Di dalam ternyata sudah ada Elena, wanita itu mencari perhatian di depan Aji. Hal tersebut membuat Evi terkejut karena kedua orang berbeda gender itu terlihat sangat dekat. Ya, Elena dengan sengaja menumpahkan kopi hingga mengenai kemeja pria itu dan berujung meninggalkan noda disana.
"Sayang?" Aji kaget lalu dia beranjak dari tempat duduk dan mengibaskan tangan Elena dengan kasar, padahal dia sama sekali tidak suka berbuat kasar pada seorang wanita.
Elena yang sedang membersihkan kemeja milik Aji dari noda kopi pun terkejut, saat kedatangan Evi membuat semua rencananya hancur.
'Sial! Kenapa wanita itu selalu datang disaat yang seperti ini?' batin Elena kesal dan melirik Evi tajam.
Sementara Aji, pria itu mendekati istrinya. Dia menggenggam jemari Evi seakan-akan merasa jika wanita sedang marah padanya.
****
Tbc
__ADS_1