Dokter Cinta

Dokter Cinta
Bonus...Kepulangan Diandra


__ADS_3

setelah beberapa saat menunggu di depan ruangan majikannya...si bibik di kaget kan dengan sapaan Nia..


"bik...kok di luar??bukannya mau beresin perlengkapan Diandra??karena hati ini dia dan baby Arka udah boleh pulang.."tegurnya membuat bibik bingung menjawabnya..


"eh..itu..anu..duh...gimana ngomongnya yaach..bibik jadi bingung sendiri ini..."dengan senyum canggung membuat Nia bingung juga dengan ekspresi bibik itu..


"emang ngapain bibik disini??kok g langsung masuk..??ada yang tertinggal atau gimana??"


"bukan gitu Bu dokter...itu,didalam tuan dan nyonya muda sedang..."menunjukkan gerakan tangan yang dipadukan di depan dadanya..dan Nia baru paham dengan yang dimaksud oleh bibik itu


"hehe...ya udah..hayuuuuk masuk bareng aku aja,,,dijamin aman.."Nia mengetuk pintu sesaat dan masuk ke ruangan Diandra saat Marvel meletakkan baby Arka di bok bayinya,karena sudah tertidur pulas.. Nia langsung memeriksa kondisi Diandra..dan berpindah ke babby boy..sedangkan bibik langsung melaksanakan tugasnya dengan serius...


"semuanya sudah baik..mau pulang jam berapa??"tanya Nia sambil merapikan peralatan nya...


"sekarang juga boleh...nunggu jemputan aja.."sahut Diandra senang..karena dia sudah sangat merindukan rumah...sungguh,meski belum terlalu lama tinggal bersama keluarga suaminya,tapi dengan kehangatan dan kasih sayang yang diberikan membuat Diandra sangat betah di rumah besar itu..


"ngapain ditunggu..emang suamimu g bilang kalau sopir selalu nunggu di parkiran??"bisik Nia lirih karena takut suami sahabat nya itu dengar...padahal saat ini Marvel sedang membersihkan diri di kamar mandi


"seriusan??kok aku g tau??tetapi ngapain sopir nungguin di parkiran??"Diandra bingung sendiri dengan apa yang sopirnya lakukan..


"pasti perintah suami kamu..biar setiap saat bisa mengantarkan nya kemanapun.."sahut Nia santai


"tapi Abang tak pernah kemana-mana..."


"ya udahlaaah...emang tingkah suami kamu itu selalu diluar ekspektasi kita kan..."kekeh Nia..membuat Diandra memukul pelan punggung tangannya..


"sialaaan...dia selalu yang terbaik yaach..."bela Diandra sambil tertawa..


"ya iyalah...g ada yang bisa melawannya..aku tau itu.."balas Nia..karena itulah kenyataannya..

__ADS_1


"harus doonk...apa nanti aku perlu cek up juga??"tanya Diandra..belum Nia menjawab..tapi Marvel sudah menyahutnya


"itu tidak perlu..akan ada dokter yang datang untuk memeriksa kondisi kamu dan baby boy..Abang udah mengurus semua itu dari jauh-jauh hari..jadi g perlu bolak-balik ke mari lagi..."dengan santainya sambil merapikan rambutnya


"spai kapan Abang akan mengurungku di rumah??"Diandra mulai cemas dengan keposesifan suaminya itu,karena pasti akan makin bertambah dan bertambah lagi...


"gak ada yang akan mengurungmu sayaank...kamu bebas mau kemanapun.."sambil mengacak rambut istrinya lembut


"pasti ada tapinya kan??"selidik Diandra dengan tatapan tajam pada sang suami..


"hahaha...tapi harus bersama dengan Abang..dan tak ada penolakan.."dan itu sukses membuat Diandra cemberut..dan Nia menahan tawanya...sungguh tuan arrogant yang gila...sedangkan Marvel hanya cuek tak peduli dengan kekesalan istrinya sambil tetap mengelus rambut istrinya dengan penuh cinta


"terserah Abang deh...lagian aku juga g mungkin bisa protes kan..."keluh Diandra pasrah dengan keputusan suaminya


"istri pintar..."memberi kecupan pada puncak kepala istrinya dengan sayang...


"tentu saja nona Nia...saya akan selalu sabar padanya..."sahut Marvel datar tapi santai seperti biasanya...setelah itu Nia langsung keluar dari ruangan Diandra dan melanjutkan kerjaannya...


setelah semuanya selesai dibereskan bibik...mama dan papanya datang menjemput Diandra dan langsung menggendong cucu pertamanya..sedangkan Diandra di gandeng suaminya berjalan dengan berlahan..padahal Diandra sudah menolaknya..tapi apa daya..suaminya itu tak bisa ditolak..dan akhirnya dua hanya menuruti apa yang dilakukan suaminya itu dari pada dua harus digendong atau pakai kursi roda...itu akan lebih memalukan menurut nya...


saat berjalan keluar dari rumah sakit...dr.juno melihat itu dan langsung mengirim pesan pada Thomas dan dua sahabatnya yang lain... disertai dengan foto yang sempat diambilnya secara diam-diam..


karena dia tau Thomas sudah sangat lama mencemaskan kondisi Diandra ..dua merasa sangat bersalah..karena penyebab Diandra celaka adalah ibunya meski bukan ibu kandungnya tetap saja masih ada hubungan dengannya..jadi ada rasa bersalah dihatinya..apalagi semua itu dipicu karena masalah Jessica sang adik yang sempat dua bela..dan sekarang dia sadar bahwa tak seharusnya dia membela yang salah...sebab disini murni kesalahan Jessi sendiri,tak ada sangkut pautnya dengan Diandra...


setelah menerima pesan dari Juno..Thomas langsung menghubungi temannya itu


"apa dia baik-baik saja??kenapa jalannya masih di papah??apa kakinya masih belum baik sepenuhnya??"tanya Thomas beruntun tanpa jeda


"hey..hey..bisakah kamu tanya satu-satu??aku bingung jawabnya..."

__ADS_1


"sialan...tinggal jawab aja repot banget siih..."sungut Thomas


"Ok..dua udah baik,tapi memang suaminya itu sangat berlebihan...bahkan saat dirawat disini saja tidak sembarang dokter dan perawat yang bisa memasuki ruangan nya..ada petugas khusus untuk membersihkan ruangannya.. ada dokter dan perawat yang telah disiapkan untuk menanganinya..jadi sangat ketat pengawasan nya..tapi kondisinya sudah sangat baik..kakinya juga sudah pulih total...mungkin bekas jahitan operasi sesar nya yang masih dalam pemilihan dan perawat ekstrak...tapi selebihnya sudah gak ada masalah..lagian operasi sesar nya juga menggunakan metode terbaik..aku yakin itu tak akan lama proses pemulihannya...jadi kamu g perlu cemas lagi..."kata Juno panjang lebar..


"syukurlah...besok ada undangan dari keluarga nya...apa kamu datang??"


"tentu saja...semoga aku bisa melihat Dewi kecantikan itu bersinar...sudah lama tak melihatnya..tadi kurang puas saat melihat hanya sesaat doang.."halu Juno..membuat Thomas jengah dan langsung menutup telponnya...hingga membuat Juno kesal dan mengumpat dalam hati...karena dia g mau di sangka dokter tak bermoral karena mengumpat kasar di rumah sakit...


sesampainya di rumah...mama dan papa Marvel sudah menyambut menantu dan cucunya dengan kejutan kecil-kecilan..tapi tetap saja itu membuat Diandra terharu hingga meneteskan sedikit air matanya....


dengan memberi pelukan dan kecupan manis pada menantu nya itu...mama Marvel langsung membawanya masuk ke dalam...dengan di sambut para pekerja uang sudah meramaikan suasana rumah...semua memberi selamat datang kembali ke rumah dan selamat telah menjadi seorang ibu..karena itu adalah harapan semua wanita...Diandra duduk dekat mertua nya dan mereka mulai makan bersama...tak ada perbedaan antara majikan dan pelayan..semua melebur dalam suasana yang bahagia menyambut nyonya muda dan tuan kecilnya yang super tampan..hingga membuat semuanya bergantian menggendong baby boy tersebut...


kebahagiaan terpancar di semua wajah yang ada disana...Diandra telah mengubah suasana yang dulunya selalu menegangkan menjadi santai dan penuh tawa..hingga makin berwarna dan ramai rasanya rumah besar itu...


"semoga kamu selalu dalam lindungan Tuhan..karena tanpamu, putraku tak akan jadi seperti saat ini..."batin papa Marvel..


"semoga kebahagiaan ini tak pernah berakhir..dengan kehadiran kamu,putraku bisa melunak,mencair,bahkan meleleh...dia bisa marah hingga menggoncang dunia tapi dia juga bisa ketakutan hingga hancur karena kamu..dunianya hanya ada di tanganmu..aku bersyukur dia mendapatkanmu..dari awal sampai akhir..tetap kamu yang terbaik untuk putraku.."batin mana Marvel..


"berbahagialah sayaank...papa tak pernah melihat kamu sebahagia ini sebelumnya.."batin papa Diandra


"baru sebentar aku melihatmu..tapi aku tau keluarga ini adalah kebahagiaan bagimu..mama berdo'a semua yang berbaik untukmu"batin mama Diandra


"kerja disini makin menyenangkan saat nyonya muda datang..semoga keluarga ini selalu bahagia.."batin pelayan 1


"aku makin betah kerja disini saat ada nyonya muda..."batin pelayan 2


"nyonya muda yang terbaik...bisa menjinakkan singa yang garang.."batin pelayan 3


"aku padamu nyonya muda..karena bisa mencair gunung es seperti tuan muda"batin pelayan 4 dan masih banyak lagi do'a untuk Diandra dan keluarga kecilnya...

__ADS_1


__ADS_2