Dilema Dalam Pernikahan

Dilema Dalam Pernikahan
Bab. 38 Kejadian di taman


__ADS_3

Sore ini Lusi berada di taman bersama dengan Aris, bocah kecil itu meminta bermain di sana. Tentu saja Lusi menuruti, dan disinilah mereka berada. Aris bermain bola sementara Lusi duduk termenung di bangku panjang. Dia menatap ke arah Aris, tetapi pikirannya entah bercabang kemana.


Ya, sering kali dia memikirkan tentang Ronald sang kekasih. Lusi sudah menghapus aplikasi perjodohan dan dia bahkan tidak mengabari Ronald jika dirinya telah menikah. Perlahan gadis itu memejamkan mata, dia menghirup udara sore dengan sangat dalam.


Bugh!


Sebuah bola mendarat tepat di kepala Lusi hingga dirinya langsung membuka mata.


"Ck, siapa yang melempar benda ini?" gumam Lusi sambil melihat ke sekeliling. Tidak mungkin Aris karena anak itu masih bermain saat ini.


Tak lama kemudian, datanglah seorang anak perempuan yang usianya berkisar tiga tahun. Dia mendekati Lusi sambil menatap bola di samping wanita itu.


"Kamu kenapa?" Lusi bertanya karena heran.


Anak kecil itu menunjuk ke arah bola, dia memasang wajah melas agar Lusi mengasihaninya.


"Oh, jadi ini bola kamu?"


Anak itu mengangguk. "Emi mau ambil boya." ucapnya cadel.


Lusi mengerutkan dahi. "Kamu sendirian?" tanyanya ketika melihat tidak ada siapapun yang bersama anak kecil itu.


Emily hanya terdiam.


"Kamu mau bola ini? Rumah kamu dimana? Biar Tante antar pulang, ya? Sepertinya kamu datang ke tempat ini sendirian."

__ADS_1


"Paman," ujar Emi berniat memberitahu jika dia datang bersama pamannya, mereka berlibur di kota itu.


Lusi menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia terus menatap ke sekeliling hingga matanya menangkap sosok pria tampan berlari ke arah bangku yang saat ini dia duduki.


"Emi!" panggil pria itu.


Lusi menatap Emily dan sang pria secara bersamaan, dia berdiri sambil melipat kedua tangannya.


"Anda siapa?"


Pria itu menatap Lusi sejenak lalu beralih ke Emily. "Sayang, kamu kenapa pergi? Paman hanya membeli minum sebentar dan kamu langsung menghilang."


Emily menatap pamannya itu dengan sendu.


"Baiklah, Paman tidak akan marah. Dimana bolamu? Apa sudah ketemu?"


"Saya bertanya Anda siapa dan kenapa tidak di jawab sama sekali?"


Pria itu enggan untuk menjawab ucapan Lusi.


"Dasar pria gila! Setelah Anda meninggalkan bocah ini sendirian, dan sekarang datang ingin langsung mengambil bola lalu membawa anak manis ini pergi tanpa meminta maaf pada saya?''


"Huft, memangnya apa yang sudah ponakanku lakukan padamu?"


"Dia melempar bola dan mengenai kepala saya."

__ADS_1


"Lalu Anda marah? Dia ini masih kecil, lucu sekali jika Anda marah karena kelakuan tidak di sengaja itu." jelas sang pria sambil tersenyum sinis.


"Anda—" Lusi menghentikan ucapannya karena Aris.


"Tante, ada apa ini?" tanya Aris sambil melirik Emily sekilas.


"Tidak apa, Sayang. Kamu sudah selesai bermainnya? Apa kita akan pulang sekarang?"


Aris melihat ke atas langit, senja sore sudah terlihat dan memang sudah waktunya pulang. Tetapi, matanya kembali melirik wajah Emily yang sangat cantik karena dia berdarah campuran.


"Halo," sapa Aris sambil mengulurkan tangan ke arah Emily.


Emily mendongak, dia menatap sang paman untuk meminta persetujuan membalas jabatan tangan Aris.


Setelah pamannya itu mengangguk, Emily langsung menjabat tangan Aris.


"Sudah-sudah, ayo kita pulang!" Lusi menggenggam jemari Aris. "Anak manis, ini bolanya. Lain kali kalau bermain itu harus hati-hati agar tidak mengenai orang disekitar, ya? Tante dan Aris pamit dulu, dadah." gadis tersebut melambaikan tangan diikuti oleh Aris yang terus saja tersenyum manis.


Sementara Ronald, dia hanya menatap punggung belakang Lusi dengan penuh tanda tanya. Dia seperti pernah melihat gadis itu tetapi lupa.


"Ayo, Sayang. Kita pulang," Ronald menggandeng tangan Emily.


Mereka sengaja berlibur sekaligus menjenguk orang tua kekasih sang kakak, yaitu Mami Emily. Sudah dua Minggu mereka ada di sana dan kemungkinan sekitar beberapa hari lagi keduanya akan kembali ke kota asal. Sedangkan Emily, dia akan pulang ke negara asal bersama sang Mami.


•••

__ADS_1


Tbc


__ADS_2