
"Ka, gimana keadaan teman saya?" Pertanyaan pertama.
"Dia baik baik ajakan ka?" Pertanyaaan Kedua.
"Ka kepalanya dia gapapa kan ka?" Pertanyaan Ketiga.
"Ka—" Terpotong sudah akhirnya.
Gadis itu ceorocos tidak ada hentinya. Sampai akhirnya teman yang di samping menyadarkan gadis yang cerocos terus menerus.
"Berisik banget si lo Syakuila!" Sahut Temannya dengan nada kesal.
Syakuila Zahira Shafa. Sering di panggil Syakul atau Syakuila.
"Hehehe maaf Alena." cengir Syakuila
Alena hanya menggeleng kelakuan teman satunya ini. Yang sangat tergila gila dengan dokter yang berada di depannya, Dia tak habis pikir apa yang di buatnya menjadi buta seperti ini. Seperti sekarang lihat, Syakuila tak tau malu sangat lah pecicilan.
Setelah di periksa. Syakuila kembali bertanya lagi dan lagi.
"Dia gapapakan ka Gioo?" Tanya Syakuila
__ADS_1
Alena tepuk jidat. "cape deh.." Batinnya, Gio yang selesei memeriksa tersenyum hangat dan menatap Alena dan juga Syakuila.
"Gapapa ko. Dia cuman butuh istirahat aja. " jawab Gio dengan lembut.
Gio dia adalah seorang dokter di SMA. Jadi dia siswa di SMA sekaligus dokter di SMA itu. Memiliki wajah tampan bagi sekolah ini sudah biasa tetapi yang berbeda dari seorang Gio ini memiliki Otak yang sangat jenius, Sampai samoai dia di terima menjadi Dokter kakau sudah lulus karena dia belajar sangat cepat dan paham sangat cepat. Dan itulah yang di sukai Syakuila dia baik dan cuek terhadap teman perempuannya. Karena syakuila itu senang jika dia punya temen cewe tetapi Gio tidak akan tergoda.
"Oh gitu, yauda deh kalau gitu." ucap Syakuila, Dia sepertinya sudah kehabisan kata kata.
Gio hanya mengangguk lalu dia tersenyum. Gio pun pamit untuk pergi.
"Kalau gitu Syakuila, Alena. Gue pergi dulu ya." pamitnya dengan lugu. Wajah tampannya sangat menggemaskan.
Alena mengangguk. Sedangkan Syakuila cemberut.
"Terus memangnya mau apa?" Tanya Gio, Syakuila Membulat matanya baru kali ini dia di tanya Seorang Gio.
"Mau jalan sama kamu hehehe.." Jawabnya ngaco. Alena yang berasa kambing conge, diam menatap mereka berdua dengan menghayati.
Gio menggelengkan kepalanya, "Udah saya pamit kalau gitu, Jaga Cinta len, Sya, karena kondisinya nanti juga akan membaik kalau ada apa apa langsung telpon aja ya." Tangannya ke arah telfon UKS.
"Emang di kelas ada apa si ka? Bukannya jam kosong ya kaka." Tanya syakuila makin penasaran dan bibirnya tak berhenti bertanya.
__ADS_1
"Ada ulangan." jawab singkat Gio.
"Ooh.. gituu..." Seperti anak kecil Shakuila mengangguk ngangguk so gemas.
"Kalau begitu saya pergi ya, Permisi."
Gio pun tersenyum dan pergi ke kelasnya. Selekas Gio pergi wajah Syakuila sangat sangat cembwrut membuat Alena ingin mengejeknya sekarang.
"Tu muka kaya kuda util.." kekeh Alena.
"Berisik Lo!!"
"Eh si cinta ga bangun bangun ya jadi orang. Enak banget pingsannya lama" cerocos Alena
"Yaiyalah lama orang kepentok bola pingsan dia. " Ujar Syakuila
"Iya juga sih... " Alena pun mengaruk tangannya yang gatal.
"Lama pasti ni anak. Mending gue ke kelas aja lagian my sweety udah ke kelas. Bye gue duluan ya bep" pamit Syakuila kepada Alena.
"Najisun Syakuila!!!" Teriak Alena.
__ADS_1
Tanpa sadar Cinta terbangun dari pingsannya yang kini tengah terkejut menatap Alena berteriak.
TBC