
setelah mengantarkan Nia..satria langsung ke rumah Marvel..dia melapor semua kerjaannya...dan Marvel sangat puas dengan hasil kerja satria..apalagi dapat bonus info tambahan tentang calon istrinya...dia makin sumringah..bukannya kecewa dengan kenyataan kalau sang kekasih banyak kekurangannya..tapi makin bahagia karena dengan begitu dia makin bisa memanjakan istrinya itu..
"kerja bagus satria...pertahankan ini...aku akan memberimu bonus bukan ini..."
"terima kasih tuan..semua ini berkat bantuan dari nona Kania..teman nona muda itu sangat menyayangi nona muda tuan.."
"aku tau itu..bahkan orang tuanya juga sangat menyayangi kelinci nakalku itu..perlakukan mereka dengan baik..beri bantuan pada usaha mereka tanpa sepengetahuan mereka satria..kamu tau maksudku kan??"
"baik tuan..saya akan segera laksanakan.."
"bagus..pulanglah..istirahat lebih awal,besok Diandra akan datang..kamu akan lebih sibuk lagi..siapkan perawatan lengkap untuk Diandra dan temannya..biar dia bisa merileksasikan tubuhnya..."
"bukankah kemungkinan nona muda sampai dini malam tuan??"
"lalu??apa ada yang berani menolak perintah dariku??"
"aaah...tidak tuan..saya akan siapkan semua untuk perawatan paket komplit untuk nona muda.."
"bagus...kamu boleh pergi sekarang.."
"baik tuan muda saya permisi..."satria segera keluar dari ruangan Marvel..
"heemmhh...kamu harus melakukan perawatan tubuh..biar saat malam pengantin kita kamu g ada alasan capek atau kelelahan..."gumam Marvel dengan senyum tipis dibibirnya..dan melanjutkan lagi pekerjaan nya yang tertunda..
disisi lain Diandra sudah berkemas akan melakukan penerbangan hari ini...biar bisa istirahat saat sampai nanti malam....begitupun dengan kedua orang tuanya..mereka tidak pulang ke rumah yang ditinggali oleh silfi dan mamanya..tapi mereka tinggal di apartemen Diandra...
"sayaank..apa kamu belum siap juga??"
"udah ma...aku g bawa apa-apa kok..."
__ADS_1
"iya..kan kamu kesininya juga g bawa apa-apa..."ledek papa Diandra...
"nyindir..."
"g..itu kenyataannya sayaank.."jawab papa Diandra sambil tersenyum tipis..
"ya udah..kita berangkat sekarang??"
"iya..itu jemputan nya udah nungguin dari tadi..."
"ok deh.."mereka langsung berangkat menuju bandara..dan langsung terbang menggunakan jet pribadi Marvel yang sudah disediakan untuk Diandra dan keluarganya...
"kamu kenapa sayaank??"tanya mama Diandra lembut...saat mereka udah lepas landas..
"g apa-apa kok ma...cuma sedikit cemas saja..."
"hehe..itu wajar kok..tenang saja,semua akan baik-baik saja..."
"kamu tenang saja..percayakan semuanya pada calon suamimu..dia menjamin keselamatan kita semua.."
"kenapa papa sangat yakin padanya??aku saja masih sedikit ragu.."
"hehe..karena dia punya caranya sendiri untuk meyakinkan papa...lagian ini hari penting buat putri papa ini..masak iya,mamanya g dampingi siih..."
"makasih ya pa..ma..Diandra sayank sama kalian...padahal Diandra belum bisa bahagiakan kalian..tapi malah udah mau nikah aja...dan itu karena Diandra g bisa jaga diri..kalian pasti kecewa dengan Diandra kan..??"
"kami yang harusnya minta maaf sayaank..g bisa jagain kamu,,g bisa beri kasih sayang pada kamu...kalau waktu bisa diulang..papa akan melakukan yang terbaik untuk kalian...maafkan papa yang lemah ini.."
"jangan saling menyalahkan diri sendiri..besok adalah hari bahagia..sekarang jangan tangis-tangisan..g lucu loo kalau pengantinnya matanya bengkak karena kebanyakan nangis " ledek mana Diandra
__ADS_1
"iiihh mama...Diandra juga g mau kaliii...nanti saat difoto jadi g cantik.."
"hehe..emang calon mantu mau difoto??setau papa dia g pernah mau didokumentasikan..bahkan dia selalu menolak saat diwawancarai untuk jadi cover di majalah bisnis gitu.."
"mau lah..dia saja saat foto prewedding sangat bersemangat.."jawab Diandra mantap..
"benarkah??waaah... bisa-bisa nya kamu melelehkan gunung es yang udah membeku itu sayaank.."puji papa Diandra..
"beku apa sih pa..dari awak aku ketemu dia itu g beku kok..cuma dia sangat galak dan bossy banget..buat Diandra geram sendiri..kalau g inget dia pemilik rumah sakit yang Diandra tempati..pasti udah Diandra becek-becek tuh orang pa..."
"hahaha..emang tega becek-becek cowok tampan gitu??g nyesel kalau ada yang lebam diwajah gantengnya itu??"goda mama Diandra..dan papanya hanya terkekeh kecil
"iiih..papa sama Mama ngeselin deh..mending aku tidur aja di kamar..dari pada diledekin terus sama papa dan mama.."berlalu meninggalkan orang tuanya untuk masuk ke kamarnya dan beristirahat dengan tenang dan nyaman..
"anak itu masih saja manja dan kekanak-kanakan...gimana ceritanya dia akan segera menikah dengan tuan muda Marvel..??"gumam papa Diandra..
"mau gimana lagi..kalau udah jodoh,g bisa kabur lagi kan..."
"tetap saja aku sangat khawatir..tuan muda Marvel bukan orang biasa ma...aku takut dara akan jadi sasaran lawan bisnis tuan muda.."
"kita do'akan saja yang terbaik untuk putri kita...tidak banyak yang bisa kita lakukan saat ini..kamu tau sendiri seperti apa calon suaminya dara itu.."
"iya...dia sangat mendominasi..papa tak akan bisa melawannya...bahkan untuk persiapan pernikahan saja kita tak boleh ikut campur..papa seperti gagal menjadi orang tua.."
"jangan berfikir begitu...kondisi kita tidak memungkinkan juga untuk membantu persiapan pernikahan mereka...karena domisili kita sekarang tidak di negara kita sendiri...sedangkan dara sangat ingin menikah di tempat kelahirannya...harusnya mana yang paling sedih..karena tak bisa memberikan apapun untuk dara... tau-tau sekarang udah mau dimiliki oleh orang lain.."
"sudah-sudah...kita g boleh sedih-sedih lagi...nanti kalau dara lihat,dia juga akan ikut sedih..mending kita istirahat sekarang..biar nanti saat turun bisa lebih Segeran.."lalu mama dan papa Diandra juga mengistirahatkan tubuh mereka...
Diandra mendengar apa yang dikatakan oleh kedua orang tuanya...dia tadinya mau ambil minum dan tak sengaja mendengar pembicaraan kedua orang tuanya...membuatnya tak bisa menahan air mata yang tanpa diminta sudah mengalir saja...Diandra langsung masuk ke kamarnya kembali...
__ADS_1
"apa jadinya kalau aku benar-benar menikah dengan Marvel...kalau suatu saat ada masalah..apa papa akan terkena imbasnya??tapi aku tak ingin orang tuaku yang menanggung beban kesalahanku nantinya...membuatku pusing saja..menolaknya pun aku juga tak bisa..hanya bisa pasrah dan menerima,,ya Tuhan..aku pasrahkan semua takdirku pada-Mu...aku percaya semua yang engkau berikan kepadaku itu yang terbaik untukku...aku ikhlas menjalani kehidupan ku...aku memang bukan orang yang baik..tapi selama hidupku,aku selalu berusaha untuk jadi orang yang lebih baik..semoga jalan ini yang berbaik untuk semuanya..."gumam Diandra lalu mulai memejamkan matanya dan tertidur pulas di kasur empuknya yang nyaman dan tenang...