Dokter Cinta

Dokter Cinta
4. Aku Atau Alena?


__ADS_3

  keesokan harinya...


Di meja paling pojok. Syakuila hanya bisa berdiam dan melamun yang tidak jelas. seperti membayangkan Gio miliknya lah Gio menjadi kekasihnya lah sampai kakek kakek.


"Mimpi aja ka Gio milik gue. Gue bingung apakah ka Gio juga suka sama alena? Gue bingung bener bener bingung. Tau gitu gue gausa deket ka Gio kalau pada akhirnya ka Gio nantinya milih alena." Batin Syakuila


Tiba tiba lamunan Syakuila tebuyar karena wajah Gio berada di depan matanya.


"Lagi mikirin apasih?" Tanya Gio, sambil tersenyum. Dan duduk di depan Syakuila.


Syakuila terdiam. Bingung untuk menjawab apa? Hanya sebuah cengiran yang bisa Syakuila lakukan.


"Lho ko malah senyum si? Ditanya tapi ko ga di jawab." Ucap Gio So imut, Gio menatap Syakuila sangat lekat. Bukannya menjawab dengan baik, Tapi malah sebaliknya.


"Emang apa urusannya si ka? Lo kesini ngapain? Cari Alena? Dia di kantin. Gih.. gue pengen sendiri." Syakuila berbicara dengan agak kasar.


Gio sebenernya sangat tercengang dengan jawaban Syakuila tapi Gio mecoba untuk bersikap seperti biasanya.


"Gak nyari Alena ko. Cuman mau sama kamu aja. Kenapa emangnya? Saya ga boleh gitu nyariin kamu?" Tanya Gio, Syakuila hanya bisa menahan senyum di bibirnya.


"Ya.. ya.. gapapa si kiarin mau nyari Alena. Biasanya juga suka cari Alena kan." Ujar Syakuila masih dengan suara yang jutek.


"Kata siapa saya suka nyari Alena?, dan sejak kapan juga saya cari cari orang. Yang ada mereka yang cari cari saya " ucap Gio tersenyum miring


"Sombong banget " celetuk Syakuila.


Gio menyeritkan keningnya "emang gitu kenyataannya ya!"


"Yayayaya.. lo ngapain si kesini?" Tanya Syakuila


"Nyari kamu." Sahutnya singkat.


"Iya gue tau lo nyari gue. Tapi ada alasan apa elo ke kelas gue? Ganggu tau gak!"  Syakuilla sepertinya sedang ingin bermain Jutek jutekan.


Gio menghela nafas, "Yaudah sebelumnya saya minta maaf ganggu. Tadinya si mau ngomong sebentar tapi karena kata kamu ganggu jadi gajadi deh. Keliatannya kamu lagi ga moo-" ucapan Gio terhenti di saat Syakuila menempelkan tangannya ke keningnnya. Bingung apa yang di lakukan Syakuila, Hio hanya bisa terdiam.

__ADS_1


"Sejak kapan lo cerewet? Gapanas kok." Lalu Syakuila pun segera menurukan tangannya Gio hanya tersenyum.


"Saya ga sakit kok." Jawab Gio.


"Saya hanya membalas apa yang sudah kamu buat sya.." Batin Gio


Syakuila mengangguk. Tadinya Syakuila berniat untuk menjauh dari Gio. Tetapi saat Gio sudah kayak gini dia membatalkan niatnya. Alias tidak jadi untuk menjauh dari Gio.


"Yauda, emang kaka mau bicara apa sama gue?" Tanya Syakuila penasaran.


"Mau bilang. Besokkan hari kamis. Kebetulan besok puasa. Entar malem jalan yu? Gimana? Makan makan gitu? " ajak Gio


"Lo ngajak gue kencan?" Syakuila menyeritkan keningnnya.


"Engga juga." sahut Gio.


Syakuila pun melihat ekspresi Gio yang sedang menunggu jawaban darinya. Tetapi tiba tiba Syakuila tersenyum miring.


"Kek nya gabisa deh ka." Syakuila menunduk, Gio terdiam, Dia sudah tau bahwa dia pasti di tolak oleh Syakuila gara gara kemarin pulang bareng Alena. Tetapi Gio tidak akan putus asa. Gio juga ingin tau alasan Syakuila.


"Kenapa? "


"Serius?" Tanya Gio memastikan.


Syakuila hanya mengangguk.


"Kalau gitu nanti malem ya."  Gio pun melihat ke arah jam tangannya.


"Eh ka, tapikan terawehan. Jadi emang nggak bisa ka!" Ujar Syakuila dengan nada bingung.


"Yauda besok kamis aja gimana? Ngabuburit? Atau bukber?" Tawar Gio.


"Terserah kaka. Kaka yang ajak." Jawab Syakuila. Gio hanya mengangguk.


"Gimana kalau bukber. Oke saya tunggu ya besok bukber sambil ngebuburit dulu. Kalau gitu saya harus ke uks dulu ya. Sampai jumpa!!" 

__ADS_1


Gio pun beranjak dari kursi dan berlalu. Setelah Gio beralalu datanglah Alena.


"Syaa tadi lo di ajak bukber ga sama ka Gio?" Tanya Alena tiba tiba.


Syakuila yang tadinya terfokus ke buku jadi ke arah Alena.


"Di ajak. Lo di ajak juga?" Tanya balik Syakuila.


"Diajak sya.." Ucapnya dengan suara yang pelan dia juga sebenarnya berat hati  menjawab.


"Oh bagus dong! Kan nanti rame ada lo,gue, ka Gio, and Cinta kali ya hahahaha..." Syakuila tertawa agar suasana tidak canggung.


Alena semakin tidak enak, Di saat Syakuila tertawa saat ini. Alena yakin hati Syakuila pasti sedang tidak enak.


"Tapi Syakuila gue mau nolak aja,"  lirih Alena.


"Lho kenapa nolak?! Engga boleh nolak!"


"Syakuila ayolah gue ga enak sama lo-" ucapan Alena terpotong oleh Syakuila


"Ngapain ga enak si? Yang punya rencana tu ka Gio, Lagian kan bukan kita aja yang di ajak citra juga kan? Dia jugakan sahabat kita."


"Masalahnya itu! Cinta ga di ajak Sya, Hanya elo dan gue lah yang di ajak." Ucap Alena pelan.


Deg..


"Yauda gapapa dong kita bertiga jalan jalan. Lagian kalau lo ga ikut kan sayang makanan gratis di sia siain hehe.."  Syakuila mencoba untuk menutupi semua rasa kecemburuan dianatara Alena dan Gio.


"LO HARUS IKUT!" paksa Syakuila


"Yaudah deh," pasrah Alena.


Sebenarnya Alena benar benar tidak enak kepada Syakuila dia juga bingung mengapa dirinya harus ikut diantara Syakuila dan Gio. Jika memang benar Gio menyukai Syakuila, mengapa harus ada Alena di antara mereka berdua.


Siapakah yang akan dipilih oleh Gio. Loh ko pikirannya Syakuila malah seperti ini ya dia mengelengkan kepalanya

__ADS_1


Jadi, Gio pilih Alena atau Syakuila?


           TBC


__ADS_2