Dilema Dalam Pernikahan

Dilema Dalam Pernikahan
Bab. 40 Menonton film horor


__ADS_3

Hari ini Aji memutuskan untuk membawa putranya berjalan-jalan, tujuan mereka adalah Mall. Aris mengatakan jika dirinya ingin menonton bioskop dan lebih mengherankan, dia malah meminta film bergenre horor yang memang akan tayang perdana hari ini.


"Pa, Aris sudah melihat cuplikannya dari tiktok. Aris mau menyaksikan film itu, Pa." rengeknya sebelum pergi ke bioskop.


Aji pun menyetujui keinginan Aris, dia juga mengajak Lusi agar tidak terus-terusan di rumah. Gadis itu akhirnya ikut, tetapi dadanya terasa sesak ketika Aris berkata ingin menonton film horor. Ya, Lusi sangat penakut, bahkan hanya sekedar menonton saja sebenarnya dia ketakutan. Namun, demi Aris dirinya bertekad ikut dan belajar kuat.


'Ayolah, Lusi. Itu hanya film, mereka bukan hantu asli.' ucap Lusi dalam hati menyemangati dirinya sendiri.


Tak terasa mereka sudah sampai di Mall, ketiganya berjalan menuju gedung bioskop untuk membeli karcis.


"Ayo cepat, Pa. Lima belas menit lagi filmnya mulai, Aris ingin dapat tempat duduk di dekat layar bioskop." ajak anak kecil itu tidak sabaran.


"Iya, sebentar. Papa beli tiket terlebih dahulu."

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, Aji kembali dengan membawa tiga tiket dan mereka langsung bergegas masuk ke dalam bioskop. Mereka mencari tempat duduk setelah berada di dalam, Aris meminta agar Aji duduk di tengah antara dirinya dan Lusi.


Film pun mulai di putar, awalnya saja sudah sangat menyeramkan bagaimana di akhir nanti? Itulah pikiran Lusi, dia mulai membenahi duduknya, lalu mengambil napas dalam-dalam dan mengembuskan perlahan.


Setelah film berjalan dua puluh menit, Lusi sudah tidak bisa lagi menahan rasa takutnya. Dia mencengkeram lengan Aji sekuat tenaga hingga kukunya terasa menancap di kulit pria itu. Aji ingin protes, tetapi ketika dia melirik Lusi, gadis tersebut memejamkan matanya karena ketakutan.


Aji sendiri menyembunyikan tawa, raut wajah Lusi benar-benar sangat lucu. Tak berselang lama, gadis itu membuka keduanya matanya. Dia melirik lengan Aji lalu menurunkan tangannya. Lusi berdehem guna menetralkan kegugupan. Namun, ketika dia menatap ke layar, tiba-tiba wajah kuntilanak yang penuh darah, belatung, dan nanah memenuhi layar tersebut.


"Aaaa!" sontak Lusi berteriak sambil menyembunyikan wajah di pundak Aji.


'Ya Tuhan, apa tadi itu? Menjijikan, aku yakin setelah ini diriku pasti tidak akan berani bangun tengah malam.' batin Lusi masih tetap memeluk tubuh Aji.


Film pun selesai tetapi Lusi masih betah dengan aktivitasnya saat ini.

__ADS_1


"Hei, filmnya sudah habis. Apa kamu masih tetap ingin seperti ini?" Aji menegur sambil menggoyangkan pundak mantan adik iparnya itu.


Lusi mengangkat kepala, dia melihat ke sekeliling dan ternyata sudah banyak yang keluar dari bioskop itu. Malu? Pasti, dirinya sangat malu karena sok berani menonton film horor. Dan sekarang terbukti sudah jika dirinya adalah seorang penakut.


"Ma, Mama takut? Kenapa tadi harus ikut?" Aris bertanya sambil berdiri dari tempat duduk.


"Em, sebenarnya, itu tadi —" ucapan Lusi terputus karena Aji menyelanya dengan cepat.


"Sudahlah, akui saja jika kamu takut. Tidak perlu mencari alasan," Aji berdiri dari tempat duduk, dia berlalu sambil menggenggam jemari Aris.


"Ma, ayo!" teriak Aris saat melihat Lusi yang masih setia duduk di bangku.


"I—iya!" balas Lusi lalu dirinya menyusul Aji.

__ADS_1


••••


Tbc


__ADS_2